|
BANTAHAN TERHADAP FITNAH HIDAYAH BUKAN SAUDARA TABLOID POP Namun setelah saya cermati, informasi miring tersebut tampaknya sekedar sensasi belaka, bualan semata yang menjurus pada fitnah. Entah didasari apa sehingga pelempar bola panas tersebut berani mengatakan sesuatu yang sebenarnya sangat tidak diketahuinya, tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya serta pemahaman yang serampangan. Apakah ada motif ingin menjatuhkan citra Hidayah di depan khalayak melalui black campaign (kampanye hitam) dengan seolah-olah mengatakan bahwa apa yang ditulisnya benar-benar merupakan investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik ataukah ada motif-motif lainnya. Maklumlah, menurut hasil riset NMR (Nielsen Media Research) kuartal pertama 2006, di sembilan kota besar tercatat majalah Hidayah adalah majalah yang paling banyak dibaca (menempati rangking pertama) di antara 10 majalah lain, baru disusul majalah GADIS, BOBO, ANEKA YESS!, KARTINI, ETNIX, SABILI, TEMPO, MISTERI dan INTISARI. Dari sekitar 40 juta pembaca yang disurvei NMR (usia 10 tahun ke atas), sekitar 4,9% di antaranya memilih Hidayah sebagai bacaan mereka. Pembaca Hidayah jauh melampaui pembaca majalah-majalah lain, sementara peringkat kedua yaitu GADIS hanya meraup 1,81%, dan majalah Intisari yang berada di peringkat sepuluh meraup 0,64% (lihat Majalah Cakram Fokus edisi 6/2006). Melihat perjalanan Hidayah yang baru berumur 5 tahun namun hasilnya cukup fenomenal, maka tak mengherankan hantaman melalui isu-isu murahan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, pun coba dihembuskan oleh oknum-oknum yang sentimen terhadap Hidayah. Kata orang, semakin di atas semakin kencang angin bergoyang, mungkin ada benarnya. Kondisi itulah yang kini dihadapi Hidayah. Saya melihat, banyak hal yang sengaja dilencengkan dan diplintar-plintir oleh pembawa informasi miring tersebut dari fakta yang sesungguhnya. Pertama, penulis (penebar informasi tak jelas tersebut) kurang memahami isi majalah Hidayah. Sebab bila ia paham betul, ia tidak akan menyimpulkan bahwa Hidayah mengusung Islam Belatung. Ia ingin memberi label itu karena melihat cover Hidayah yang seram-seram dan ada keterkaitan dengan azab yang diterima seseorang menjelang/sesudah meninggal dunia karena amal perbuatan buruknya sewaktu di dunia, ditambah lagi dengan tayangan televisi yang marak dengan sinetron dengan tema yang hampir serupa dengan Hidayah. Padahal sejatinya, cerita yang dimaksudkan itu bagian kecil dari seluruh isi majalah Hidayah. Porsi untuk cerita-cerita yang baik (husnul khatimah) yang sama-sama bisa diambil iktibarnya juga cukup banyak. Belum lagi rubrik-rubrik lain yang sangat disenangi pembaca. Seperti: Kisah Kitab (rujukannya pada kitab-kitab klasik yang memuat kisah-kisah yang patut direnungi), Kisah Quran (kisah yang tidak asing lagi yang diinukilkan dari ayat-ayat Al-Quran dan kitab-kitab tafsir), profil dai (menampilkan dai-dai yang sudah malang melintang di tanah air), tokoh-tokoh Islam, Syiar (lembaga Islam yang lebih mengedepankan pengembangan keislaman), serta artikel-artikel keagamaan yang diminati banyak orang. Dan sejak sinetron-sinetron yang hampir sama dengan Hidayah menjamur di berbagai tayangan televisi yang keluar pakem dari Hidayah, dengan penyajian dan penggarapan yang justru bisa membuat citra kurang baik, Hidayah Indonesia sudah sejak lama menarik diri dari peredaran di televisi. Dengan mengacu hal di atas, maka penilaian Hidayah yang dipersepsikan Islam Belatung adalah penilaian yang sangat cetek. Dan tampaknya sang penebar informasi miring tersebut menyimpulkan berdasar kekurangpahamannya terhadap Hidayah, ia hanya mengetahui kulit luarnya saja tanpa memahami isi-isinya. Kedua, rujukan yang digunakan sang penebar isu tersebut layak dipertanyakan
