Terlalu asyik "gugur-gunung" bersama penduduk memperbaiki jembatan, Kiai Muhammad, tampaknya, lupa untuk segera ber salat lohor. Ketika sadar, bergegas ia pergi ke mesjid. Asar sudah menjelang. Ia bergegas pergi ke sumur.
Ketika tengah memegang tali timba, tampak olehnya seekor semut terkatung2 dipermukaan air. Kiai Muhammad menahan tangannya. Amat perlahan ia mencoba menggeser letak timba agar mendekati semut. Ia melakukannya dengan hati2, sebab ia akan dihinggapi oleh rasa dosa kalau karena kegagalannya menolong, sang semut akan lenyap disumur. Alhamdulillah ia berhasil. Semut itu telah berada di air dlm timba.
Tetapi begitu Kiai Muhammad hendak menggerakan tangannya untuk menaikkan timba, terdengan suara adzan ashar dari corong mesjid. Kiai Muhammad menarik nafas panjang. Lebih besar manakah dosa tak shalat lohor dibanding dengan 'jasa' menyelamatkan seekor semut?
Kiai Muhammad menaikkan timba. Dan sesudah meletakkan kembali tubuh semut di tanah, ia berwudu dan berangkat shalat. "Allah, hukumlah kelalaianku sehingga kehilangan waktu lohor yang Kau anugrahkan," ia berkata dlm do'anya "adapun mengenai semut itu, serta segala hal yang mungkin baik yang pernah ku kerjakan, rasanya belum pantas untuk kujadikan alasan memohon pahala dari-Mu"
Pada malam hari Kiai Muhammad menceritakan peristiwa itu kpada para santrinya. "Jangan menjadi cengeng atau sombong oleh cerita remeh ini," katanya. "Jangan pernah menganggap bahwa aku telah sedemikian berjasa thd kehidupan semut itu sehingga Tuhan itu digampangkan dengan menganggap bahwa Ia pasti mengampuni kelalaian lohorku, meski jelas bahwa Tuhan tidaklah cerewet".
Pada lain waktu, Kiai Muhammad mengemukakan, peristiwa saat ia menolong semut itu adalah pertemuan rahasia antara nasib manusia dengan keagungan Allah yang tak terduga. Itu adalah momentum eksistensial manusia dihadapan Khaliknya. Itu adalah titik persilangan antara jalan SYARIAT dan lorong HAKIKAT. Semacam perbenturan yang mengasyikan antara tata krama keagaam dan inti konsep perniagaan dengan Allah dan didalam Allah.
Mengapa pertemuan rahasia ? Karena setiap saat Allah hadir menjenguk kita dan aktif mengelola urusan-urusan tertentu dari nasib kita, sejauh tidak melanggar batas kemerdekaan yang sudah Ia jatahkan bagi manusia. Kehadiran Allah dlm ruang dan waktu hanya bisa dirasakan dan dimengerti oleh manusia yang rajin mempelajari metode-Nya, pola komunikasi-Nya, idiom2nya: Allah memiliki dan menjalankan tradisi-Nya sendiri. Sunatullah namanya...
Sumber: "Slilit Sang Kyai" oleh Emha Ainun Nadjib
************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
| Internet banking | Banking | Banking software |
| Mortgage banking | Offshore banking | Banking account |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "estika" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
