Note: forwarded message attached.
 
---------------------------------
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $310,000 Mortgage for $999/mo -  Calculate new 
house payment
--- Begin Message ---
Message
----- Original Message ----- 
From: Adm 
To: [EMAIL PROTECTED] ; opm / sm bdn [ Suyono ] ; sjm bdn ; logistik bandengan 
; administrator bdn ; sam bdn [ Sani Mulyana ] 
Sent: Thursday, November 16, 2006 12:17 PM
Subject: Hati-hati Vaksin Penyebab Autis (Mohon disebarkan demi masa depan 
anak-anak)


----- Original Message ----- 
From: helda 
To: Undisclosed-Recipient:; 
Sent: Monday, November 06, 2006 2:13 PM
Subject: Fw: Hati-hati Vaksin Penyebab Autis (Mohon disebarkan demi masa depan 
anak-anak)




Hati-hati Vaksin Penyebab Autis 
Posted by: "Hari Hermanto" [EMAIL PROTECTED] 
Sat Oct 14, 2006 7:48 am (PST) 
Dari milis Forsimpta

Hati-hati Vaksin Penyebab Autis

Kalo udah ketahuan Begini seharusnya Ada Persatuan Orang Tua yang anaknya 
Mengidap AUTIS untuk menuntut Balik baik itu ke BADAN pengawas OBAT-OBAT 
an.....Atau langsung kepada yang Menciptakan PRODUK beracun mercuri ini.....

GW Sendiri Udah FEELING kok anak 2 orang DULU (JADUL) gak Ada yang terjangkit 
AUTIS...
Eh udah Gitu Bela dirinya ada orang yang mengKLAIM bahwa ini penyakit 
GENETIC..... .. (BO'ONG BESAR) ...DAN ternyata sudah mulai terungkap akibat 
VAKSIN yang mengandung Mercuri..... ..

GW udah CURIGA memang ada UPAYA-UPAYA Bangsa Tertentu yang meracuni BANGSA LAin 
dengan RACUN-RACUN yang disembunyikan dalam OBAT-OBATAN. .....

Ibarat VIRUS KOMPUTER ..KOnsep Penyebarannya memang seperti TROJAN...

Mulai Sekarang berhati-hatilah. ..seperti nya PERANG BIO dan PERANG KIMIA sudah 
mulai dilakukan Bangsa-Bangsa Yang memang terlahir menjadi BANGSA FEODAL untuk 
meracuni BANGSA LAIN dengan cara-cara yang sangat hina ini

Vaksin penyebab Autis

Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan... atau bahkan calon 
ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masih punya 
anak kecil supaya ber-hati2... 
Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang 
membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD 
yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000, - itu 
benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah 
anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis.
Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 - Februari 2002), Joey memperoleh 
3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB.

Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima 
anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet 
Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom 
Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an.

Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak 
akir tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya 
selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang 
bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh 
treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung 
vaksinasi.

Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak 
menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum 
bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi, dan 
nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat 
besar biayanya.

Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , 
para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, 
dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan 
sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di 
Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke Indonesia dan 
dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis 
B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada 
para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan 
assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah 
bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang 
tidak mengandung Thimerosal.

Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, 
agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai 
kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka 
datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit 
apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter 
ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya 
sampai jutaaan Rupiah perbulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman- teman 
senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari 
belenggu Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE care!"  

--- End Message ---

Kirim email ke