kebenarannya. Darimana informasi didapat, benarkah dari salah seorang reporter
GATRA, ataukah hanya alasan yang digunakan untuk menjustifikasi dugaannya. Saya
menangkap bahwa apa yang dituduhkan ini hanya berdasarkan katanya? Dalam ilmu mushtalahul hadits, sanadnya (penyampai berita) mungkin tidak tsiqah (kurang bisa dipercaya) hingga orang yang meriwayatkan pun (rawi) akhirnya asal-asalan. Maka berita itu pun dianggap dhaif (lemah), dan karena kedhaifannya, maka berita tersebut tidak bisa dijadikan rujukan. Oleh karena itu, orang patut curiga maksud si penulis berita. Benarkah, mengada-ada atau ada maksud kurang baik. Dalam etika jurnalistik, hal semacam ini tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Ketiga, ia benar-benar tidak tahu atau hanya mengarang. Sebab Perusahaan yang menerbitkan majalah Hidayah bukanlah PT VARIA POP NUSANTARA melainkan yang benar adalah PT VARIAPOP GROUP. Sangat berbeda sekali. Dan media-media yang berada di bawah naungan bendera PT VARIAPOP GROUP adalah MAJALAH HIDAYAH (Sebuah Intisari Islam), PARAS (Wanita Islam), MUSLIMAH (Trend Remaja Islam), ANGGUN (Pengantin Islam), VARIASARI, DIDIK (Anak Islam), CHEF (masakan) serta BERITA INDONESIA yang khusus diedarkan di Malaysia. Jadi, TABLOID POP tidak ada di dalamnya. Dengan kata lain, jika seseorang menyandingkan atau bahkan menganggap bahwa majalah HIDAYAH saudara sekandung dengan TABLOID POP yang konon katanya media porno alias esek-esek, maka penilaian tersebut SALAH BESAR dan sangat tidak berdasar. Keempat, Pak Kyai Ali Yafie tentu bisa menilai tentang isi dan misi majalah HIDAYAH sebelum menjatuhkan sepakat untuk menjadi penanggung jawab rubrik Konsultasi Fiqh. Saya yakin, beliau tidak akan mau mengasuh rubrik ini jika kenyataannya HIDAYAH punya saudara media yang hanya mengumbar syahwat, TABLOID POP. Kalau pun tahu belakangan, beliau akan segera menyetop rubrik asuhannya. Tapi kenyataannya tidak demikian kan. Beliau tetap mengawal majalah Hidayah sebagai pengasuh rubrik konsultasi fiqh sudah lebih dari 33 edisi (hampir 3 tahun). Dan alhamdulillah hingga kini beliau masih setia menerima kedatangan saya tiap sebulan sekali, saat hendak mewawancarainya (dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari pembaca) yang akan dimuat di rubrik konsultasi fiqh. Demikianlah beberapa hal yang perlu diluruskan atas berita yang tidak mengenakkan ini. Jika penasaran, silahkan konfirmasi kebenarannya secara langsung ke redaksi Hidayah. Kepada penebar berita miring ini, kalau Anda punya nyali, silahkan datang ke kantor Redaksi HIDAYAH atau Perusahaan yang menerbitkan HIDAYAH. Kita bicara blak-blakan sejauhmana tuduhan Anda benar. Wassalamualaikum wr. wb sumber :
__._,_.___
Website FEForum : http://groups.yahoo.com/group/feforum Website Admin FEForum : http://arga21.blogspot.com Website Indri <Member FEForum> : http://iniparirian.blogspot.com Website Zeqen <Member FEForum> : http://zeqen.blogspot.com Website member yang lainnya : silahkan dikirim urlnya ke admin
SPONSORED LINKS
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |

