Tetapi Allah tidak mempunyai kebutuhan, laba atau rugi atas bersedia atau tidaknya manusia mengenali kemesraan cinta-Nya Bahkan jika manusia menyelewengkan waktu dan ruang kemerdekaan yang Ia berikan. Ia tetap pada ada-Nya, tak menangis dan tertawa. Allah tidak berduka oleh fasisme politik, tidak terluka hatinya oleh dehumanisasi, dan tidak stressed oleh sikap abai peradaban manusia kepada-Nya. Oleh karena itu Allah bukanlah the oppressed yang perlu dibela.
Kalau Kiai Muhammad tidak sembahyang lohor, kita tidak berhak memarahi atau membencinya dengan landasan bahwa kita sedang membela hukum Allah. Kiai Muhammad sudah cukup tua untuk sanggup mengkalkulasi timbangan perniagaan pribadinya dengan Allah dan Allah sendiri sudah menyediakan lembaga peradilan atas dosa pahala manusia, sehingga tidak perlu diambil alih oleh peradilan budaya keagamaan manusia.
Terkadang ada baiknya mengurangi penggunaan tenaga SATPAM FIQIH dengan menggunakannya untuk meriset apakah seekor semut pada suatu hari mewakili kehadiran Allah di hadapan kita.
Kalau kesadaran rohani Kiai Muhammad baru sampai pada taraf
Kalau dia berada pada tahap
Tetapi karena ia telah memakai alas kaki KHALIFATULLAH, ia bersikap demokratis pada seluruh anggota alam, seluruh hamba Allah: sesama manusia, tanah, hasil tambang, kayu Kalimanatan, gunung2, cengkih, minyak bumi, dan seekor semut.
Seorang Khalifatullah menerjemahkan komitmen sosial di dlm perspektif kosmis, tak sekedar terbatas pada dunia kehidupan manusia, dengan bagian2 alam yang lain hanyalah instrumen bagi kesejahteraannya. Sebuah generasi rohani kelas tiga yang mabuk diatas singgasana 'aku manusia' --suatu kesadaran sekular. Jika generasi macam itu menggenggam agama, maka yang terjadi adalah seperti yang dipuisikan oleh Sunan Panggung sekian abad yang lalu: Org yang tak mengetuk pintu rahasia Hanyalah terbelenggu oleh tata krama Sembahyang sunnah dan fardu tak pernah tertinggal untuk menutupi kelalainnya terhadap tetangganya yang lapar ..Sepedati penuh kertasnya... Yang dibicarakan hanyalah masalah halal dan haram. Orang2 beriman kini makin diuji untuk menentukan apak mereka lebih memilih 'menghimpun pahala pribadi' ataukan 'menyumbangkan diri bagi proses2 sosial'. Hal yang kedua itu bisa meresikokan berkurangnya peluang yang pertama.
Kalau sewaktu berangkat ke mesjid untuk shalat Jum'at tiba2 anda jumpai di jalan seseorang tertabrak motor - padahal suara ikamah dusah terdengar dari corong mesjid--apa yang akan anda lakukan?
Momentum dan konteks seperti itu terjumpai diberbagai bidang kehidupan. Dan di dalam skala yang besar, RABIAH AL ADAWIAH memilih sikap ini: "Ya, Tuhan jadikan tubuhku membesar sehingga memenuhi neraka, sehingga tidak tersedia lagi tempat di neraka itu bagi hamba2-Mu.." .....
Dikutip dari buku Slilit Sang Kyai oleh Kyai Mbeling...
__._,_.___************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Kunjungi Blog MANTAN BBD di http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
| Internet banking | Banking | Banking software |
| Mortgage banking | Offshore banking | Banking account |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "estika" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
