Brur Nandi, Kan lama di Bogor ... dari IPB lagi ... Kan masakan Sunda itu sehat, banyak lalab dan daun. Yang engga boleh dimakan kan daun jendela aja dan "daun muda". he he he .. Biar langsing Salam Sehat Selalu WsWw Tjuk
----- Original Message ----- From: Nandi Syukri Ch. To: [email protected] Sent: Tuesday, December 18, 2007 12:40 PM Subject: RE: {Disarmed} RE: [exbe2de] FW: Sayangilah Jantung Anda Lah kan, kalau Pak Boedi mah ada saja sumber berita nya hehehe. Saya juga pernah dengar hal ini diungkapkan oleh dokter yang rutin siaran di Delta FM senin pagi (dr Robert Djoko Marjono kalau tidak salah namanya), dia juga malah menyatakan VCO (virgin coconut oil) memang baik untuk kesehatan. Kalau saya pribadi sih sudah agak lama memang sudah overweight, jadi sudah mengurangi makan, termasuk makan masakan Padang tentu saja hehehe. Bener kata Pak Pri, masakan apa saja oke, asal tidak banyak makannya, sedang-sedang saja. Trims Pak Boedi, kutipan artikelnya. Salam nsc -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, December 17, 2007 4:23 PM To: [email protected] Subject: Re: {Disarmed} RE: [exbe2de] FW: Sayangilah Jantung Anda Ssssssstttttt............ tenanglah Pak Nandi yang asli dari Padang. Ini saya dapat dari Harian Global. Tuesday 02 October 2007 Minyak Goreng dan Kolesterol Minyak goreng bukan merupakan sumber kolesterol, lemak hewanilah sumbernya. Hanya saja, pemakaian minyak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kolesterol. Lemak hewani mengandung banyak sterol yang disebut kolesterol, sedangkan minyak nabati mengandung fitosterol. Dengan demikian, jelaslah bahwa minyak goreng bukan merupakan sumber kolesterol. Kolesterol hanya berasal dari lemak hewani. Akan tetapi, konsumsi minyak dengan kandungan asam lemak jenuh yang cukup tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kolesterol di dalam tubuh melalui proses metabolisme. Untuk itu jangan takut menggunakan minyak goreng untuk memasak. Yang penting jangan menggunakan minyak secara berulang (minyak bekas/jelantah), karena dapat memicu kanker. Minyak yang telah dipakai untuk menggoreng (minyak jelantah) menjadi lebih kental, mempunyai asam lemak bebas yang tinggi dan berwarna kecokelatan. Minyak ini sangat berbahaya bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan kanker. Kolesterol sering diartikan salah oleh masyarakat dan dinilai sebagai sesuatu yang sangat menakutkan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh produsen minyak dengan menuliskan kalimat "tidak mengandung kolesterol" atau "non kolesterol" pada kemasan minyak yang dijual. Tujuan utamanya untuk mempengaruhi sugesti konsumen dan mendongkrak penjualan produknya. Sebagai konsumen, kita harus mengetahui kenyataan sebenarnya bahwa tidak ada kolesterol di dalam minyak goreng. Dengan demikian, kita tidak akan mudah menjadi korban iklan. Minyak goreng hanya mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Perbandingan asam lemak jenuh dan tidak jenuh inilah yang menentukan sifat fisik, kimia dan mutu minyak goreng secara keseluruhan. Asam lemak jenuh yang ada pada minyak goreng umumnya terdiri dari asam miristat, asam palmitat, asam laurat dan asam kaprat. Asam lemak tidak jenuh dalam minyak goreng adalah asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat yang masing-masing memiliki satu, dua dan tiga ikatan rangkap dalam struktur molekulnya. Minyak goreng dengan asam lemak tidak jenuh yang tinggi, seperti minyak kedelai dan minyak jagung sangat menguntungkan dari segi kesehatan, karena dapat mengurangi kadar kolesterol darah. Akan tetapi, minyak dengan kandungan asam lemak tidak jenuhnya tinggi kurang baik bila digunakan untuk minyak goreng, apalagi dalam pemakaian yang berulang. Pada suhu tinggi, asam lemak tidak jenuh sangat mudah sekali teroksidasi dan menimbulkan senyawa-senyawa yang berdampak negatif bagi kesehatan. Meskipun kadar asam lemak jenuh pada minyak kelapa dan kelapa sawit cukup tinggi dibandingkan dengan minyak jagung atau minyak kedelai, tidak terbukti minyak kelapa dan kelapa sawit menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Penelitian terbaru membuktikan bahwa adanya middle chain triglyceride (MCT) pada minyak kelapa sangat membantu dalam proses metabolisme lemak di dalam tubuh. Sehingga mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung koroner dan penyakit degeneratif lainnya. Oleh karena itu, nenek moyang kita tidak memiliki masalah dengan kolesterol walaupun telah menggunakan minyak kelapa dalam menu sehari-hari. Bagaimanapun juga, kolesterol penting bagi kesehatan. Kolesterol merupakan bahan baku pembentukan berbagai