Pak Tjuk,
Bagi penderita sakit mag disarankan untuk tidak minum kopi, terutama kalau 
perut dalam keadaan kosong.Bisa memperparah sakit magnya.Kalau tetap mau minum 
kopi, perutnya diisi makanan dulu, baru minum kopi.

Nuhun,
Tosman
"Tjukria P.Tawaf" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                    
 
 DI BALIK NIKMATNYA  KOPI   
Kenikmatan  minum kopi memang tidak bisa dipungkiri oleh siapa saja. Sayang, 
selain memberi  dampak positif, minum kopi ternyata membawa dampak ikutan yang 
bisa berbahaya.  Jadi bagaimana bisa tetap nyeruput kopi namun tetap  aman?   
Selain teh, kopi merupakan minuman paling dikenal  umat manusia. Tak seorang 
pun tak mengenal kopi. Minuman ini sudah dikenal di  mana-mana sejak ratusan 
tahun lalu. Begitu terkenalnya kopi sampai timbul  istilah coffee break atau 
"rehat kopi" di setiap acara resmi seperti  seminar, lokakarya, rapat, dll. 
Saat itu para tamu atau peserta beristirahat  sebentar untuk menikmati kue-kue 
sambil minum secangkir kopi atau teh. Sementara  dalam kehidupan sehari-hari, 
kopi seringkali dijadikan pendamping sarapan pagi.   Sekalipun demikian mungkin 
jarang kita mengamati apa manfaat  atau dampak negatif kopi bagi kesehatan. 
Paling-paling yang kita tahu setelah  minum kopi badan terasa segar dan rasa 
kantuk hilang.  
Baik bagi pecandu narkoba  
Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa  kimia xantin. 
Derivat senyawa ini meliputi kafein, teofilin, dan teobromin.  Namun, kopi 
hanya mengandung kafein. Sedangkan teofilin terdapat dalam teh,  sementara 
teobromin dalam coklat.  
Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan  saraf pusat 
(otak), sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung.  Sebab itu 
tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1 - 3 cangkir),  tubuh kita 
terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah  atau pun 
mengantuk. Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari  kebiasaan 
minum kopi.  
Namun, sebenarnya manfaat di atas tidak berlaku bagi seseorang  yang 
pekerjaannya memerlukan ketelitian, kerapian, serta ketepatan menghitung,  
seperti matematika, menggambar atau melukis. Sebaliknya, minum kopi lebih tepat 
 bagi orang yang belajar ilmu-ilmu sosial atau menghapal. Minumlah sekitar  
setengah sampai satu jam sebelum aktivitas belajar atau menghapal dimulai.   
Kafein acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada  obat sakit 
kepala. Pasalnya, kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh  darah ke 
otak (vasokonstriksi) sehingga pelebaran pembuluh darah di daerah otak  yang 
merupakan penyebab sakit kepala bisa ditanggulangi. Bahkan, senyawa xantin  
dalam dosis rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi, misalnya 
 akibat penyalahgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul pendapat 
 bahwa kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol. 
  
Lebih jauh, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam  darah.  
Mengganggu kesuburan  
Sayangnya, kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek  "kecanduan" baik 
secara psikologis maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan  kopi antara lain 
rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk kalau  sehari saja tidak 
minum kopi. Yang wajar adalah mengonsumsi kopi sebanyak 85 -  200 mg atau 1 - 3 
cangkir kopi. Namun, minum kopi di atas 250 mg sekaligus dapat  menyebabkan 
gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia  (sulit tidur), 
gugup, tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai  muntah-muntah.  
Minum kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan  darah tinggi) 
karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat  tajam. Selain 
itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan  akibat produksi 
urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis  mengkonsumsi kopi 
kandung kencing cepat penuh.  
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita,  apalagi kalau 
dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopause, minum  kopi dalam 
jumlah banyak bisa menambah risiko kekeroposan tulang (osteoporosis).   
Pada dosis sedang, kafein menaikkan produksi asam lambung yang  berlangsung 
lama, sehingga dapat memperbesar risiko penyakit lambung, tukak  lambung, atau 
tukak usus halus. Jadi para penderita kelemahan lambung hendaknya  menghindari 
konsumsi kopi.  
Cara pengolahan dan penyeduan kopi pun memberi andil terhadap  dampak yang 
ditimbulkannya. Bentuk pengolahan dan penyeduhan kopi tubruk  misalnya. Kopi 
tubruk pada umumnya lebih keras karena bubuk kopi dalam cangkir  atau gelas 
langsung diseduh air mendidih. Lagipula kopi tubruk pada umumnya  menggunakan 
kopi lebih kasar, dipadu dengan gula batu. Dengan sendirinya akan  lebih banyak 
ampas bubuk kopi yang masuk ke tubuh kita dibandingkan dengan kopi  yang 
diseduh dalam teko. Maka dapat dipahami bila efek sampingan kopi tubruk  lebih 
tinggi dibandingkan dengan secangkir kopi yang sudah "tersaring" ampas  
kopinya.  
Penyakit jantung dan arteriosklerosis  
Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring  (unfiltered) ini dipelajari oleh 
sejumlah peneliti di Belanda. Mereka  mengamati tingginya kadar homosistein 
dalam darah pecandu kopi. Homosistein  merupakan substansi yang terbentuk dari 
metionin, yakni suatu asam amino  esensial yang terbentuk pada saat tubuh 
mengeluarkan protein. Padahal  peningkatan homosistein berhubungan erat dengan 
risiko penyakit jantung.  
Meski belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial  mengganggu jantung, 
sudah terbukti bahwa zat tersebut acap kali menyebabkan  timbulnya luka di 
berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya  menjadi tempat 
menumpuknya asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa  mengakibatkan pengerasan 
dinding pembuluh darah arteri (arteriosklerosis).   
Di sisi lain, menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein  dibutuhkan 
tubuh untuk berbagai reaksi biokimia, terutama dalam proses perubahan  metionin 
menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk propionil-koA  (substansi yang 
beperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat), asalkan  kadarnya tidak 
tinggi. Kadar normalnya, 7 - 22 ug mol/L.  
Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap  hari minum 
enam cangkir kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari  angka 
normal. Begitu juga kadar kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini  
tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat, kelebihan  
homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, 
 kenaikan kadar homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi 
protein  hewani yang banyak mengandung metionin.  
Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6 - 7  cangkir), 
diperkirakan risiko untuk terkena serangan jantung atau stroke naik  10%. 
Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%.  
Atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi  mereka yang 
berisiko tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk  kita 
sebaiknya hanya 1 - 3 cangkir sehari (standar untuk orang Eropa 3 - 5  
cangkir). Itu pun tidak pada saat menjelang tidur. Kopi bisa digantikan segelas 
 air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan  B12. Jenis-jenis 
makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan  kafein tapi tinggi mineral, 
vitamin serta asam folat. Padahal vitamin  B6, B12, dan asam folat sangat 
berperan dalam menurunkan  kadar homosistein dalam tubuh, sehingga penyakit 
jantung koroner pun bisa  dihindari (Toha  Nasrudin/Nn)
  

 
     
                       

       
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 

Kirim email ke