Setahun penuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kabinetnya diungsikan ke New York. Seperti nampak di layar televisi, mereka tinggal di suite room hotel berbintang Manhattan yang paling mahal. Mereka tak boleh bekerja. Rapat kabinet diliburkan. Presiden dan para menteri hanya boleh bersenang-senang. Mereka dipersilakan menikmati gaya hidup termewah, tanpa bayar. "Helmi Yahya menanggung semuanya," kata jurubicara kepresidenan Andi Mallarangeng.
Helmi adalah produser reality show "Bedah Rumah" yang sukses. Belum lama ini dia meluncurkan "Bedah Kampung" dan rupanya tidak puas hanya itu. Dia naik ke level nasional.
Ada saja kelucuan yang mengharukan menyaksikan presiden dan para menteri dari republik miskin bernama Indonesia menikmati kemewahan yang jarang mereka nikmati tanpa dituduh bermewah-mewah atau korupsi, di New York, ibukota dunia. Mereka boleh rame-rame naik kapal pesiar mengitari Lady Liberty. Belanja parfum termahal di Macy's atau Nordstrom. Nonton teater di Broadway. Menikmati konser di Carnegie Hall.
Tapi, adegan paling lucu dan mengharukan bukan di situ. Seperti dalam "Bedah Rumah", para penonton menyukai paradoks, menanti ironi. Dari layar televisi, mereka menunggu menyaksikan wajah, mimik, dan perilaku orang-orang miskin ketika tiba-tiba ketiban rezeki. Ketika orang miskin menemukan kenyataan tak terduga. Ketika orang tak berdaya, karena kemiskinannya, menemukan suatu yang mutahil diraihnya.
Seperti dalam "Bedah Rumah", penonton menikmati hiburan pada wajah Presiden Yudhoyono di layar televisi.
"Mustahil," kata Presiden bergumam. Dia tak bisa menahan airmata ketika menerima laporan bahwa Jalur Pantura--jalan raya sepanjang pantai utara Pulau Jawa--telah mulus kembali. Suatu yang tak terbayangkan pernah bisa dilakukan pemerintahnya. Beberapa tahun terakhir jalan itu rusak penuh kubangan, menghambat perniagaan, menghancurkan persekonomian. Pemerintah Yudhoyono mengatakan republik tak punya uang untuk memperbaikinya.
"Mana mungkin," katanya. Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Kalimantan juga normal kembali. Pulihnya jalan dan jembatan urat nadi perekonomian di pulau-pulau besar itu telah meningkatkan kegiatan ekonomi nasional.
Tapi, satu hal yang menarik dalam reality show bedah adalah bahwa yang muskil bisa benar-benar terjadi. Presiden meminta Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni memimpin sujud syukur ketika mendengar belasan juta penganggur, yang dirumahkan karena pencabutan subsidi bahan bakar tahun lalu, kini telah bekerja kembali.
Di Aceh, Nias, Yogya dan Sinjai, puluhan ribuan rumah para korban banjir, tsunami dan gempa di berbagai daerah di Indonesia juga sudah diperbaiki. Presiden berteriak girang ketika mendengar laporan tak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Tak satupun yang tidak memperoleh santunan. Mereka tak lagi makan mie instan. Semua mendapat layanan kesehatan gratis.
Lutut presiden bergetar dan dia hanya bisa tersandar terpana di bahu Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo ketika mendengar anggaran pendidikan kini telah disediakan 20%, persis seperti yang diamanatkan konstitusi. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Yudhoyono mengatakan tak bisa menyisihkan anggaran pendidikan sebesar itu karena republik terlibat utang yang sangat besar.
Presiden berangkulan menangis bersama Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah ketika mendengar laporan tak ada lagi pengemis dan anak terlantar yang nampak di perempatan jalan utama kota-kota besar seperti Jakarta. Presiden sangat senang, sebab baru tahun lalu Menteri Bachtiar mengeluh pemerintah tak bisa membiayai anak terlantar karena republik kekurangan uang.
Selama sepekan penuh televisi menayangkan liputan dari istana kepresidenan. Sepulang dari pesiar mewah di New York, Presiden hanya menangis dan terpana. Bahagia. Dia melihat hal imposible benar-benar terjadi. Dia menemukan Indonesia dalam keadaan yang tak pernah diimpikannya.
"Terima kasih, Helmi Yahya," kata Presiden. "Anda berhasil mewujudkan suatu yang mustahil diperbuat pemerintah saya."*
Sumber: farid gaban
__._,_.___************************************************************************
Mantan BBD's mailing list
* Post message : [email protected]
* Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
* Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
* List owner : [EMAIL PROTECTED]
* Mail Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
************************************************************************
Blog MANTAN-BBD http://mantan-bbd.blogspot.com
************************************************************************
| Internet banking | Banking | Banking software |
| Mortgage banking | Offshore banking |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "estika" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
