pak Ira...
Setuuujuuu banget Pak
pejabat yang tetedor atau tidak mampu bekerja hingga menyebabkan banyak korban, harusnya tahu diri sukarela mengundurkan diri atau nunggu
.... dipecat
. he,he,he.....
Tapi nurut saya dilematis juga... sebelumnya maaf lho... ini sama sekali tidak bermaksud membela Pak Menteri (karena nggak ada untungnya juga bagi saya he,he,he)... maksud saya mengemukakan ini hanya ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda.. bahwa ada kenyataan lain yang mesti disadari dalam carut marut di masaah tsunami ini maupun di banyak hal lain di negara ini:
1. Sampai saat ini para Bagawan dari pertapaan Sukolilo, Bulaksumur, Tamansari, Jatinangor, dll hanya bisa membuat "prediksi" daerah tertentu "ada potensi bakal terjadi gempa" belum bisa membuat "ramalan gempa". Kalaupun ada ramalan tanggal sekian, jam sekian, menit sekian bakal terjadi gempa itu sumbernya pasti bukan para Bagawan, tetapi bisa saja dari Ki Joko Bodo, Ki Gendeng atau Mama Loren. Yang jelas Menteri nggak bakalan ngeluarin instruksi yang dalam butir pertimbangannya ada wangsit, bisikan gaib atau petunjuk Ki Joko Bodo...
2. Tsunami adalah bencana susulan setelah gempa. Kalau gempa tidak bisa diramal, tetapi tsunami bisa, dasarnya analisa terhadap gempa yang telah terjadi caranya dengan mempelajari data letak, kedalaman, intensitas dan arah gempa (vault), dll yang sangat teknis. Secara garis besar, kalau ada gempa epicentrum di laut, intensitas >6,3 SR, dangkal, vault vertikal, kemungkinan bakal ada tsunami. gampangnya tsunami bisaa diramal dengan analisa terhadap data gempa yang "telah" terjadi.
3. Berdasarkan "nguping" diskusi ahli perbumian Pangandaran itu diterjang tsunami sekitar 15 20 menit setelah gempa terjadi. Dengan begitu bisa diperkirakan paling cepat pesan bakal ada tsunami itu diterima Menteri 5 menit setelah gempa atau 15 menit sebelum tsunami sampai di Pangandaran. Waduh... dalam waktu 15 menit itu, apa yang bisa dilakukan oleh Pak Menteri yang ada Jakarta untuk memberi tahu, mengumpulkan, memobilisasi, dan mengevakuasi puluhan ribu penduduk sebuah kota kecil yang ada di pantai selatan Jawa bernama Pangandaran?
4. Memang sih... mimpi ini pak... andai... ah.... ah.... ah... ah.... kita sudah siap, ada mekanisme penerusan informasi bancana yang tepat dan akurat, di Pangandaran dan pantai lain yang rawan tsunami sudah ada inftastruktur peringatan dini yang memadai, ada sirine atau pengeras suara di sepanjang pantai, ada penjaga pantai seperti David Hasselhoff dan Pamela Anderson, dkk, seluruh warga sudah ngerti apa yang dilakukan dan berpartisipasi penuh karena sudah sering menerima sosialisasi, mereka juga bisa terkodinir dengan baik dan terbiasa untuk evakuasi dengan cepat karena sudah sering latihan, tata kota teratur rapi sehingga pengungsian bisa dilakukan lewat jalur yang tertata sehingga bisa mencapai titik aman dengan cepat, tanpa hambatan, dll. tapi ini baru mimpi kali yee... lha bagaimana wong baru memulai punya alat deteksi dini (bantuan Jepang), sebagian yang sudah terpasang seperti yang di pantai Kuta ternyata raib diembat orang yang mungkin mempunyai "rasa ikut memiliki" terlalu besar.. Bagaimana pula kalau harus melakukan penataan ulang kota di pinggir pantai atau bay city, apakah bisa mulus untuk dilakukan??... Mungkin kita bedoa aja kali yaaa, mudah-mudahan semua yang kita cita-citakan akan terwujud... kalo nggak dijaman kita ini ya anak cucu lah... Amien.
Selamat bekerja
************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Blog MANTAN-BBD http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "estika" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
