Note: forwarded message attached.
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
Website FEForum : http://groups.yahoo.com/group/feforum
Website Admin FEForum : http://arga21.blogspot.com
Website Indri <Member FEForum> : http://iniparirian.blogspot.com
Website Zeqen <Member FEForum> : http://zeqen.blogspot.com
Website member yang lainnya : silahkan dikirim urlnya ke admin
SPONSORED LINKS
| Colleges and universities | College and university search | College and university information |
| Colleges and universities in | College and university search engine |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
--- Begin Message -------- Original Message ----- From: "purnomo" <[EMAIL PROTECTED]> To: "bangun bisaptadi" <[EMAIL PROTECTED]>; "Bangun Bisaptohadi" <[EMAIL PROTECTED]>; "eka wangsa" <[EMAIL PROTECTED]>; "evilin wu" <[EMAIL PROTECTED]>; "harinto" <[EMAIL PROTECTED]>; "moh. sutisna" <[EMAIL PROTECTED]>; "oktoria christi" <[EMAIL PROTECTED]>; "pony" <[EMAIL PROTECTED]>; "sun fa" <[EMAIL PROTECTED]>; "vivie" <[EMAIL PROTECTED]>; "wah yuni" <[EMAIL PROTECTED]>; "wirya wang" <[EMAIL PROTECTED]>; "Widi Yati" <[EMAIL PROTECTED]>; "yulie chua" <[EMAIL PROTECTED]>; "yumin t" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>Sent: Monday, 16 October 2006 5:27 PM Subject: beautiful bgtt ceritanyaNote: forwarded message attached. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection aroundhttp://mail.yahoo.com--- Begin Message ---
Note: forwarded message attached.
Why keep checking for Mail? The all-new Yahoo! Mail shows you when there are new messages.--- Begin Message ---> > MILIS DARI TETANGGA.... > > > > >> Tidak Selalu Harus Berwujud "Bunga" > > >> Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai > >> sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat > >> yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang > >> bidang. > > >> Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam > >> masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai > >> merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu > >> telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. > > >> Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta > >> berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang > >> anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah > >> saya dapatkan. > > >> Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. > >> Rasa sensitif-nya kurang. > >> Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan > >> suasana yang romantis dalam pernikahan kami > >> telah mementahkan semua harapan saya akan cinta > >> yang ideal. > > >> Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan > >> keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. > > >> "Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut. > >> "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta > >> yang saya inginkan," jawab saya. > > >> Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di > >> depan komputernya, tampak seolah-olah sedang > >> mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya > >> semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak > >> dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa > >> saya harapkan darinya ? > > >> Dan akhirnya suami saya bertanya," Apa yang dapat saya > >> lakukan untuk merubah pikiran kamu ?" > > >> Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab > >> dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat > >> menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan > >> merubah pikiran saya: > > >> Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang > >> ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu > >> memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan > >> memetik bunga itu untuk saya ?" > > >> Dia termenung dan akhirnya berkata,"Saya akan > >> memberikan jawabannya besok." > > >> Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya. > >> Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya > >> menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya > >> dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan... > > >> "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, > >> tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." > > >> Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. > >> Saya melanjutkan untuk membacanya. > > >> "Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' > >> datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan > >> tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal." > > >> "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir > >> kamu akan menjadi aneh'. > > >> Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur > >> kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk > >> menceritakan hal-hal lucu yang saya alami." > > >> "Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu > >> dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan > >> mata kamu. > > >> Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua > >> nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku > >> kamu dan mencabuti uban kamu." > > >> "Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing > >> kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan > >> pasir yang indah. > > >> Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah > >> seperti cantiknya wajah kamu." > > >> "Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah > >> yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. > >> Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu > >> mengalir menangisi kematian saya." > > >> "Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa > >> mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk > >> itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan > >> saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya > >> tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, > >> dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu." > > >> Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat > >> tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetapberusaha > >> untuk terus membacanya. > > >> "Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca > >> jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, > >> dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah > >> ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang > >> sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu." > > >> "Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, > >> biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang > >> saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. > >> Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia." > > >> Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya > >> berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil > >> tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya. > > >> Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah > >> mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. > > >> Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur > >> hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat > >> memberikan > > >> cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah > >> hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. > > >> Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud > >> cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. > >> Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga". > > > > >
--- End Message ---
--- End Message ---
--- End Message ---

