Hmmm... dua tokoh ini, secara kebetulan, sedang sama-sama menjadi topik berita di media massa kita. Berita sampah sebenarnya, -kalau kata Fikri Jupri, "seperti kentut, kentut kok diberitakan"- sebab tak jauh dari urusan syahwat. Bedanya hanya soal syahwat yang dilegalkan dan tak dilegalkan.
Baik Aa Gym maupun Yahya Zaini sama-sama tokoh Islam. Aa Gym adalah da'i kondang pengelola pondok pesantren Darul Tauhid, sedangkan Yahya Zaini adalah Ketua Bidang Kerohanian DPP Partai Golkar dan mantan Ketua Umum PB HMI (1992-1994). Aa Gym "menikahi" seorang perempuan bernama Alfarini Eridani (mbak Rini), sementara Yahya Zaini "mengawini" Maria Eva. Kemungkinan besar, popularitas keduanya akan jatuh, meski dalam kasus Aa Gym, segelintir orang masih mendukungnya, karena toh poligami adalah hal lumrah di negeri ini. Di sinilah letak dilematis posisi seorang perempuan. Perempuan yang lemah macam Teh Nini -istri Aa Gym- tentu tak kuasa menolak keinginan sang suami untuk dimadu. Sementara istri Yahya Zaini (kalau punya) mungkin lebih powerful sehingga suaminya tidak berani menikah lagi, tetapi diam-diam menyalurkan syahwat dengan sang pujaan hatinya. Lalu bagaimana dengan kedua perempuan yang "berhasil" merebut hati dua tokoh tersebut? Ah... yang satu mantan model dan lainnya adalah penyanyi dangdut. Keduanya hanyalah perempuan tak berdaya yang telah berhasil memperdaya laki-laki berdaya.
