Kalau Mudah Kenapa Dibuat Sulit?

Farabi Al Mishri

 

Assalamu'alaikum wr...wb..

Manusia seringkali terkecoh saat menghadapi suatu masalah, walaupun suatu masalah terpecahkan, akan tetapi pemecahannya terkadang bukanlah suatu solusi yang efisien, bahkan memperumit masalah. Salah satu contoh kasus itu adalah kasus kotak sabun kosong. Hal ini terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggannya bahwa mereka kerap membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong, karena sabun yang dibeli tidak ada isinya hanya sebuah kotak. Keluhan pelanggan lalu diteruskan oleh manajemen perusahaan kepada bagian pengepakan yang bertugas memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, beberapa kotak sabun ternyata memang luput dan mencapai ke bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit alias mahal.

 

Tidak demikian dengan sebuah perusahaan kecil, ketika perusahaan itu dihadapkan pada permasalahan yang sama, seorang karyawannya tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan. Kasus serupa pun terjadi di NASA. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen para astronot tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena  tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dengan biaya USD 12 juta. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Tetapi Rusia malah menyederhanakannya, mereka hanya menggunakan pensil!

 

Contoh lain adalah seperti kasus yang terjadi di sebuah apartemen. Suatu hari, manajemen gedung itu menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Pemilik bangunan itu mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah. Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, seorang pakar yang sederhana justru menyarankan satu hal yang berbeda dengan pakar lainnya, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" menjadi merasa "tidak menunggu".

 

"bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an" (QS. Al Muzzammil, 73:20).  Jika dalam Al Qur'an Allah sudah perintahkan manusia untuk memperlajari yang mudah, apalagi ilmu dunia - tentu tiada yang sulit.  Karena semuanya pasti ada solusinya tanpa harus mempersulit masalah. Hanya saja kebanyakan manusia ingin mengambil manfaat dari suatu kesulitan yang timbul, Jika yang terjadi demikian, maka masalah mudahpun menjadi sulit karena memang dipersulit. Pun dalam hal beragama, manusia lebih senang mencari perbedaan - berbantah-bantahan daripada menjalankan sesuatu yang dimudahkan sebagaimana firman-Nya. Pesannya adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga orang yang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada mencari-cari masalah.  Jikapun masih mempersulit, Tanya.... Kenapa...??.

 

Wassalam,

(fam)

 

 

Edu
Advertising and Promotion Unit
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Phone : +62 21 5291 3284
Fax  : +62 21 5275357


From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of kangucup
Sent: Wednesday, June 07, 2006 2:44 PM
To: [email protected]
Subject: balesan oom riyanto.... Re: [ex-be2de] FW: SErem juga nih......:

 

ada deh....


--- In [email protected], "Toety Aritonang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apaaaaaaaaan tuh..........!!!!!!
>
>
>
> ________________________________
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Djoko Enggar
> Sent: 06 June, 2006 9:54 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: balesan oom riyanto.... Re: [ex-be2de] FW: SErem juga nih......:
>
>
>
>
>
> Ki Dalang
>
> Punopo leres dumadining gara-gara punika awit saking kasunyatan bilih wonten lare ontang-anting ingkang dipun emong dening Sang Hyang Betara Kala lan dumugi wekdal punika dereng karuwat
>
>
> [Djoko Enggar] -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]On Behalf Of kangucup
> Sent: Tuesday, June 06, 2006 9:22 AM
> To: [email protected]
> Subject: balesan oom riyanto.... Re: [ex-be2de] FW: SErem juga nih......:
>
> Leres... aja kagetan (jangan mudah terkejut) aja gumunan (jaman mudah terpesona)..... makanya bencana perlu dilihat dari berbagai kacamata...
>
> Goro-goro menurut ilmu kejawen
>
> Sebentar ini pak dalang mau duduk: "...derodog-dog, hong wilaheng sekaring bhawana langgeng, mbegegeg ugeg sadulita, emprit ajaib buntutnya rumah joglo... "
> Wis nyata kang padha diarani jaman édan, "jaman kalabendu":
> ( Sudah jelas yang disebut jaman gila, "jaman yang dikutuk": )
> "Lindhu ping pitu sedina
> ( Gempa 7 kali sehari ) ---> "Lindu" nggak hanya berarti gempa bumi
> gawé susahing manungsa ( membuat susah manusia )
> lemah bengkah... ( tanah merekah )
> Manungsa pating galuruh ( manusia kebingungan )
> akèh kang nandhang lara ( banyak diantaranya yang sakit )
> pageblug rupa-rupa ( terjadi bermacam-macam bencana )
> mung sethithik sing mari ( hanya sedikit yang sembuh )
> akèh-akèh padha mati..." ( banyak yang mati )
>
> tapi wong jawa percaya.... sak sireping goro-goro, bakal muncul ki Lurah Badranaya, Gareng, Petruk dan Bagong (Jawa bukan Sunda)... derodog-dog... hong...
>
> Surat "Gempa" di Al-Qur'an:
>
> sekarang pake sorban dulu:
> 'idhaa zulzilatil ardli zilzaalaaha, wa ahrajatil ardhu atsqaa lahaa, wa qaa lal insaana maa lahaa, bianna rabbaka aukha lahaa"... (Al Quran 99: 1-5), yang artinya:
> Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),
> dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
>
> sebesar apapun bencana yang pernah terjadi selama ini, itu sangat kecil karena hanya "icip-icip" saja, karena the real goncangan ketika ARMAGEDDON nanti. Apakah sering terjadinya gempa sebagai pertanda saatnya emang udah deket, seperti si'ir yang sering dinyanyikan kaum nahdliyin di jawa timur sana: "jaman wis akhir, jaman wis akhir bumine goyang..."
> wallahu a'lam
>
> salam.....
>
>
> --- In [email protected], "Riyanto" riyanto@ wrote:
> >
> > Sodara2 sebangsa dan setanah aer, Dalam situasi seperti sekarang ini dimana orang mudah terpengaruh omongan orang (terlepas daripada bener tidaknya apa nyang diomongken), ngelontarin ucapan termasuk tetapi tidak terbatas pada ucapan nyang bersifat ramalan seperti yg sdg anget dibicaraken, kiranya kurang bijak karena dapet menciptaken instabilitas. Apalagi ucapan dilolantarken oleh seorang tokoh. Janganken diucapken tokoh, ucapan orang awampun kalau suasananya lagi gak tenang bisa mempengaruhi orang laen. Contohnya kemaren waktu terjadi gempa di Yogya, ada orang Kemusuk ngomong kira2 ...air laut...air laut...tsunami...tsunami...ayo ngungsi...tanpa pikir panjang semua pada lari al'ankabut. Jadi nyang terbaek menurut saya seperti yang disampaken oleh Kang Ucup selaku Menpen (saya tidak memberiken petunjuk khusus sebelum Kang Ucup memberiken keterangan ini), yaitu agar kalis ing sambekolo kita harus selalu prayitno lair tuwusing batos, inget selalu gusti ingkang murbeng dumadi. Tancep kayon
>

__._,_.___

************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe    : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe  : [EMAIL PROTECTED]
* List owner   : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************





SPONSORED LINKS
Internet banking Banking Banking software
Mortgage banking Offshore banking Banking account


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke