Tjuk, kenapa email anda ini sampai keterima 20 kali berturut2. Apa yang salah?
---------------------------------- rgds IRA HENDARMAN >From: [EMAIL PROTECTED] >Reply-To: [email protected] >To: [email protected],[EMAIL PROTECTED], >[EMAIL PROTECTED] >CC: [EMAIL PROTECTED] >Subject: [exbe2de] APAKAH ADA ORANG YANG TAK BISA DIGANTI ? >Date: Wed, 28 Mar 2007 06:01:48 +0700 (WIT) >MIME-Version: 1.0 >X-Originating-IP: 210.210.145.56 >X-Sender: [EMAIL PROTECTED] >Received: from n26.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.55]) by >bay0-mc6-f6.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2668); Tue, 27 >Mar 2007 19:08:22 -0700 >Received: from [66.218.69.1] by n26.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 28 Mar >2007 02:08:22 -0000 >Received: from [66.218.66.99] by t1.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 28 Mar >2007 02:08:22 -0000 >Received: (qmail 87232 invoked from network); 28 Mar 2007 01:56:20 -0000 >Received: from unknown (66.218.66.72) by m34.grp.scd.yahoo.com with QMQP; >28 Mar 2007 01:56:20 -0000 >Received: from unknown (HELO ip1.cbn.net.id) (210.210.145.56) by >mta14.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 28 Mar 2007 01:56:19 -0000 >Received: from wmail-1.int.cbn.net.id (HELO webmail1.cbn.net.id) >([10.64.128.132]) by ip1-smtp.int.cbn.net.id with SMTP; 28 Mar 2007 >06:01:49 +0700 >Received: from 125.161.129.196 by webmail1.cbn.net.id with HTTP; > Wed, 28 Mar 2007 06:01:48 +0700 (WIT) >X-Message-Info: >LsUYwwHHNt3u0YbO1iq0crMTJZK3Ro5lP89ptZL3kGytE2Ig9jBKJ7P6XXEVAhD6 >Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys >DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; >d=yahoogroups.com;b=sI9dNZz2RZaToFzk8qv6jTKM6ZBdjj2TfrgxHmNpqTgTIsNVDDANb/1RsQEa1uHmS3WKbaCk35deu89YVQeGZ4DtzBGmz0yAeD53B4Caq1lNYnydCQai1Xvg8IfuxvmH; >X-Yahoo-Newman-Id: 14776254-m459 >X-Apparently-To: [email protected] >X-SBRS-Score: None >X-HAT: Sender Group SMTP_Webmail, Policy $IP1_Outbound_Webmail applied. >X-IronPort-AV: i="4.14,336,1170608400"; d="scan'208"; >a="300338451:sNHT15281364" >User-Agent: CBN WebMail/2.0 >X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0 >X-Yahoo-Profile: tjukriatawaf >Mailing-List: list [email protected]; contact >[EMAIL PROTECTED] >Delivered-To: mailing list [email protected] >List-Id: <estika.yahoogroups.com> >Precedence: bulk >List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >X-Yahoo-Newman-Property: groups-email-ff >Return-Path: >[EMAIL PROTECTED] >X-OriginalArrivalTime: 28 Mar 2007 02:08:22.0711 (UTC) >FILETIME=[F662EC70:01C770DD] > >APAKAH ADA ORANG YANG TAK BISA DIGANTI ? > >BENARKAH ANDA TAK DAPAT DIGANTI? >Everett T. Suters > >Sistem mekanis mensyaratkan kemungkinan untuk mengganti seluruh bagian. >Semua bagian dari pesawat terbang harus mempunyai cadangan atau harus bisa >diganti dengan bagian yang sama dari pesawat sejenis. Hal yang sama >berlaku juga di dalam sistem manajemen. Semua bagian di dalam organisasi >harus >mempunyai cadangan atau kemungkinan untuk diganti. Jika manajer mempunyai >anak buah yang tidak bisa diganti maka ia bukanlah seorang manajer yang >baik. > >Di dalam job description personel manajemen atau non manajemen harus ada >pengaturan yang jelas bahwa pekerjaan itu distrukturkan, didokumentasikan >dan didelegasikan sedemikian rupa sehingga tidak memberi peluang adanya >orang yang tak tergantikan. > >Banyak orang di dalam organisasi yang berusaha untuk membuat dirinya tak >tergantikan. Merekla mempunyai asumsi yang salah, yaitu bahwa semakin >sukar mereka diganti semakin aman pekerjaan atau jabatan mereka. Semakin >mereka tidak tergantikan maka semakin berharga mereka di mata organisasi. >Ini adalah hal yang salah dan merupakan paradoks manajemen. Orang-orang >yang tidak bisa tergantikan merupakan batu sandungan bagi kemajuan >teman-teman lainnya di dalam organisasi. Ia merupakan rintangan bagi >seseorang di bawahnya yang ingin tumbuh dalam pekerjaannya. > >Orang-orang yang tak tergantikan juga merupakan gangguan bagi atasan. Jika >seseorang menjadi sukar untuk diganti maka masalah-masalah di dalam >organisasi acapkali berkembang menjadi keadaan darurat, dan keadaan ini >mudah sekali berkembang menjadi sebuah krisis. Pada saatnya nanti ia harus >meninggalkan pekerjaannya, dan tanggung jawab yang dipikulnya itu terpaksa >diambil alih oleh atasan; bukan oleh anak buahnya, sebagaimana lazimnya. >Lalu sang atasan tergopoh-gopoh harus mengatur dirinya agar bisa keluar >dari