`````````````````````````
H O T   S P O T
[EMAIL PROTECTED]
^*^*^*^*^*^*^*^*

Kepala BIN Hendropriyono:
Poso Jadi Ajang "Link-Up"
Teroris Internasional
`````````````````````````
Kamis, 13 Desember 2001
Jakarta, Kompas

Kapala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengatakan, Poso kini
menjadi ajang link-up antara teroris internasional dengan golongan radikal
dalam negeri. Ia mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan di Istana
Merdeka, Jakarta, Rabu (12/12). "Maka di sana terjadilah pertempuran
antarsaudara dan kita sangat prihatin," ujarnya.

Menurut Hendropriyono, letak Poso relatif jauh dari kontrol, sehingga bisa
menjadi ajang pertemuan dua kekuatan itu. "Kelompok radikal dalam negeri
dengan teroris internasional yang menempatkan basis di sana. Kita sekarang
sedang melihat, titik temunya di mana," ujarnya.

"Kalau titik temunya di sana bukan hanya ajang berlaga saja, tapi ada
pertemuan yang bisa menjadi tempat penyaluran berbagai aktivitas yang
direncanakan dari luar, maka kita akan mengambil tindakan yang lebih tegas,"
lanjut Hendropriyono.

Ditanya lebih rinci tentang identitas kelompok teroris dan kelompok radikal
dalam negeri tersebut, ia mengatakan, "Kalau saya sebut itu, saya bukan
intel lagi."

Dipulangkan
```````````````
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko
Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, konflik di Poso, Sulawesi
Tengah, diharapkan dapat diselesaikan sendiri oleh para tokoh, pemuka, dan
warga masyarakat di sana. Posisi pemerintah pusat dalam hal ini hanyalah
memberikan fasilitas, mendorong dan membantu penyelesaian konflik.
Pemerintah juga akan memulangkan kelompok-kelompok dari luar-yang saat ini
berada di Poso-ke daerah asal agar tidak memperkeruh suasana.

Yudhoyono mengemukakan itu usai acara serah terima jabatan pejabat eselon
satu di lingkungan kantor Menko Polkam, Jakarta, kemarin.

Menurut Yudhoyono, konsep untuk resolusi konflik di Poso bertumpu pada tiga
agenda, yakni pemulihan keamanan, penegakan hukum, rekonsiliasi dan
rehabilitasi sosial.

Pemulihan keamanan adalah hal mendesak yang harus dilaksanakan, yakni dengan
mengontrol keadaan dan menghentikan clash atau kekerasan-kekerasan baru yang
datang dari mana pun juga. Penegakan hukum juga harus dilakukan, baik yang
sudah berjalan selama ini maupun pencegahan terhadap pelanggaran hukum yang
baru. Langkah berikutnya adalah mengupayakan rekonsiliasi dan rehabilitasi
sosial.

Saat ini, lanjut Yudhoyono, ada satu prakarsa yang baik dari para tokoh dan
para pemuka di Sulawesi sendiri agar masalah Sulawesi diselesaikan sendiri
oleh orang-orang Sulawesi.

"Dalam konteks inilah kita sedang merancang sebuah langkah rekonsiliasi yang
nanti dipimpin oleh Menko Kesra (Jusuf Kalla-Red). Selain dalam kapasitas
sebagai Menko Kesra, Pak Jusuf Kalla adalah seorang putra Sulawesi yang juga
punya kepedulian, kecintaan, dan komunikasi yang luas dengan para tokoh di
Sulawesi," tambah Yudhoyono.

Kelompok dari luar
```````````````````````
Ketika ditanya, mengapa pemerintah tidak antisipatif mengatasi konflik di
Poso, Yudhoyono mengemukakan, dalam petunjuk yang telah ia keluarkan bersama
Menko Kesra Jusuf Kalla, langkah-langkah pemulihan keamanan dilakukan antara
lain dengan melucuti atau menggelar razia senjata tajam terhadap siapa saja
dari dua kelompok masyarakat yang sedang bertikai tersebut.

Terhadap hadirnya kelompok-kelompok dari luar yang kini berada di Poso,
pemerintah akan memulangkan mereka. "Tentu ini tidak dapat kami lakukan
dengan gegabah. Harus ada bukti kuat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku. Tapi, secara eksplisit, kami lakukan langkah-langkah itu karena
keinginan masyarakat Sulawesi yang ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.
Dalam arti, sebaiknya kehadiran mereka yang tidak tepat di situ bisa
dihentikan dengan langkah-langkah yang tepat," tambahnya.

Apabila pihak-pihak luar Poso sudah dapat dikeluarkan dari Poso, maka
pemerintah akan melakukan proteksi terhadap seluruh warga Poso. Dengan
demikian, kata Yudhoyono lagi, tidak ada alasan lagi bagi kelompok-kelompok
dari luar Poso untuk melindungi salah satu pihak yang bertikai di sana.[gp]

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke