Hipnotis itu terjadi karena bantuan setan. Hendaklah berzikir setiap waktu. Mudah-mudahan godaan setan dari kanan, dari kiri, dari depan, dan dari belakang menjadi tidak mempan.
--- Soeyamto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Lagi lagi hipnotis > > Hari ini kami mendapat aduan dari nasabah besar > kami, tentang > Hipnotis. > Kejadiannya sbb : > Seorang Ibu baru saja pension dari BUMN. Ia > mendapat uang pension > sekaligus sebsar Rp.340 juta. Di Bank Mandiri Kali > malang ia sedang mau > print buku tabungan, tiba tiba ia ditepuk sama > seseorang laki laki dan > akhirnya ia pergi bersama si penghipnotis tersebut > ke Cab. Bank > Mandiri Palza mandiri untuk mencairkan uang sebesar > Rp.150 juta untuk > sang Hipnotis. Belum cukup puas si Hipnotis pergi > lagi ke Cabang > bank mandiri Falatehan dan si wanita pemilik > tabngan mengambil > uangnya sebesar Rp.190 juta lagi untuk sang > Hipnotis/. Lengkaplah sudah > penderitaan si Ibu yang habis mendapatkan uang > pension sekaligus > sebesar Rp.340 juta karena hanya dalam hitungan > jam uang sebesar > Rp.340 juta telah ludes dezz. > Aku jadi bingung tentang Hipnotis . > Tahun 1995 ada kejadian Hipnotis juga lagi lagi > menimpa seorang wanita > yang suaminya sakit stroke sudah 3 tahun, ditepuk > sama orang laki laki > ternyata penghipnotis uang 50 juta amblas mblas > dan mengangis sejadi > jadinya di BBD Kebon jeruk . > > Akhir tahun 2005 kuliah ku yang sudah S2, juga > seorang wanita yg > sudah tanpa suami, mengalami hipnotis juga . Begitu > berpandangan > dengan seorang pria di daerah Ragunan, menjadi > sangat tolol, karena > harus pulang bersama pria tersebut ke daerah sentul > untuk mengambil BPKB > untuk dijual untuk sang hipnotis dan mengambil > perhiasan uantuk > dijual juga sang Hipnotis dan mengambil buku > tabungan untuk diambil > kemudian diserahkan kepada sang Hipnotis. > > Pesan saya hati hati wahai para wanita yang > suaminya telah lama > tidak memberikan kebutuhan bathin karena sakit > menahun, atau teman > teman wanita yang karena satu dan lain hal > berpisah dengan sang suami > atau teman lain yang karena pertimbangan khusus > memilih untuk > sendiri alias jomblo , karena sang hipnotis umumnya > pria ganteng yang > menggoda. > > Ke depan mungkin si penghipnotis bisa jadi wanita > cantik , sehingg > korbannya para pria berduit, tapi kalau yang ini > bisa bisa pria > berduit yang mencari si penghipnotis. > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of Prianto Tirto Prodjo > Sent: Tuesday, March 21, 2006 4:58 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [ex-be2de] FW: HIPNOTIS Pelakunya Juga > Gentayangan di Mal > BERITA DI KOMPAS > > SING TUKANG HIPNOTIS IKU WONG EDAAAAN > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of > Benny Yustanto Diswarin > Sent: Tuesday, March 21, 2006 8:38 AM > To: [email protected] > Subject: RE: [ex-be2de] FW: HIPNOTIS Pelakunya Juga > Gentayangan di Mal > BERITA DI KOMPAS > > > Tks a lot boss, kuncinya hati2 dan doa selalu > > BY > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of Maringan Aruan > Sent: Friday, March 10, 2006 3:43 PM > To: [email protected] > Subject: [ex-be2de] FW: HIPNOTIS Pelakunya Juga > Gentayangan di Mal > BERITA DI KOMPAS > > > > > HIPNOTIS > > Pelakunya Juga Gentayangan di Mal > > Lembito tak pernah membayangkan bahwa anaknya > menjadi korban penipuan > konyol dengan modus hipnotis. Ketika pergi ke Mal > Pondok Indah bersama > istri dan kedua anaknya, Minggu (26/2) sekitar pukul > 15.00, ia juga > merasa tak ada yang tak beres. > > Setibanya di PIM I, ia dan