Tuan Amir baru saja dilantik sebagai CEO sebuah perusahaan besar. Mula-mula ia bertanya-tanya ketika mantan CEO sebelumnya mengajaknya untuk bertemu secara pribadi di suatu tempat yang dirahasiakan. Ternyata pada pada pertemuan itu CEO lama menyerahkan tiga buah amplop dengan tanda #1, #2 dan #3.
"Meskipun saya sudah tidak di perusahaan itu, tapi sebenarnya hati saya masih di situ. Maka, saya minta dengan hormat anda bersedia membuka amplop-amplop ini apabila menghadapi suatu masalah yang anda sendiri sulit untuk mengatasinya", begitu pesan CEO pendahulunya. Lalu segalanya berjalan lancar, tetapi selang enam bulan kemudian perusahaan menunjukkan tanda-tanda kurang baik, penjualan mengalami penurunan dan terjadi banyak ketidak beresan. Ketika dihadapkan pada kondisi sulit itu, tiba-tiba tuan Amir teringat amplop-amplop yang diterima dari pendahulunya yang selama ini tersimpan di lacinya. Dengan ragu-ragu ia buka laci, mengambil amplop #1 dan dibuka pelan-pelan untuk melihat isinya, ternyata isinya secarik kertas dengan tulisan "Hujat pendahulumu". Tuan Amir kemudian memanggil wartawan media cetak maupun elektronik untuk mengadakan press conference. beliau menjelaskan bahwa jeleknya kinerja perusahaan saat ini tidak terlepas dari kebobrokan manajemen lama. Ahaaa... rupanya upaya ini cukup manjur, pasar langsung bereaksi positif, harga saham meningkat tajam yang akhirnya juga diikuti dengan peningkatan penjualan. Tetapi segalanya tidak abadi karena tahun berikutnya, sales kembali menurun dan semakin banyak pelanggan loyal yang lari karena service perusahaan yang semakin jelek. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Tuan Amir ingat pada amplop yang belum dibuka. Lalu is membuka amplop #2, yang isinya pesan "Lakukan reorganisasi". Dengan segera Tuan Amir melakukan reorganisasi besar-besaran di lingkungan perusahaannya dan seperti sebelumnya ternyata upaya itu juga membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Tahun berikutnya, perusahaan kembali memburuk bahkan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Tuan Amir masuk kantornya, menutup rapat pintunya dan membuka amplop #3 untuk melihat solusi yang ada di dalamnya ternyata terbaca. Ternyata terbaca: "Siapkan tiga amplop".
