-----Original Message-----
From: Mira Puji Astanti [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, 12 May 2005 12:33 PM
To: 'Tommy Chandra'; 'Soepardi'; 'Sunarko'; 'Reydi Arman'; 'PCC Team';
'Tarmiji'; 'Soetarno'; [EMAIL PROTECTED]; 'Yuliyati';
[EMAIL PROTECTED]; 'Muhammad Rizal'; 'Victor Buttubulawan'; 'RGobel';
'Esti Buntari'; 'Slamet Haryanto'; 'Arif Nugroho'; [EMAIL PROTECTED];
'Sarah'; 'Iswaluyo'; [EMAIL PROTECTED]; 'Jumiar Kurniawan'; 'Agus
Effendi'; 'Kadek Ngurah'
Subject: FW: Fwd: FW: WABAH POLIO

 Fyi,  ati-ati buat yang punya balita, terutama yang imunisasinya belum
lengkap Jaga kebersihan dan banyak berdoa :)


Mira P Astanti
PT. Thiess Contractors Indonesia
Senakin Mine Project
Ph. : 021 75999331
Fax. : 021 75999377
 

-----Original Message-----
From:  ezra zain
Sent: Thursday, 12 May 2005 11:31 AM
Subject: Fwd: FW: WABAH POLIO


 PENJELASAN TEKNIS DALAM RANGKA INDONESIAMENYATAKAN WABAH POLIO
 
 Dengan  dinyatakannya  wabah penyakit Polio, baik oleh Pemerintah
 Indonesiamaupun   oleh  internasional  (WHO),  maka 
 hal-hal  yang  perlu
 diketahui masyarakat adalah:
 
 *  Penyakit  Polio  merupakan penyakit anak, terutama balita. Terdapat
tiga tipe  virus  Polio,  Polio-1, Polio-2 dan Polio-3. Polio-3 yang  juga
pernah hidup di Indonesialebih dari sepuluh tahun y.l. memang  merupakan
tipe yang jarang. Polio-1 adalah jenis yang paling sering  ditemukan didunia
saat ini.
 
 * Penyakit Polio dan penyakit lain yang juga bergejala panas dan
kelumpuhan mendadak  (walau  tak  permanen) digolongkan dalam Accute
Flaccid Paralysis (AFP).  Penyakit  AFP  bisa terjadi  pada  usia anak  s/d
dewasa muda (0-15 tahun).
 
 *  Apabila  mengalami gejala AFP (kelumpuhan
 mendadak) sebaiknya
 melaporkan kepada  puskesmas  /  Rumah  Sakit setempat, untuk diambil
sample tinjanya untuk  diperiksa  lebih  lanjut  ke Laboratorium Polio
Nasional yang ada di tiga  kota  di  Jakarta, Bandungdan Surabaya.
 Kegiatan surveilans AFP ini bertujuan untuk mendeteksi apakah  mengandung
virus Polio liar (bukan akibat imunisasi)  atau virus  non-Polio.
 Pemeriksaan ini pada umumnya membutuhkan wakltu 28 hari. Kualitas
Surveilans Polio di Indonesia dinilai cukup baik.
 
 *  Sehubungan  dengan  wabah  saat ini pemerintah akan mengadakan
Imunisasi Wabah  Polio  (Mopping-Up atau Sub-PIN) di tiga propinsi
 yaitu: Jawa Barat, Banten  dan DKI Jakarta. Semua anak usia 0-59 bulan
(Balita), tanpa kecuali akan serentak diimunisasi di wilayah tersebut,
tanpa memandang apakah sudah pernah  diimunisasi Polio atau belum.
 Setiap balita akan menerima dua kali imunisasi dengan  jarak antara
sebulan. Hampir tidak ada gejala yang berat akibat imunisasi  ini.
 Demam bisa diatasi dengan obat penurun demam biasa.
 Anak usia diatas 5
 tahun dan dewasa tidak perlu menjadi target imunisasi.
 