istrinya pergi ke > Metro, sementara kedua > anaknya, Mario (16) dan Marcel (14), menuju > Gramedia. Setelah membeli > baterai isi ulang, Marcel berpisah dengan Mario dan > berjalan menuju > jembatan penghubung (skywalk) antara PIM I dan PIM > II. Di tengah > jembatan, Marcel bertemu dengan seorang pria berkaus > oranye dan > bersandal jepit yang menanyakan di mana letak toko > yang menjual busana > daerah. > > Tentu saja Marcel kebingungan karena memang tidak > tahu. Situasi psikis > yang terkejut sejenak itulah yang dimanfaatkan orang > itu. Ia memberi > Marcel sebuah tembaga berbentuk silinder. Dalam > waktu hampir bersamaan, > dari arah PIM I melintas seorang pria berbaju > kotak-kotak berpenampilan > seperti pelajar. Pria berkaus tadi juga memberikan > benda yang sama > kepada pria yang baru datang. > > Pria kedua itu bertanya kepada Marcel benda apa > itu. Jangan-jangan > benda jahat. > "> Ayo kita tanyakan kepada orang > yang ngasih tadi,> "> > ajak pria kedua, seperti ditirukan Marcel. > > Saat bertemu, orang pertama mengatakan, mereka > harus mengikuti tes > kejujuran dan mematikan telepon selulernya kalau > ingin tahu benda apa > itu. > > Orang itu kemudian bertanya kepada pria kedua > berapa uang di dalam > dompetnya, yang dijawabnya Rp 300.000. Apakah punya > simpanan uang di > ATM? Dijawab, Rp 2 juta di Bank Mandiri. Bahkan, > nomor PIN-nya juga > diberikan. > > Pertanyaan yang sama diajukan kepada Marcel. > Seperti dicocok > hidungnya, ia menjawab polos. Ia juga memberikan > nomor PIN dari kartu > Niaga Visa Elektronnya. > > Setelah melakukan tes kejujuran, orang yang > kemungkinan besar adalah > kawan penipu itu meminta temannya membeli jarum di > lantai atas. Marcel > dan orang itu duduk di tangga sambil menunggu > pesanan jarum. Sebelum > pergi, pria yang membeli jarum itu menitipkan dompet > dan telepon > selulernya kepada Marcel. > > Tidak berapa lama, pesanan jarum datang. Kemudian > Marcel gantian > diminta pergi untuk membeli benang di toko di lantai > atas. Sebelum > pergi, ia diminta menitipkan dompet dan telepon > selulernya kepada pria > yang membeli jarum. Karena tidak menemukan toko > benang, Marcel kembali > ke tempat kedua orang itu menunggu. > > Ternyata keduanya sudah tidak ada. Barulah Marcel > sadar telah ditipu. > Sebuah telepon seluler, dompet berisi Rp 40.000, dan > sebuah kartu ATM > lenyap. > > Marcel bertanya kepada orang-orang yang ada di > sekitar lokasi > kejadian, tetapi tidak ada yang tahu. Ia lalu > melaporkan kejadian itu > kepada petugas keamanan di pelataran parkir PIM I. > Setelah itu, Marcel > langsung menemui Mario di Gramedia dan menghubungi > orangtuanya. > > Lembito langsung menghubungi pihak layanan ATM > untuk memblokir nomor > tersebut. Soal saldonya, penjahat itu sudah berhasil > menarik uang > sekitar Rp 200.000. > > Di Jakarta, kejahatan memang bisa menimpa siapa > saja. Hati-hati adalah > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ************************************************************************ Mantan BBD's mailing list * Post message : [email protected] * Subscribe : [EMAIL PROTECTED] * Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] * List owner : [EMAIL PROTECTED] * Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/ ************************************************************************ Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com ************************************************************************ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/estika/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
