. >786
> DARI MILIS KELUARGA. BARANGKALI DPT JADI RUJUKAN DENGAN SOHBET
MAWLANA HISHAM
DI JAKARTA & CIKRETEK.
Allah SWT berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat,
dan bulan
pun
telah
terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"
Dalam temu wicara di
televisi bersama pakar Geologi
Muslim, Prof. Dr.
Zaghlul Al-Najar, salah
seorang warga Inggris
mengajukan pertanyaan
kepadanya, apakah ayat dari
surat Al-Qamar di atas
memiliki kandungan
mukjizat secara ilmiah ? Maka
Prof. Dr. Zaghlul
Al-Najar menjawabnya
sebagai berikut :
Tentang
ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.
Sejak beberapa
waktu
lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif,
Inggris
bagian
barat,
dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada
yang
muslim dan ada
juga
yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi
waktu itu
adalah seputar
mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.
Salah
seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri
dan bertanya,
"Wahai
Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi
"Telah dekat hari
qiamat
dan bulan pun telah terbelah" mengandung
mukjizat secara
ilmiah
?
Maka saya menjawabnya: "Tidak, sebab kehebatan ilmiah
dapat
diterangkan
oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak
bisa
diterangkan oleh
ilmu
pengetahuan, sebab ia tidak bisa
menjangkaunya. Dan
tentang
terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat
yang
terjadi pada Rasul
terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam
sebagai
pembenaran atas
kenabian dan kerasulannya, sebagaimana
nabi-nabi
sebelumnya. Dan
mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan
dan
dibenarkan oleh setiap
orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak
termaktub
di dalam kitab
Allah
dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka
tentulah kami
para
muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal
itu.
Akan tetapi hal itu
memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an
dan
sunnah-sunnah Rasulullah
shallallahu alaihi wassalam. Dan memang
Allah ta'alaa
benar-benar Maha
berkuasa atas segala
sesuatu".
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah
kisah
Rasulullah SAW
membelah bulan. Kisah itu adalah di masa
sebelum
hijrah dari Mekah
Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik
berkata,
"Wahai Muhammad,
kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba
tunjukkan
kepada kami satu
kehebatan yang bisa membuktikan kenabian
dan
kerasulanmu (mengejek dan
mengolok-olok) ?" Rasulullah bertanya,
"Apa yang
kalian inginkan ?"
Mereka
menjawab: "Coba belahlah bulan
...." Maka Rasulullah
SAW pun berdiri dan
terdiam, lalu berdoa
kepada Allah SWT agar
menolongnya. Maka Allah SWT
memberitahu Muhammad
SAW agar mengarahkan telunjuknya
ke bulan.
Rasulullah
pun mengarahkan
telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah
bulan itu dengan
sebenar-benarnya.
Maka serta-merta orang-orang musyrik
pun berujar,
"Muhammad, engkau
benar-benar telah menyihir kami!".
Akan tetapi para ahli mengatakan
bahwa sihir, memang
benar bisa saja
"menyihir" orang yang ada
disampingnya akan tetapi
tidak bisa menyihir
orang yang tidak ada
ditempat itu. Mereka lantas
menunggu-nunggu
orang-orang yang akan pulang
dari perjalanan.
Orang-orang Quraisy pun
bergegas menuju keluar batas
kota Mekkah menanti orang
yang baru pulang
dari perjalanan. Dan ketika
datang rombongan yang
pertama kali dari
perjalanan menuju Mekkah, maka
orang-orang musyrik pun
bertanya, "Apakah
kalian melihat sesuatu
yang aneh dengan bulan?".
Mereka menjawab, "Ya,
benar. Pada suatu malam
yang lalu kami melihat bulan
terbelah menjadi
dua
dan saling menjauh
masing-masingnya kemudian bersatu
kembali...!! !".
Maka sebagian
mereka pun beriman, dan sebagian lainnya
lagi tetap kafir
(ingkar). Oleh
karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:
"Sungguh, telah
dekat hari
qiamat, dan telah terbelah bulan, dan
ketika melihat
tanda-tanda
kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi
berpaling seraya
berkata, "Ini
adalah sihir yang terus-menerus" , dan
mereka
mendustakannya, bahkan
mengikuti hawa nafsu mereka.
Dan setiap urusan
benar-benar telah tetap
....." sampai akhir surat
Al-Qamar.
"Ini adalah kisah nyata",
demikian kata Prof. Dr.
