Ini ada diskusi yang seru dari milis [EMAIL PROTECTED]

---------------------------- Original Message ----------------------------
Subject: Re: [perempuan] Fwd:  balasan ---Stop Press: --Buat Santi From:
 "ika" <[EMAIL PROTECTED]>
Date:    Wed, June 4, 2008 10:27 am
To:      [EMAIL PROTECTED]
Cc:      [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------------------------------

Dear All,

Mengikuti perbincangan ini.. kelihatannya Santiarema memang yakin sekali 
bahwa kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Tuhan dan
ajarannya  memang diperintahkan oleh Tuhan...

Kekerasan yang terjadi pada AKKBB pada hari Minggu kemarin dianggap
"wajar"  karena AKKBB mendukung Ahmadiyah... Kekerasan thd Ahmadiyah
"wajar" karena  Ahmadiyah "nyeleweng" dari ajaran Islam (yang diyakini
benar 100% menurut  mereka yang mengaku pembela "Islam"). Kasarnya gini,
Santiarema beranggapan  bahwa coba orang2 Ahmadiyah itu mengibarkan
bendera putih (menyerah), nurutin apa kata  "pembela" itu, pasti ga akan
ada kekerasan thd mereka... Santirema merasa  terganggu pada Ahmadiyah
karena dia merasa paling tau apa yang Tuhan mau...  Persis plek seperti
mereka yang selalu teriak2 Allahuakbar sambil menyambit  pedang/pentungan
ke orang2 yang ga bersenjata...

Jadi menurut saya, percuma saja diskusi ini diteruskan karena pada
akhirnya  Santiarema akan menghujat pemikiran2 yang berbeda dari pemikiran
dan  keyakinan dia, jadi debat kusir yang ga perlu. Saya pribadi percaya,
Allah  sudah mempatenkan "Islam", dan DIA yang akan menjaganya, bukan kita
 pemeluknya... DIA tidak perlu dibela, karena DIA-lah yang MAHA SEGALA...
DIA  yang akan menentukan apakah jalan yang kita ambil untuk keyakinan
kita benar  atau salah. MANUSIA tidak pernah punya hak untuk menentukan
benar atau salah  keyakinan manusia lain..
Kewajiban kita adalah menjalankan apa yang kita  yakini, TANPA merebut hak
orang lain menjalankan apa yang mereka yakini. Itu  merupakan hak TUHAN..

regards.
ika

----- Original Message -----
From: "santiarema" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 03, 2008 8:46 PM
Subject: [perempuan] Fwd: balasan ---Stop Press: --Buat Santi


Mas Toyo, Kalau berbicara masalah kekerasan, jika anda menggunakan sedikit
aja akal pikiran anda, dan menyimak postingan saya sebelumnya, maka
masalah tersebut SUDAH FINAL.
Btw, melihat cara berpikir anda saya jadi gak heran dan dapat
memahami, karena ada kelompok yang jelas2 telah melakukan PELECEHAN
terhadap Akidah Islam berupa pelecehan Nabi Muhammad SAW dan Al
Qur'an, anda tidak merasa terganggu, dan menganggap itu sebagai bagian
dari KEBEBASAN BERAGAMA. dan bahkan kelompok yang melakukannya anda bela
atas nama KEBEBASAN & PLURALISME. Saya yakin kalau Syeh Siti Jenar hidup
di jaman sekarang, pasti anda akan melakukan pembelaan yang sama atas nama
Kebebasan & pluralisme tersebut.

Mengenai Hak Paten Agama Islam, Allah SWT sendiri yang mempatenkannya :
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu. (QS. Al-Maidah:3)

Allah sendiri yang mengatakan bahwa Dia meredhai Islam jadi agama buat
kita. Allah SWT juga berfirman dengan ayat ini:

Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih
orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya
Allah sangat cepat hisab-Nya. (Qs. Ali Imran:19)

Tolong buka pikiran anda, masih layakkah kepercayaan lain yang
menyimpang dari ajaran Islam ingin dianggap sebagai Islam ?
Apakah itu bukan pemaksaan kehendak ?


--- In [EMAIL PROTECTED], jam gadang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Santi

Mungkin isu ini jadi melebar ya, karena yang kita fokus soal
kekerasan. Jadi mohon fokus dulu dengan kekerasan yang dilakukan FPI ya.
Kembali ke Fokus isunya dulu. Anda boleh katakan sikap anda soal
penyerangan itu. Kalau anda setuju kekerasan tersebut karena bentuk dari
perlawanan ke Ahamdiyah. Silakan saja. Jadi biar jelas mbak santi posisi
nya di mana. Itu yang dibutuhkan...


Kalau soal keyakinan Ahmadiyah, jujur saya tidak mau masuk ke ranah
itu. karena saya sama sekali tidak tahu soal ajaran Ahmadiyah.
Kalau ditanya pribadi saya, kalau memang benar Ahmadiyah memang
benar seperti Mbak Santi katakan. saya sebagai umat ISLAM tidak
masalah itu.. Keyakinan saya tidak merasa ternodai kok sebagai Muslim.
Kalau mbak santi terganggu yang itu urusan Mbak Santi, laporkan
Ahmadiyah ke Pengadilan. Negara kita kan negera hukum..
  Tapi saya tidak sedikitpun merasa bahwa saya harus membela Allah SWT
karena pandangan Ahmadiyah itu kok, karena saya yakin Tuhan yang saya
yakini tetap akan Mulia walau Ahmadiyah melakukan hal yang beda dari yang
saya yakini.

Kalau soal meminta Ahmadiyah buat agama sendiri, saya pikir itu hak
Ahmadiyah lah. Kalau pertanyaannya di kebalikan gimana?

Gimana kalau Islam yang diyakini mbak Santi  diminta umat Ahamdiyah untuk
buat agama sendiri, mau gak mbak Santi? jawab dengan jujur.
Begitu juga saya yakin sikap Ahmadiyah tidak mau melakukan itu.
Seperti mbak Santi juga gak mau kan?

Islam kan bukan kayak buat film atau baju yang harus hak paten nya,
islam kan bukan barang dagangan kan, yang harus hak paten nya atau HAKI
nya. Islam kan bukan milik mbak Santi, milik saya, milik Ahmadiyah, FPI,
HTI, PKS, NU, Muhammadiyah saja kan. Tapi Islam milik semua orang yang
mengakui sebagai muslim. Malah kalau Gusdur bilang bahwa Islam milik kita
semua.

  Mbak santi kan gak pernah dapat amanat Allah SWT untuk mililki Islam
kan??


  Wah kalau memang Ahmadiyah memaksakan kehendak itu memang melanggar
hukum. Kita harus ajukan ke pengadilan.  Tapi pertanyaan saya siapa sih
yang suka maksaan kehendak? Ahmadiyah, MUI, FPI, HTI, FUI atau yang
lainnya, yang mana mbak Santi yang suka maksaan kehendak apalgi sampai
gunakan kekerasan ? jawab juga dengan jujur.

  Belajarlah untuk cerdas dan dewasa dalam beragama. Kita punya Otak
dan Pikiran diminta untuk digunakan dengan maksimal.
  Supaya otaknya jadi benar - benar bekerja untuk berpikir dengan
rasional.


  Salam Peace


  Toyo

santiarema <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas Toyo,
Dalam melihat sesuatu kita lihat konteksnya secara cerdas. Konteks Umat
Islam "Bereaksi" disini adalah MENOLAK AHmadiyah sebagai Bagian dari
Islam, karena jelas 2 hal prinsip Islam telah disimpangkan oleh Ahmadiyah,
yaitu :
1. Mengakui Ghulam Mirza sebagai nabi Terakhir. Ajaran Islam hanya
mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Terakhir titik.
2. Tidak mengakui Al Qur'an sebagai Kitab Suci TErakhir dari Allah SWT,
karena masih ada Kitab suci lain yang akan turun.

Saya heran, kalau anda mengatakan Ahmadiyah didiskriminasi,
diskriminasi seperti apa ?
Padahal Ahmadiyah telah melakukan Kekerasan Intelektual terhadap Umat
Islam dan Ajaran Islam dengan memaksakan kehendaknya sebagai Bagian dari
Islam.

Sikap umat Islam terhadap Ahmadiyah sebenarnya juga dilakukan berbagai
agama lain. Protestan harus menjadi agama baru karena menolak otoritas
Gereja Katolik dalam penafsiran Bibel, meskipun antara kedua agama ini
banyak sekali persamaannya.
Tahun 2007, sebagian umat Hindu di Bali membentuk agama baru bernama agama
Hindu Bali, yang berbeda dengan Hindu lainnya.
Agama Kristen dan Yahudi mempunyai banyak persamaan. Bibel Yahudi juga
dipakai oleh kaum Kristen sebagai kitab suci mereka (Perjanjian Lama).
Tapi, karena Yahudi menolak posisi Yesus sebagai juru selamat, maka
keduanya menjadi agama yang berbeda.

Kalau mereka sportif memproklamasikan diri sebagai Agama tersendiri. Umat
Islam pasti akan menghormati keyakinan mereka sama seperti umat Islam
menghormati dan menghargai penganut agama lainnya.

Salam Damai,
Santi

--- In [EMAIL PROTECTED], jam gadang <jam_gadang2003@> wrote:

Santiarema

Mengenai kekerasan FPI, saya pribadi juga mengutuk cara2 premanisme
seperti itu, apapun alasan dan latar belakangnya.
Yg jelas itu jauh dari ajaran Islam yang cinta damai dan penuh kasih sayang.

Masalahnya adalah seperti yang anda katakan diatas, masalah
kekerasan apapun alasannya.

Argumentasi anda tidak konsisten dengan pernyataan anda. Anda
katakan bahwa tidak boleh melakukan kekerasan atas dasar apapun. Tapi ada
pula pertanyaan anda seperti ini :

Permasalahannya, Ajaran2 Ahmadiyah yang jelas2 bertentangan dengan akidah
ajaran Islam, namun dia mengatasnamakan Islam. Wajar, kalau Umat Islam
bereaksi

Coba anda amatin kedua pernyataan anda ini, tidak konsisten.

Mbak Saya Muslim, tapi tidak mau debat soal ajaran agama. Karena
saya tidak punya "kapasitas" untuk itu. Dan menurut saya juga tidak
penting buat saya, karena saya tidak tertarik tuh jadi Ahamdiyah.
Tapi ahmadiyah sebagai warga negara yang mengalami diskriminasi dan
kekerasan saya harus teriak dan melakukan pembelaan.
Karena negara kita adalah negara cinta damai....jadi begitu mbak.
Mudah2an mbak bisa lebih cerdas melihat persoalan ini.


Salam


Toyo






Dear all,

mengikuti perbincangan ini.. kelihatannya santirema memang yakin sekali
bahwa kekerasan yang mengatasnamakan pembelaan terhadap tuhan dan ajarannya
memang diperintahkan oleh tuhan...

Kekerasan yang terjadi pada AKKBB pada hari minggu kemarin dianggap "wajar"
karena AKKBB mendukung ahmadiyah... Kekerasan thd ahmadiyah "wajar" karena
ahmadiyah nyeleweng dari ajaran islam (yang diyakini benar 100% menurut
mereka yang mengaku pembela "islam"). Kasarnya gini, santirema beranggapan
bahwa coba orang2 ahmadiyah itu mengibarkan bendera putih, nurutin apa kata
"pembela" itu, pasti ga akan ada kekerasan thd mereka... Santirema merasa
terganggu pada ahmadiyah karena dia merasa paling tau apa yang Tuhan mau...
Persis plek seperti mereka yang selalu teriak2 Allahuakbar sambil menyambit
pedang/pentungan ke orang2 yang ga bersenjata...

Jadi menurut saya, percuma saja diskusi ini diteruskan karena pada akhirnya
santirema akan menghujat pemikiran2 yang berbeda dari pemikiran dan
keyakinan dia, jadi debat kusir yang ga perlu. Saya pribadi percaya, Allah
sudah mempatenkan "Islam", dan DIA yang akan menjaganya, bukan kita
pemeluknya... DIA tidak perlu dibela, karena DIA-lah yang MAHA SEGALA... DIA
yang akan menentukan apakah jalan yang kita ambil untuk keyakinan kita benar
atau salah. MANUSIA tidak pernah punya hak untuk menentukan benar atau salah
keyakinan manusia lain.. Kewajiban kita adalah menjalankan apa yang kita
yakini, TANPA merebut hak orang lain menjalankan apa yang mereka yakini. Itu
merupakan hak TUHAN..