situasi ini, karena di atasnya tidak ada lagi seseorang yang menjadi >tempat ia mengalihkan tanggung jawab itu. Dan yang lebih parah lagi, pada >saat yang sama, direktur juga mempunyai pekerjan yang harus dilakukannya >sendiri. > >Di dalam organisasi usaha yang kecil, pimpinan seringkali enggan >mendelegasikan atau tak mampu mendelegasikan pekerjaan, karena ia tak >mempunyai orang yang tepat di dalam organisasinya. Pada hakekatnya, >sindrom bos yang tak tergantikan ini menjadi penyebab utama tingginya >angka kematian bisnis kecil, dan juga menjadi penyebab banyaknya bisnis >kecil yang tak bisa berkembang. Sukar atau mudahnya seorang manajer >diganti seringkali menjadi pembeda antara suatu sistem manajemen yang >efektif dan manajemen "warung kopi". > >Adanya orang yang sukar untuk diganti adalah hal yang biasa terjadi di >banyak organisasi. Tapi pemecahannya mudah saja: cuti. Atasan orang yang >sukar untuk diganti itu seyogyanya sudah jauh-jauh hari mengingatkannya >untuk mengambil cuti selama satu atau dua minggu. Dewasa ini umumnya orang > jarang mengambil cuti dan seandainya ia mengambil cuti maka itu pun hanya > untuk masa satu atau dua hari. > >Karyawan yang diminta untuk mengambil cuti hendaklah bisa menyusun suatu >rencana pengalihan tanggung jawab selama ketidakhadirannya. Karena itu >jugalah, anda perlu mengingatkannya jauh-jauh hari sebelumnya agar >karyawan >tersebut mempunyai cukup waktu untuk meikirkan berbagai konsekuensi yang >mungkin timbul akibat ketidakhadirannya dan mulai melakukan tindakan untuk > mengatasi konsekuensi tersebut. Dan, jauh-jauh hari pula sang atasan >harus memberi isyarat bahwa ia tak akan mengambil alih tugas tersebut >darinya. > >Selama si karyawan cuti, tentu saja ada beberapa masalah yang timbul, dan >pimpinan puncak terpaksa harus turun tangan langsung. Tapi dalam hal ini >para pimpinan sudah mempunyai kesempatan untuk melihat apa yang terjadi >dan melakukan tindakan perbaikan. Lalu, bila si karaywan kembali dari >cuti, maka uraian pekerjannya tentu perlu diperbaiki, sehingga si karyawan >lebih bisa diatur dan diarahkan demi kebaikannya sendiri, kebaikan anak >buahnya, dan kebaikan organisasi. > >Apakah anda juga termasuk dalam kategori orang yang tak bisa digantikan? >Untuk mengukur hal ini, cobalah untuk menjawab pertanyaan berikut ini: > >1--Apakah anda mengambil seluruh hak cuti anda, ataukah anda mencicilnya >satu dua hari setiap kali anda mengambil cuti? > >2--Bila sedang cuti, apakah anda selalu menelepon kantor dan mencoba >melakukan pekerjaan anda dari jarak jauh? > >3--Manakah yang lebih anda tekankan, memanajemeni aktivitas atau >memanejemeni hasil? > >4--Apakah anda demikian sibuknya, sehingga berbicara dengan anak buahpun >hanya pada jam-jam tertentu yaitu sebelum dan sesudah jam kantor? > >5--Apakah di antara bawahan anda ada gejala frustasi dan moral yang rendah? > >6--Manakah yang lebih banyak terjadi: anak buah anda dipromosikan pada >jabatan yang lebih tinggi di dalam organisasi anda, atau anak buah anda >mendapat promosi yang lebih tinggi di luar organisasi anda? > >7--Seberapa sering masalah berkembang menjadi keadaan darurat, dan keadaan >darurat menjadi krisis, bila anda tidak hadir di kantor? > >8--Bila anda sedang tidak berada di kantor, siapakah yang menangani >pekerjaan anda? Apakah anak buah atau atasan anda? > >Masalah ini bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Banyak orang mengalaminya, >dan merasakan betapa sakitnya menjadi orang yang sukar untuk digantikan. >Penulis sendiri pernah merasakan bagaimana tertekan dan cemasnya karena >tidak bisa tenang meninggalkan pekerjaan. Setelah saya nyaris mati karena >beban pekerjaan itu, maka barulah saya membuat suatu rencana yang terarah >untuk menata diri keluar dari situasi tersebut. Untungnya, saya adalah >pemilik dari perusahaan saya, sehingga tak ada seorang pun yang langsung >mencela kesalahan saya atau menekan untuk mengubah cara saya. > >Kritik yang paling keras yang bisa dilontarkan pada seorang manajer adalah > apabila ia kelihatan sukar untuk digantikan atau apabila ia mentolerir >adanya orang-orang yang sukar untuk diganti di kalangan anak buahnya. Dan >seorang manajer yang baik haruslah mengambil berbagai langkah yang >diperlukan untuk menata dirinya keluar dari keadaan ini. (180401) > >(Everett T. Suters, Bisnis dan Manajemen) > > > > > _________________________________________________________________ Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/