Zaghlul Al-Najar. Dan
setelah selesainya Prof.
Dr. Zaghlul menyampaikan
hadits nabi tersebut,
berdirilah seorang muslim
warga Inggris dan
memperkenalkan diri seraya
berkata, "Aku Daud Musa
Pitkhok, ketua Al-Hizb
Al-Islamy Inggris. Wahai
tuan, bolehkah aku
menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul
Al-Najar menjawab:
"Dipersilahkan
dengan senang hati."
Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah
meneliti
agama-agama (sebelum
menjadi muslim), maka salah seorang
mahasiswa muslim
menunjukiku sebuah
terjemah makna-makna Al-Qur'an yang
mulia. Maka, aku
pun berterima kasih
kepadanya dan aku membawa
terjemah itu pulang ke
rumah. Dan ketika aku
membuka-buka terjemahan
Al-Qur'an itu di rumah, maka
surat yang pertama
aku buka ternyata
Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:
"Telah dekat hari
qiamat dan bulan pun
telah terbelah.... ..." Maka aku
pun
bergumam: Apakah kalimat ini masuk
akal?? Apakah
mungkin bulan bisa
terbelah kemudian bersatu kembali??
Andai benar,
kekuatan macam apa yang
bisa melakukan hal itu??? Maka,
aku pun menghentikan
dari membaca
ayat-ayat selanjutnya dan aku
menyibukkan diri dengan
urusan kehidupan
sehari-hari. Akan tetapi
Allah-lah Yang Maha Tahu
tentang tingkat
keikhlasan hamba-Nya dalam
pencarian kebenaran.
Maka aku pun suatu hari duduk di depan
televisi
Inggris. Saat itu ada
sebuah diskusi hangat antara presenter
seorang Inggris
dan 3 orang pakar
ruang angkasa AS. Ketiga pakar
antariksa tersebut pun
menceritakan
tentang
dana yang begitu besar
dalam rangka melakukan
perjalanan ke antariksa.
Dan
diantara diskusi
tersebut adalah tentang turunnya
astronot menjejakkan kakiknya di bulan,
dimana
perjalanan antariksa ke
bulan tersebut telah menghabiskan dana
tidak kurang
dari 100 juta
dollar. Mendengar hal itu, presenter
terperangah kaget
dan berkata,
"Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu
besar
dibuang oleh AS hanya
untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun
menjawab,
"Tidak, ..!!!
Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu
pengetahuan AS
di bulan, akan
tetapi kami mempelajari kandungan yang ada
di dalam
bulan itu sendiri,
maka kami pun telah mendapat hakikat tentang
bulan
itu, yang jika kita
berikan dana lebih dari 100 juta dollar
untuk
kesenangan manusia, maka
kami tidak akan memberikan dana itu
kepada siapapun.
Maka presenter itu
pun bertanya, "Hakikat apa yang
kalian telah capai
sehingga demikian
mahal
taruhannya?" Mereka
menjawab, "Ternyata bulan pernah
mengalami
pembelahan
di suatu hari
dahulu kala, kemudian menyatu
kembali.!!!" Presenter pun
bertanya,
"Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?"
Mereka menjawab,
"Kami
mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang
terpisah
terpotong
di
permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka
kami
pun meminta
para
pakar geologi untuk menelitinya, dan
mereka
mengatakan, "Hal ini tidak
mungkin telah terjadi kecuali jika
memang bulan pernah
terbelah lalu
bersatu kembali".
Mendengar paparan
itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris
mengatakan, "Maka
aku pun turun
dari kursi dan berkata, "Mukjizat
(kehebatan) benar-benar
telah terjadi
pada diri Muhammad sallallahu alaihi
wassallam 1400-an
tahun
yang
lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS
untuk
mengeluarkan dana
yang begitu besar, 100 juta dollar
lebih, hanya untuk
menetapkan
akan kebenaran muslimin !!!!"".
Maka, agama Islam ini tidak mungkin
salah ... (aku pun
bergumam),
"Maka,
aku pun membuka kembali Mushhaf
Al-Qur'an dan aku baca
surat Al-Qamar,
dan
... saat itu adalah awal
aku menerima dan masuk Islam.
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn
Shadiq
ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL'AALAMIIN
Sebarkan kepada kaum
muslimin dan muslimat yg anda
kenal... Sungguh
suatu
pencarahan yg
bermanfaat bagi kita semua...alhamdulill
ah.