Dear all,
Perkenankan saya melalui forum ini sharing info masalah "pergempaan" di Indonesia yang sebenarnya harus menjadi permasalahan dunia (global), karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini saling berkait dan saling mempengaruhi.
Alhamdulillah saya penah diberi kesempatan mempelajari ilmu geofisika jurusan seismology dan pernah mendapat amanah di BMG memproses penentuan koordinat epicentrum gempa bumi dan mempresentasikan prediksi cuaca bulanan di TVRI (1981-1986), khususnya di Indonesia dan sekitarnya.
Indonesia yang merupakan tanah air kita semua, merupakan negara gemah ripah loh jinawi, memiliki endowment resources terbanyak dan terlengkap di dunia sehingga selalu menjadi target kolonialisme dan imperialisme sampai saat ini, karena 3 jalur gempa di dunia bermuara di Indonesia. Dan berdasarkan ilmu geofisika yang pernah saya pelajari, melalui mekanisme aktivitas gempa tektonik maupun vulkanik (erupsi gunung berapi), maka kekayaan alam yang terpendam didalam bumi tersebut secara bertahap dan berkala (sunnatullah), keluar dari perut bumi. Jadi gempa bumi atau kejadian alam apapun sebenarnya merupakan bagian denyut kehidupan itu sendiri. Nah bagaimana fenomena alam yang sebenarnya merupakan rahmat secara radikal berubah menjadi bencana. Nah berdasarkan sejarah bencana alam, nampaknya kejadian tersebut erat kaitannya dengan ulah manusia itu sendiri yang cenderung membuat kerusakan di bumi. Sebagaimana pak Einstein menyampaikan bahwa energy di alam semesta tidak pernah hilang, hanya berubah bentuk, meskipun itu hanya suara makhluk terkecil di dunia. Andai manusia di bumi lebih cermat membaca tanda-tanda kebesaran Allah, mungkin kita dapat terhindar dari berbagai bencana yang sebenarnya buah/konsekuensi dari setiap perbuatan manusia itu sendiri. Sering kita mendengar atau menyaksikan betapa politisi dunia tidak mempertimbangkan pendapat para ilmuwan dalam menggunakan energi sebagai alat untuk menguasai. Sebagaimana ilmuwan Amerika pernah menyuarakan hasil temuannya bahwa beberapa gempa bumi yang terjadi bahkan sampai menelan sebuah kota di Amerika merupakan akibat dari akumulasi percobaan2 nuklir di bawah tanah yang telah mengganggu keseimbangan energi yang menyangga lapisan-lapisan bumi yang saling berkaitan di seluruh dunia. Karena setiap pergerakan di perut bumi akan selalu mempengaruhi bagian bumi lainnya secara simultan dalam rangka mencari titik keseimbangan baru. Nah pergerakan atau pelepasan energi dari satu tempat ke tempat lainnya itulah yang menimbulkan getaran yang kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Kalau peristiwa pelepasan energi itu kecil dan sangat dalam mungkin tidak begitu berpengaruh pada kehidupan manusia di permukaan bumi. Nah kalau besar dan dangkal, subhanallah kita mendapat "tsunami" di Aceh dan "gempa di Jogya". Hal ini sebenarnya telah disampaikan oleh para ahli geofisika bahwa setelah Aceh, maka energi tersebut terus merambat sesuai jalur gempa yaitu Padang, Krakatau, Selatan Jawa terus sampai ke Banda. Nah prediksi ilmuwan atas proses ini akhir2 ini lebih sering meleset karena adanya berbagai intervensi manusia yang nampaknya mempercepat proses terjadinya fenomena alam ini. Ilustrasi mengenai intervensi manusia pada fenomena alam yang berdampak pada "lebih cepat dan lebih besar" nya kejadian tersebut sempat ditayangkan dalam film Amerika di TV kira-kira seminggu yang lalu (judulnya lupa kalau nggak salah mengenai core atau storm yang menceritakan dampak keputusan politician USA untuk merekayasa cuaca sebagai salah satu alternatif cara menguasai dunia yang berdampak pada perubahan cuaca di Amerika).