 *  Putaran  I  akan  diselenggarakan  pada tanggal
 31 Mei 2005, dan
 putaran kedua  pada  tanggal  28  Juni  2005. 
 Setiap balita yang
 tinggal di ketiga wilayah tsb, tanpa memandang kewarganegaraan, harus
mengalami kedua putaran tersebut. Pada hari-hari tersebut imunisasi
serentak dilakukan pada pos-pos PIN,  yang lokasi-lokasinya  akan
diberitakan  seluas-luasnya pada setiap desa.
 Kemudian  keesokan
 harinya  akan  dilakukan kunjungan kesemua rumah untuk  meyakinkan  bahwa
semua  balita  telah  terimunisasi, dan menemukan balita yang  mungkin belum
terjaring pada hari pertama.
 
 * Apabila ada balita yang juga belum mendapat pelayanan, misal karena
tidak ditempat,  maka  hari-hari  berikut,  dengan perjanjian,  balita  ybs
akan dikunjungi kembali oleh petugas.
 
 *  Proteksi  terhadap  penyakit  Polio sebenarnya telah dilakukan pada
saat bayi  mendapat Paket Imunisasi Dasar (Untuk mencegah  penyakit-penyakit
TBC, Polio,  Diptheria,  Pertusis atau  Batuk  Rejan, Tetanus,  Hepatitis
dan Campak). Imunisasi  Polio Dasar  yang  lengkap adalah 4 kali, y.i. saat
bayi lahir (Polio-),  usia
 3  bln  (Polio-1),
 usia  4  bln  (Polio-2) dan usia 5 bln (Polio-3).  
 Dengan   lengkap   4
 kali  dimaksudkan  bayi  dapat menyusun antibodinya dengan maksimal,  untuk
suatu proteksi 5-10 thn.
 
 *  Mop-up  ataupun  PIN  adalah  merupakan  suatu imunisasi  suplementasi,
bertujuan  untuk  menghilangkan virus liar yang masih  ada di daerah/wilayah
ybs.  Kegiatan  mana  memerlukan duakali  pemberian
 (minimal) dengan selang antara satu bulan.
 
 * Pada kasus wabah saat ini, selain mop-up juga perlu dilakukan
peningkatan pemantauan  apakah semua bayi telah mendapat imunisasi  dasar
lengkap, serta apakah  semua  AFP  dilaporkan  dan dideteksi  bahwa tidak
mengandung virus Polio liar.
 
 *  Cek  kembali apakah dalam keluarga apakah masih ada anak usia di  bawah
3 tahun  yang  belum  lengkap imunisasi dasarnya (untuk  imunisasi lain
selain Polio). Selekasnya imunisasi dasar ini  dilengkapi.
 
 Apabila  ada  hal-hal  yang  berkaitan dengan isu wabah Polio dan
imunisasi Polio yang masih belum jelas, dapat
 menghubungi:
 
 1. dr Sri Durjati Boedihardjo
 
 USAID/BHS 021-34359409
 [EMAIL PROTECTED]
 
 0811-813-600
 
 
 
 2. dr Mohamad Sholah Imari
 DepKes/P2MPLP (untuk surveilans) 021-4247573
 
 [EMAIL PROTECTED]
 0816-184-0052
 
 
 
 3. dr Jane Soepardi, DepKes/P2MPLP (untuk imunisasi)
 021-4257044 / 4249024
 
 0811-966-169
 
 **Temans,  tolong  diforward  ke  temen2  lain ya....,  terutama  yang
punya balita..............**
 
 
 

******************
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and privileged. 
If received in error, please contact Thiess and delete all copies. You may not 
rely on advice and documents received by email unless confirmed by a signed 
Thiess letter. Before opening or using attachments, check them for viruses and 
defects. Thiess' liability is limited to resupplying any affected attachments.
******************

______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email 
______________________________________________________________________

Kirim email ke