hormon tubuh termasuk hormon seks, pembentukan vitamin D, bagian penting dari setiap membran sel dan komponen utama penyusun lemak di otak. Oleh karena itu, fobia (ketakutan) berlebihan pada kolesterol akan merugikan kesehatan. Defisiensi kolesterol akan menyebabkan tubuh jadi kurus, infertil (mandul), gangguan otak dan sistem hormon tubuh, keterbelakangan atau gangguan mental dan meningkatnya sifat agresif. (prc) Oleh Yeni Kurniawi - Tuesday 02 October 2007 - 09:23:14 On Mon, 2007-12-17 at 13:21 +0700, Prianto Tirto Prodjo wrote: Pak Nandi yang kirim email mungkin keburu buru, yang dia maksud mungkin masakan atau makanan padang yang bersantan kental, kalau masakan padang yang nggak pakai santen ya gak po2....ayak bae....yang penting semuanya dimakan asal halal dan sepantasnya....sak cukupe....sak madyo......wis ora usah diperpanjang. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Nandi Syukri Ch. Sent: Monday, December 17, 2007 1:04 PM To: [email protected] Subject: RE: [exbe2de] FW: Sayangilah Jantung Anda Lho kok masakan Padang tiba-tiba jadi salah satu penyebab serangan jantung? Ada teman saya perempuan Jawa menikah dengan laki-laki Padang, dari sejak menikah dia sudah ribut saja supaya suaminya berhenti makan masakan Padang dan beralih ke masakan lain. Alasannya tentu saja sama, kuatir suami kena kolesterol dan serangan jantung. Lho? Terus bagaimana dong kami-kami yang asli orang Padang mau makan? Mosok ganti masakan lain? Kalau saya mah oke saja makan gudeg atau rawon, tapi coba abang atau adik saya yang tidak pernah di asrama atau yang menikah dengan orang Padang, mana ketelen katanya. Orang sono bilang we are what we eat. Ini memang bukan arti yang tersurat (harfiah?), namun kalau dijadikan arti tersurat mungkin benar juga. Apa yang kita makan, tubuh kita akan menyesuaikan dengan makanan itu, terutama kalau kita makan itu sejak kecil. Jika kita yang sudah tua tiba-tiba keranjingan ayam goreng KFC atau McD, nah itu memang perlu hati-hati, tapi buat mereka yg dari kecil makanan itu sudah sarapannya (meski dibilang "junkfood") ya oke-oke saja meskipun dimakan sampai dewasanya. Begitu juga masakan Padang, Pak Pri ya mestinya menghindarilah, sekali-sekali saja hehehe. Tapi kalau saya mungkin tidak bisa menghindari, paling tidak istri masih membelikan nasi bungkus Padang setiap minggu hehehe. Yang benar itu mungkin kalau anda berbakat atau pernah terkena serangan jantung, maka sebaiknya hindari masakan Padang. Atau jika sedari kecil bukan pemakan masakan Padang maka sekali-kali saja ke masakan Padang, sama seperti kalau beli Pizza, tidak tiap hari toh. Kalau hindari masakan Padang agar tidak terkena serangan jantung, wah kok mirip kampanye anti rokok? Kasihan dong nanti resto Padang yang bertebaran di seantero jagad hehehe Salam nsc -----Original Message----- From: PRIANTO TIRTOPRODJO [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, December 17, 2007 10:26 AM To: [email protected] Subject: Re: [exbe2de] FW: Sayangilah Jantung Anda Kang Ucup Terima kasih informasi yang bagus sekali, dan ini perlu diperhatikan khususnya utk rekan2 yang usianya sdh lebih dari 50 tahun. Yang penting kalau orang jawa bilang "Sak Madyo" bae, jangan berlebihan, kalo makan masakan padang, sop kaki kambing atau sate kambing sekali2 boleh jadi jadi tombo pingin dan supaya jadi anti bodi gitu lo. Olah raga yang ringan2 saja spt jalan kaki pagi atau naik sepeda...nggak usah ngoyo lah..ngapain repot2 Guyon jangan lupa..penting untuk sport lambe...makanya nonton lambe ndomblenya tukul di 4mata. kangucup <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ---------- Forwarded message ---------- From: "Katrini" <[EMAIL PROTECTED]> To: "'mbak RITA Sudibyo'" <[EMAIL PROTECTED]>, "'kwintono armyarsono'" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "'Budi Priyono'" <[EMAIL PROTECTED]>, "'Abdul Hamid'" <[EMAIL PROTECTED]>, "'Winarto Saptono'" <[EMAIL PROTECTED]>, "'naughty fishy'" <[EMAIL PROTECTED]>, "'herawan moejenan'" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu, 13 Dec 2007 12:01:17 +0700 Subject: Sayangilah Jantung Anda Melihat berita di detik com tadi malam Basuki pelawak terkenal meninggal dunia karena serangan Jantung. Dear ; abang2/teman/sahabat ... Ini ada cerita/kisah nyata( PENGALAMAM PRIBADI) yang mungkin akan menjadi hikmaH dan pelajaran bagi kita semua. Tanggal 29 april 2006 : malam kira jam 21.00 setelah makan malam.. suamiku merasa tidak enak badan.. masuk angin di sekitar perut dan punggung.. seperti terasa ditusuk2. rahang terasa agak kaku,mulut agak asam.. minta dibikinkan air jahe hangat.. minum lalu tidur. .
