Semoga bermanfaat.
-----Original Message-----
From: ezra zain
Sent: Tuesday, 31 May 2005 11:08 AM
Subject:FW: Ketika Iwan Fals Teringat Galang
Ketika Iwan Fals Teringat Galang
Galang Rambu Anarki adalah nama yang terkenal bukan cuma
karena ia anak Iwan Fals. Tapi juga karena inilah anak
yang namanya dijadikan judul lagu oleh bapaknya.
Anak yang
meninggal muda, yang kelahirannya diceritakan oleh si
bapak lahir awal Januari, menjelang pemilu dan harga BBM
sedang membumbung tinggi pula. Dan anak yang ketika
meninggal menimbulkan duka yang hebat bagi bapaknya. Salah
satu duka yang sangat dikenang sang bapak ialah ketika
Galang itu sering dimintanya pergi, dilarang mendekat dan
mengganggu, ketika bapaknya tengah membuat lagu.
Sebuah keputusan yang sangat menganggu batin Iwan Fals
kemudian dan keputusan yang amat ia sesali. Sebuah luka
yang membuat ia berjanji, akan lebih punya waktu bagi
anak-anaknya di hari ini. Saya berterima kasih atas
keterusterangan Iwan Fals ini. Dan maaf, jika tulisan ini
cuma akan membongkar kesedihannya kembali. Tapi jika Iwan
rela duka cita itu saya ingatkan kembali, setidaknya akan
bertambah lagi daftar orang tua yang tidak akan begitu
saja menghardik anak-anak dari dekatnya.
Betapa anak-anak selalu ingin bercengkerama dengan orang
tuanya. Ketika ia menggambar, ia ingin kita menilainya,
mengaguminya. Ketika ia tengah bertengkar, lelah dan
terlukai oleh teman-teman di sekolah, kita butuh berempati
atas deritanya. Menghibur hatinya. Ketika ia butuh
bermain, ia ingin kita menjadi teman sebayanya.
Mereka
ingin kita menjadi kuda tunggangan, menjadi monster jahat
yang dia kalahkan, dan menjadi apa saja sebagai teman masa
kecilnya.
Ketika ia bicara ia butuh kita untuk mendengarnya.
Ketika
ia melucu kita diperlukan untuk tertawa. Ketika ia mengadu
kita diminta membelanya, ketika ia kolokan kita harus
memanjakannya, ketika ia pamer kehebatan, kita harus
memujanya. Anak-anak adalah raja di rumah kita. Ia tidak
bisa menjadi nomor dua. Dan ketika kita, orang tua ini
gagal jadi rakyatnya, gagal jadi hamba sahaya, ia akan
menjadi anak yang terluka. Luka yang ia bawa hingga ke
sekujur hidupnya dan akan menentukan mutu hidup dan
matinya.
Tapi betapa berat untuk menjadi hamba sahaya bagi
anak-anak kita karena kita sendiri juga adalah anak-anak
dalam bentuk yang berbeda. Kita dan pekerjaan, adalah
anak-anak dan kegelapan. Ketakutan kita akan kegagalan di
masa depan, sama bentuknya dengan rasa takut anak-anak
kepada kegelapan. Kita takut jika kesempatan ini hilang
hanya karena terlalu banyak waktu yang terbuang.
Ini fokus
harus kencang di depan, seluruh harga harus dibayar di
muka, seluruh gangguan produktivitas harus disingkirkan.
Hidup adalah hari ini. Sekali harus berarti, meskipun esok
harus mati.
Maka ketika istri butuh mendekat sekedar ingin
bercengkerama, ketika anak-anak butuh memeluk hanya
sekadar untuk bermanja-manja, kalau perlu kita harus
menghardiknya. Bukan kita tak sayang keluarga, tapi karena
mereka mendekat pada saat yang tidak tepat. Ketika kita
sedang begini gentingnya berkonsentrasi pada pekerjaan.
Sedang berdarah-darah menata hari depan, dan ini pun demi
kepentingan mereka pula. Jadi demi hidup yang di depan,
kita harus berani mengorbankan kebahagian hari ini, begitu
tekat kita.
Dan benarlah. Banyak anak-anak terpaksa kehilangan
kegembiraannya di hari ini, karena orang tua sibuk menata
hari depan yang di sana. Banyak suami-istri lupa
bermesraan karena mereka sibuk merancang kemesraan di hari
depan. Sementara ketika masa depan itu benar-benar datang,
anak-anak telah kepalang kehilangan masa kekanakannya. Ia
telah menjadi pribadi yang kepalang luka dan tak bisa
menarik waktu kanak-kanaknya kembali. Ada jenis masa depan
yang kemudian menjadi berhala, karena ia meminta terlalu
banyak tumbal kebahagiaan yang jelas-jelas sudah nyata ada
di sini, di hari ini: anak-anak kita dan masa kanak-kanak
mereka.
Oleh: Prie GS
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
******************
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and privileged.
If received in error, please contact Thiess and delete all copies. You may not
rely on advice and documents received by email unless confirmed by a signed
Thiess letter. Before opening or using attachments, check them for viruses and
defects. Thiess' liability is limited to resupplying any affected attachments.
******************
______________________________________________________________________
This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System.
For more information please visit http://www.messagelabs.com/email
______________________________________________________________________