Mudah2an ke depan manusia lebih peka, pandai dan arif membaca tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga kita semua terhindar dari berbagai mala petaka (calamities) yang sebenarnya dampak dari perbuatan kita sendiri yang keluar dari hukum (orbit) sunnatullah. Kita dapat memulai dari masalah kebersihan (yang bagi umat Islam adalah merupakan sebagian iman) dan penghematan penggunaan sumber daya alam, agar kita terus memperoleh udara segar (oksigen murni) dan makanan sehat dan cukup(bebas dari polusi dan bagi umat Islam juga bebas dari MGRB), sehingga pada akhirnya kita mampu mewariskan dunia/kehidupan yang lebih bersih, baik dan layak bagi generasi berikutnya.
Untuk menuju ke sana kita semua telah diwarisi dasar-dasar pengelolaan sumber daya yang dimiliki Indonesia agar bermanfaat secara optimal dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana termaktub dalam dasar negara Indonesia, yaitu "Pancasila" yang lahir dalam pidato yang disampaikan oleh putra sang fajar yaitu Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Andai para pemimpin kita konsisten (istiqomah)menerapkan kelima sila, yang sangat memuliakan sifat-sifat Allah penguasa alam semesta a.l. esa, adil, beradab, amanah, jujur dll. tersebut dalam setiap aspek penyelenggaraan kehidupan bernegara dan berbangsa, mungkin kita lebih cepat dan selamat mencapai kondisi yang kita inginkan bersama tersebut.
Ya Allah, berikan kami kesempatan untuk kembali ke jalan yang Engkau Ridhoi.
Wass.wr.wb,
Mantan seismolog
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of
kangucup
Sent: Monday, May 29, 2006 11:21 AM
To: [email protected]
Subject: [ex-be2de] Setelah DI Aceh, kemudian DI Yogyakarya... lalu?
Hanya sebuah renungan..
Apakah merupakan sebuah kebetulan bahwa selang beberapa tahun dua daerah
yang
notabene Di-Istimewakan di Indonesia justru mendapatkan bencana yang
besar.
Daerah Istimewa Aceh dan Daerah Istimewa Yogyakarta ? (DI Aceh dan DI
Yogya)
Secara Geografis tidak ada kaitan secara langsung meskipun ada jalur
patahan
Eurasia dan Australia yang melintas di garis pantai masing-masing
daerah.
Namun tidak pernah sebelumnya ada kajian bahwa potensi terjadi gempa
lanjutan dari
peristiwa Tsunami kemarin adalah Yogya !!
Secara budaya memang wajar bila dua daerah tersebut diberikan otoritas
sebagai Daerah Istimewa, tapi bukan karena itu kan pilihan bencana juga
terjadi di
daerah tersebut?
Meski relatif lebih ringan dibandingkan Tsunami tapi karena terjadi di
pulau
Jawa efeknya juga terasa sekali. Paling tidak lebih dari 10 - 20 orang
di kantor hari ini ijin untuk melihat kondisi keluarganya yang ada di
daerah sekitar Yogya.
Kiranya di masing masing organisasi bisa mengkoordinasikan bantuan yang
bisa
diberikan, mereka benar-benar butuh bantuan logistik (sandang, makanan).
Salah seorang kawan di Yogya mengaku rumahnya rata dengan tanah, semua
pada
tinggal di camp pengungsian. Benar-benar butuh logistik. Dikirimkan
langsung saja
melalui rekan-rekan yang punya keluarga di daerah Yogya dan sekitarnya,
yang
amanah, yang pasti menyampaikan ke tangan pertama dari korban. Atau
lewat
jalur bantuan lain yang kredibilitasnya dipercaya.
Mudah-mudahan ini hanya garis takdir tanpa ada pertanda terhadap apapun.
Bukan pertanda bahwa setelah dua Daerah Istimewa (DI Aceh dan DIY),
target Allah
berikutnya adalah Daerah Khusus. Dimana lagi kalau bukan Daerah Khusus
Ibukota, ya kota Jakarta kita ini...
************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
Yahoo! Groups Links
************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
SPONSORED LINKS
| Internet banking | Banking | Banking software |
| Mortgage banking | Offshore banking | Banking account |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "estika" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
