Bener kang Ucup, Saya ndengerin langsung malam2, gara2 mau nonton opening Euro Cup yang ternyata mboten wonten di tv cable, lha malah nyangkut di ce en en, pas ada concede speaknya dari Bude Hillary (pidato pengakuan kekalahan), saya ngliatin beliau mulai dia keluar dari rumahnya (bukan sareyannya), terus naik mobil Chevy kuning dan dikawal patwal sampai tiba digedung National Museum atau American Museum tempat beliaunya pidato. Ya Bude memang hebat sebagai poli tikus..benar2 Betina (bukan Jantan, karena bude itu perempuan)....ya di Indonesia tercinta kalau kalah pemilu terus jhotakan, kroyokan, tawuran..ngisin ngisini. Mungkin kekalahan bude karena beliaunya priyantun kuno, radi gaptek. Saya ngamatin pemilu AS, sejak awal. Ternyata hebatnya si hitam manis Asrama Tentara Obama (Barak Obama) dalam strategi kampanye nya dengan menggunakan media internet sebagai andalan utama utk penggalangan dana dan menyebar jaringan....hebat, ternyata memang hasilnya....rruar biasa. Change, We can believe it. Nah Bude Hillary caranya masih yang lama, ngumpulin konco2 dan gangnya, makan2 lalu minta sumbangan, memang sekali pukul dptnya gede, tapi jaringannya kurang luas. Tapi BO (bukan OB/ office mboy) benar2 orator ulung dan kharismatik, udah jarang banget di Amerika ada pidato pemilu yang ndengerin buaanyak banget, kalau di Indonesia spt di jaman BK, pidatonya nggegirisi. Semoga menang dan teman2nya bisa ke Amerika gratis pada saat pelantikannya nanti. PTP
--- On Tue, 10/6/08, kangucup <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: kangucup <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [exbe2de] Surat untuk Munarman To: [email protected] Date: Tuesday, 10 June, 2008, 6:02 AM pak prie... menyimak pidato tante hillary ketika menyatakan exit dari capres kok membuat saya merinding (halah kayak ngerti aja apa yang diomongin).. . ya mangga dipirsani sendiri di sini (youtube) ooo.. begitu tooo cara berdemokrasi dan menyikapi perbedaan itu.. padahal sebelumnya, seperti apa gigihnya perjuangan tante hillary ini ketika masih adu dukungan dengan mas obama (temennya uda ronie tuh)... kaya yang ada di sini nih (youtube) he,he,he... kalo di sini kok beda banget, mungkin udah "jothakan" sampek kalo yang satu dateng ke kondangan atau sripahan, yang lain pilih nggak dateng dengan alasan berobat ke luar negeri.. kalo begini terus kapan majunya... salam berubah... --- In [EMAIL PROTECTED] com, PRIANTO TIRTOPRODJO <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: > > Menurut guyonan saya, kenapa Munarman berubah mungkin karena, > 1, Keracunan,&nbsp; pada saat nyanyi Madu dan Racun&nbsp;suaranya dikeras-kerasin&nbsp;dan dengan > &nbsp;&nbsp;&nbsp; mata melotot, persis&nbsp;seperti saat dia press conference didepan wartawan , walaupun > &nbsp;&nbsp; &nbsp;pales dan salah,&nbsp;bukannya Madu ditangan kananku, tapi dia bila "Racun ditangan > &nbsp;&nbsp;&nbsp; Kananku, Madu ditangan Kiriku (bukan Kirikku).... lha salah tha? > 2. Frustasi karena dia tidak bisa Korupsi, lha wong lembaga atau tempat dia bekerja tidak > &nbsp;&nbsp;&nbsp; ada yang bisa dikorupsi, > 3. Nggak punya duit utk naik taksi, kebiasaan naik Ojek, sehingga sewaktu serempetan > &nbsp;&nbsp; &nbsp;dgn taksi dia ngamuk sama sopir taksinya (memang supir taksi sering gendeng juga), > 4. Masa kecil tidak bahagia, buktinya sekarang sedang bermain petak umpet dengan > &nbsp;&nbsp;&nbsp; polisi, mungkin sewaktu kecil nggak sempat main begituan. > 5. Mau Bikin Kejutan, membuat blue energy seperti pak Djoko dari Nganjuk, yang > &nbsp;&nbsp; &nbsp;menciptakan air jadi bahan bakar...belakangan menghilang sebentar mungkin karena > &nbsp;&nbsp;&nbsp; gagal.&nbsp;Nah kalau si Munarman ngumpet duluan, nanti muncul dan tiba tiba bisa&nbsp;bikin air > &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;jeruk (orange energy) jadi bahan bakar, bersih, tidak bau dan tidak bikin polusi, segar > &nbsp;&nbsp;&nbsp; lagi ...ssssiapa tataahu berhasil dan negara bisa menghemat BBM. > &nbsp;&nbsp;&nbsp; Sehingga tidak ada demo kenaikan BBM lagi dan tidak ada tangkap2an lagi. > &nbsp;&nbsp;&nbsp; Damai di Bumi. > &nbsp; > Sekedar catatan, > Kalau melihat rekaman di Monas tgl 1 Juni 2008, menurut saya cuma satu yang disayangkan, kenapa taman yang apik, asri, cuantik, segar di injek..injek. ..sama wong gendeng, lha dikira apa rumput, nggak bisa ngebedain suket karo kembang....buta