regards.
ika

----- Original Message -----
From: "santiarema" <[EMAIL PROTECTED]com>
To: <[EMAIL PROTECTED]ps.com>
Sent: Tuesday, June 03, 2008 8:46 PM
Subject: [perempuan] Fwd: balasan ---Stop Press: --Buat Santi

Mas Toyo, Kalau berbicara masalah kekerasan, jika anda menggunakan
sedikit aja akal pikiran anda, dan menyimak postingan saya sebelumnya,
maka masalah tersebut SUDAH FINAL.
Btw, melihat cara berpikir anda saya jadi gak heran dan dapat
memahami, karena ada kelompok yang jelas2 telah melakukan PELECEHAN
terhadap Akidah Islam berupa pelecehan Nabi Muhammad SAW dan Al
Qur'an, anda tidak merasa terganggu, dan menganggap itu sebagai bagian
dari KEBEBASAN BERAGAMA.
dan bahkan kelompok yang melakukannya anda bela atas nama KEBEBASAN &
PLURALISME.
saya yakin kalau Syeh Siti Jenar hidup di jaman sekarang, pasti anda
akan melakukan pembelaan yang sama atas nama Kebebasan & pluralisme
tersebut.

Mengenai Hak Paten Agama Islam, Allah SWT sendiri yang mempatenkannya :
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi
agama bagimu. (QS. Al-Maidah:3)

Allah sendiri yang mengatakan bahwa Dia meredhai Islam jadi agama buat
kita. Allah SWT juga berfirman dengan ayat ini:

Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih
orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka.
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya
Allah sangat cepat hisab-Nya. (Qs. Ali Imran:19)

Tolong buka pikiran anda, masih layakkah kepercayaan lain yang
menyimpang dari ajaran Islam ingin dianggap sebagai Islam ?
Apakah itu bukan pemaksaan kehendak ?

--- In [EMAIL PROTECTED]ps.com, jam gadang <jam_gadang2003@...> wrote:

Santi

Mungkin isu ini jadi melebar ya, karena yang kita fokus soal
kekerasan. jadi mohon fokus dulu dengan kekerasan yang dilakukan FPI ya.

kembali ke Fokus isunya dulu. Anda boleh katakan sikap anda soal
penyerangan itu. Kalau anda setuju kekerasan tersebut karena bentuk
dari perlawanan ke Ahamdiyah. Silakan saja. Jadi biar jelas mbak santi
posisi nya di mana. Itu yang dibutuhkan...

Kalau soal keyakinan Ahmadiyah, jujur saya tidak mau masuk ke ranah
itu. karena saya sama sekali tidak tahu soal ajaran ahamdiyah.
Kalau ditanya pribadi saya, kalau memang benar Ahmadiyah memang
benar seperti Mbak Santi katakan. saya sebagai umat ISLAM tidak
masalah itu.. Keyakinan saya tidak merasa ternodai kok sebagai Muslim.
kalau mbak santi terganggu yang itu urusan Mbak Santi, laporkan
Ahmadiyah ke Pengadilan. Negara kita kan negera hukum..
Tapi saya tidak sedikitpun merasa bahwa saya harus membela Allah SWT
karena pandangan Ahmadiyah itu kok,
karena saya yakin Tuhan yang saya yakini tetap akan Mulia walau
Ahmadiyah melakukan hal yang beda dari yang saya yakini.

Kalau soal meminta Ahmadiyah buat agama sendiri, saya pikir itu hak
Ahmadiyah lah. Kalau pertanyaannya di kebalikan gimana> Gimana kalau
Islam yang diyakini mbak Santi diminta umat Ahamdiyah untuk buat
agama sendiri, mau gak mbak Santi? jawab dengan jujur.
Begitu juga saya yakin sikap Ahmadiyah tidak mau melakukan itu.
Seperti mbak Santi juga gak mau kan?
Islam kan bukan kayak buat film atau baju yang harus hak paten nya,
islam kan bukan barang dagangan kan, yang harus hak paten nya atau
HAKI nya. Islam kan bukan milik mbak Santi, milik saya, milik
Ahmadiyah, FPI, HTI, PKS, NU, Muhammadiyah saja kan. Tapi Islam milik
semua orang yang mengakui sebagai muslim. Malah kalau Gusdur bilang
bahwa Islam milik kita semua.

Mbak santi kan gak pernah dapat amanat Allah SWT untuk mililki Islam
kan??

Wah kalau memang Ahmadiyah memaksakan kehendak itu memang melanggar
hukum. Kita harus ajukan kepengadilan.
Tapi pertanyaan saya siapa sih yang suka maksaan kehendak?
Ahmadiyah, MUI, FPI, HTI, FUI atau yang lainnya, yang mana mbak Santi
yang suka maksaan kehendak apalgi sampai gunakan kekerasan ? jawab
juga dengan jujur.

Belajarlah untuk cerdas dan dewasa dalam beragama. Kita punya Otak
dan Pikiran diminta untuk digunakan dengan maksimal.
Supaya otaknya jadi benar - benar bekerja untuk berpikir dengan
rasional.

Salam Peace

Toyo

santiarema <santiarema@...> wrote:
Mas Toyo,
Dalam melihat sesuatu kita lihat konteksnya secara cerdas. Konteks
Umat Islam "Bereaksi" disini adalah MENOLAK AHmadiyah sebagai Bagian
dari Islam, karena jelas 2 hal prinsip Islam telah disimpangkan oleh
Ahmadiyah, yaitu :
1. Mengakui Ghulam Mirza sebagai nabi Terakhir. Ajaran Islam hanya
mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi Terakhir titik.
2. Tidak mengakui Al Qur'an sebagai Kitab Suci TErakhir dari Allah
SWT, karena masih ada Kitab suci lain yang akan turun.

Saya heran, kalau anda mengatakan Ahmadiyah didiskriminasi,
diskriminasi seperti apa ?
Padahal Ahmadiyah telah melakukan Kekerasan Intelektual terhadap Umat
Islam dan Ajaran Islam dengan memaksakan kehendaknya sebagai Bagian
dari Islam.

Sikap umat Islam terhadap Ahmadiyah sebenarnya juga dilakukan berbagai
agama lain. Protestan harus menjadi agama baru karena menolak otoritas
Gereja Katolik dalam penafsiran Bibel, meskipun antara kedua agama ini
banyak sekali persamaannya.
Tahun 2007, sebagian umat Hindu di Bali membentuk agama baru bernama
agama Hindu Bali, yang berbeda dengan Hindu lainnya.
Agama Kristen dan Yahudi mempunyai banyak persamaan. Bibel Yahudi juga
dipakai oleh kaum Kristen sebagai kitab suci mereka (Perjanjian Lama).
Tapi, karena Yahudi menolak posisi Yesus sebagai juru selamat, maka
keduanya menjadi agama yang berbeda.

Kalau mereka sportif memproklamasikan diri sebagai Agama tersendiri.
Umat Islam pasti akan menghormati keyakinan mereka sama seperti umat
Islam menghormati dan menghargai penganut agama lainnya.

Salam Damai,
Santi

--- In [EMAIL PROTECTED]ps.com, jam gadang <jam_gadang2003@> wrote:

Santiarema

Mengenai kekerasan FPI, saya pribadi juga mengutuk cara2 premanisme
seperti itu, apapun alasan dan latar belakangnya.
Yg jelas itu jauh dari ajaran Islam yang cinta damai dan penuh kasih
sayang.

Masalahnya adalah seperti yang anda katakan diatas, masalah
kekerasan apapun alasannya.

Argumentasi anda tidak konsisten dengan pernyataan anda. Anda
katakan bahwa tidak boleh melakukan kekerasan atas dasar apapun. Tapi
ada pula pertanyaan anda seperti ini :

Permasalahannya, Ajaran2 Ahmadiyah yang jelas2 bertentangan dengan
akidah ajaran Islam, namun dia mengatasnamakan Islam. Wajar, kalau
Umat Islam bereaksi

Coba anda amatin kedua pernyataan anda ini, tidak konsisten.

Mbak Saya Muslim, tapi tidak mau debat soal ajaran agama. Karena
saya tidak punya "kapasitas" untuk itu. Dan menurut saya juga tidak
penting buat saya, karena saya tidak tertarik tuh jadi Ahamdiyah.
Tapi ahmadiyah sebagai warga negara yang mengalami diskriminasi dan
kekerasan saya harus teriak dan melakukan pembelaan.
Karena negara kita adalah negara cinta damai....jadi begitu mbak.
Mudah2an mbak bisa lebih cerdas melihat persoalan ini.

Salam

Toyo

Kirim email ke