All,
Berita dr Media Indonesia ini benar nggak?

Salam,
ms

Ribuan Karyawan PT Arutmin Dirumahkan 
 
 Penulis: Denny Saputra
BANJARMASIN--MIOL: Dampak terhentinya pasokan bahan bakar minyak solar
ke unit pertambangan PT Arutmin Indonesia unit Senakin Kabupaten
Kotabaru dan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, menyusul diamankannya tiga
kapal tongkang pengangkut BBM yang memuat 4.150 kilo liter oleh TNI
Angkatan Laut beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan karyawan PT
Arutmin terpaksa dirumahkan.

Terhitung sejak tanggal 20 Juni, pertambangan unit Senakin-KOtabaru,
diikuti pertambangan unit Satui-Tanah Bumbu dan pelabuhan khusus
Tanjung Pemancingan milik PT Arutmin berhenti beroperasi. Penghentian
operasional ini, disebabkannya macetnya pasokan BBM dari Pertamina
menyusul diamankannya tiga kapal tongkang penyuplai BBM oleh TNI AL di
perairan Kotabaru.

Hanafi Arif, Eksternal Relation PT Arutmin Indonesia Banjarmasin, Rabu
(22/6), mengatakan satu dari tiga kapal yang ditahan sudah dilepas,
tetapi dua kapal lainnya hingga kini masih ditahan. "Yang dilepas itu,
kapal pengangkut BBM cadangan untuk dua hari, tetapi BBM untuk
operasional tambang utama masih ditahan," katanya.

Akibat terhentinya operasional pertambangan tersebut,sekitar 8.000
karyawan Arutmin dan kontraktornya terdiri dari 5.500 karyawan di
lokasi Senakin, 2.000 di lokasi Satui dan sisanya di lokasi Tanjung
Pemancingan, terpaksa dirumahkan sementara hingga

pasokan BBM kembali lancar. Menurut Hanafi, diamankannya kapal
penyuplai solar untuk operasional tambang ini, berimbas pada kerugian
yang harus ditanggung pihak perusahaan mulai dari produksi hingga
jadwal pengiriman batubara.

Kondisi penghentian operasional ini diperkirakan akan berlangsung
hingga dua pekan ke depan. Tidak hanya itu, saat ini sebanyak 77.000
metrik ton batubara yang siap dikirim untuk suplai kebutuhan nasional
termasuk industri baja dan pembangkit tenaga listrik PLTU Suralaya dan
PLTU Paiton otomatis terhenti.

Total produksi PT Arutmin pertahun mencapai 18 Juta Metrik ton dan 25
persennya untuk pasokan dalam negeri. 75 persennya lain merupakan
batubara ekspor, di mana pasar terbesar adalah negara Jepang mencapai
80. Pt Arutmin juga pemasok utama batubara untuk pembangkit listrik
Jawa Bali, setelah berkurang pasokan batubara dari PT Bukit Asam.

Untuk pihak PT Arutmin sudah meminta kepada pemerintah pusat melalui
Direktur Jenderal Geologi dan SDM dan Pemprov Kalimantan Selatan untuk
memfasilitasi penyelesaian masalah ini. =93Kita masih berupaya membuat
kesepakatan melalui jalan damai, tetapi jika masalah ini terus
berlanjut kemungkinan besar kita akan melakukan upaya hukum atas
penahanan kapal pengangkut BBM kita," katanya.

Selain Pt Arutmin, dua perusahaan pertambangan lain PT Adaro Indonesia
dan Pt Jorong Barutama Grestone juga mengalami keterlambatan pasokan
BBM terkait diamankannya kapal pengangkut BBM oleh jajaran TNI AL,
dalam dua hari terakhir. (DY/OL-1)

Kirim email ke