matanya karena emosi..taman itu kan dibuat dengan uang rakyat...eh dirusak sendiri...eman tenan...wis wis wis. > &nbsp; > > > --- On Fri, 6/6/08, Indiah Marsaban &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt; wrote: > > From: Indiah Marsaban &lt;[EMAIL PROTECTED]&gt; > Subject: [exbe2de] Surat untuk Munarman > To: [EMAIL PROTECTED] com > Date: Friday, 6 June, 2008, 11:33 PM > > > > > > > Dari milis tetangga: > > Surat untuk Munarman > Dari Havel dan Kafka, > > Assalamualaikum, > > Munarman, apa kabar? Saya dengar, polisi sedang mencari Anda. > Mudah-mudahan sehat selalu. Jaga fisik senantiasa. Bukankah itu modal > utama Anda belakangan ini?! Hal yang Anda sebut "perjuangan" mungkin masih > akan panjang. > > Nah, soal catatan kiprah Anda di ranah publik, agaknya belum cukup > panjang. Saya ingat bahwa Anda pernah menjadi Koordinator Komisi untuk > Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras). Anda menggantikan almarhum > Munir, yang kemudian juga menjadi korban para durjana. Anda sendiri > memasuki lingkungan LSM sejak 1995 saat menjadi relawan di LBH Palembang. > > Lepas dari lingkungan LSM hukum, belakangan Anda bergabung dengan > Hizbut Tahrir Indonesia-sebuah organisasi massa yang relatif jauh dari > praktik kekerasan. Tapi, Ahad lalu, saya lihat Anda memimpin segerombolan > orang yang dengan bersemangat menghajar sekelompok orang. Tak ada > perlawanan sama sekali dari pihak yang diserang. Darah bercucuran dari > kepala. Wajah yang bengap. Tulang hidung yang patah. Seorang perempuan > menderita gegar otak. Ya, seorang perempuan-kaum yang melahirkan kita. > > Munarman, saya masih ingat, Anda pernah menjadi Koordinator Kontras. Kini, > Anda menjelma pelaku kekerasan. Sungguh kontras. Sungguh saya dibelit rasa > penasaran, "guncangan besar" apa yang membikin Anda bersalin watak? > > Tak lama setelah insiden Monas, Anda berujar, "Kenapa mereka mengadakan > aksi untuk mendukung organisasi kriminal? AKKBB juga memasang iklan di > koran untuk mendukung Ahmadiyah. Itu artinya mereka menantang kami lebih > dulu. Jika tidak siap perang, jangan menantang." > > Bung, setahu saya, Anda adalah seorang sarjana hukum. Bahkan, pernah > memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Dengan luncuran > kata-kata itu, saya kira Anda telah menaruh hukum sebagai keset, yang > setiap saat Anda injak-injak, Anda rendahkan. Jika ada yang bersuara lain, > itu Anda anggap sebagai ajakan berperang. Lalu, Anda pun menyerbu dengan > pentungan dan tinju. Sejak kapan hukum mengenal modus penyelesaian perkara > seperti itu? > > Ah, soal penyelesaian perkara, saya jadi ingat satu hal. Pada 2007, Anda > terjerat kasus hukum ecek-ecek. Mobil Anda diserempet taksi Blue Bird di > kawasan Limo, Depok. Lalu, Anda menempuh cara ini: merampas kunci mobil, > SIM pengemudi, dan STNK taksi tersebut. Kabarnya, Kejaksaan Negeri Depok > menyatakan kasus ini siap disidangkan. Tapi, saya tak pernah mendengar > kelanjutannya. > > Di hari-hari ini, Anda agaknya sulit lolos. Aparat hukum sudah mengincar. > Banyak kalangan juga mengharapkan Anda diadili. Harapan mereka: hukum > ditegakkan sehingga republik ini masih layak huni, ditinggali secara > beradab bin manusiawi. > > Akhir kata, sejak kemarin, beredar foto Anda sedang mencekik seseorang. > Tapi, Anda berkilah justru sedang menghalau seorang anggota Laskar Islam > agar tak anarkis. Oke.oke. > > Lalu, Anda melanjutkan, akan menyeret sejumlah media yang memajang foto > itu ke polisi. TEMPO secara khusus Anda sebut. Yang mengagetkan, termuat > di portal-portal berita hari ini, Anda menyeru agar Goenawan Mohamad, > jurnalis senior dan pendiri TEMPO, untuk bersujud dan meminta maaf pada > Anda. Bersujud? > > Munarman, jangan terlalu lama mengistirahatkan akal sehat. > > Wassalam. > > preman-preman itu. > Havel dan Kafka, > Insiden itu tak bisa diterima. Harus dikutuk. Dikecam > sekeras-kerasnya. Dan, aparat hukum mesti bertindak. Sama sekali tak ada > hak buat Front Pembela Islam (FPI) dan konco-konconya untuk membubarkan > acara Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) > di Lapangan Monas tersebut. Kebrutalan mereka, sekali lagi, mencoreng nama > Islam. > > Anak-anakku, jika mereka terus dibiarkan, aku sungguh khawatir > dengan nasib republik ini, republik yang juga menjadi tempat kalian tumbuh > ini. > > > > > > > > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
