> > Ganti Pakaian > > Dalam Kompi C sebuah pasukan sudah berbulan-bulan bertugas > di pedalaman Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka > dikumpulkan oleh sang komandan. > > "Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita > buruk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan > diganti..." "Horeeee! Siap, komandan!" seru seluruh > anggota pasukan dengan sukacita. > > "Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian > dalammu dengan punya Joko. Iwan, kamu ganti dengan punya > Budi..." > > ++++++++++++++++++ > > Penipu! > > Di suatu sidang pengadilan, Pak Hakim meminta terdakwa > berdiri untuk mendengarkan tuntutan. "Saudara didakwa > membunuh seorang guru SMA dengan menggunakan gergaji mesin!" > kata hakim. Dari deretan meja pengunjung terdengar > seseorang berteriak, "Kurang ajaaarrr!!!" > > "Harap tenang. Ini ruang sidang!" bentak hakim. Ia > kemudian melanjutkan tuntutannya, "Saudara juga didakwa > melakukan pembunuhan terhadap seorang loper koran dengan > menggunakan sekop!" > > "Bajingannnnn!!!" teriak pengunjung yang tadi. > > "Tenang, harap tenang!" teriak hakim nggak kalah kerasnya. > "Selanjutnya,saudara terdakwa juga dituduh melakukan > pembunuhan terhadap seorang tukang pos dengan menggunakan > bor listrik!" kata hakim sambil memandangi terdakwa. > > "Keparatttt!!!!" teriak pengunjung tadi tanpa bisa ditahan. > > Dengan geram hakim berkata, "Jika anda tidak bisa memberikan > alasan kenapa berulah seperti ini, maka saya akan > mendudukkan anda di kursi pesakitan dengan tuduhan menghina > pengadilan!" > > "Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir, > Pak Hakim. Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji, > bor, atau sekop, dia selalu bilang nggak punya!!!" > > ++++++++++++++++++ > > Pakai Sabun yang Banyak! > > Sorang wanita membawa cuciannya ke sebuah laundry. Ketika > kembali, ternyata masih ada noda kotor di pakaian dalamnya. > Seminggu kemudian ketika ia kembali ke laundry tersebut, > diselipkannya sebuah catatan di pakaian dalamnya: "Pakai > sabun yang banyak!" Hal ini berlangsung terus-menerus, > berminggu-minggu, sampai akhirnya si pemilik laundry sebel. > Akhirnya ketika mengembalikan cucian, si pemilik laundry > menyelipkan catatan balasan di pakaian dalam si wanita yang > bunyinya: "Pakai pembalut yang banyak!" > > ++++++++++++++++++ > > Tahukah Nyonya Caranya Bercinta? > > Ini cerita di sebuah peternakan. Seorang pria melangkah ke > rumah tetangganya dan mengetuk pintu. Ketika nyonya rumah > membuka pintu, si pria bertanya, "Apakah Nyonya tahu > caranya bercinta?" > > Tentu saja si nyonya rumah marah dan membanting pintu. > Namun, si pria tetap mengetuk pintu rumah tadi dan > mengajukan pertanyaan yang sama. Kali ini si nyonya > menjerit sekeras-kerasnya sambil mengusir tamu tidak senonoh > tadi. Mala m itu juga si nyonya menceritakan kejadian > memalukan tadi kepada suaminya. > > Si suami berjanji bahwa ia akan tinggal di rumah keesokan > harinya untuk menghadapi si tamu kurang ajar seandainya ia > muncul lagi. Ternyata benar, keesokan harinya pria yang > sama datang lagi dan mengetuk pintu. Nyonya rumah segera > membuka pintu sementara suaminya bersembunyi sambil membawa > senapan. > > Si tamu kembali bertanya, "Nyonya, tahukah anda caranya > bercinta?" > > "Tentu saja, kenapa anda menanyakannya?" si nyonya balik > bertanya. > > "Baguslah," kata si tamu. "Kalau begitu, puaskanlah suami > anda dan beritahu dia untuk menjauhi istri saya!!!" > > ++++++++++++++++++ > > Sampai Nanti... > > Ini pengalaman di Changi Airport waktu menunggu pesawat > pulang ke Indonesia . Entah kenapa tiba2 perut saya terasa > mulas. Langsung saja saya masuk ke WC yang saat itu > kebetulan sepi. > > Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata: > "Gimana dik? > > Baik aja?" Kedengerannya dari WC sebelah. Kaget juga, > darimana dia tahu saya orang Indonesia . Karena saya nggak > biasa ngobrol sama orang yg belum dikenal maka saya jawab > aja: "Ya, baik." > > Eh, dia nanya lagi: "Sekarang gimana, sudah krasa lega?" > > Wah, pertanyaan macam apa itu? Ada-ada aja. Baru juga > nongkrong semenit, jadi saya jawab aja sekenanya: "Lumayan." > > Dia jawab lagi: "Sama dong... tapi saya ada masalah dikit > nih" > > Saya mulai curiga, lalu gantian saya yang tanya: "Masalah > apa pak?" > > Dia langsung jawab: "Iniii... ada orang culun di WC sebelah > ikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalau nanti saya > telpon lagi? Ya ... sampai nanti..." *tut* > > ++++++++++++++++++ > > NENEK DAN KACANG MEDE > > Ibu Mira sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang > ke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang > nenek-nenek. > > Ibu Mira: Nek, kenalin nek, saya tetangga baru nenek, nama > saya Mira. > Nenek : Oh, silakan duduk... silakan duduk. > > Pas lagi ngobrol, di meja ada setoples kacang mede. > Ibu Mira: Wah nek, boleh yah saya cicipi kacang medenya > Nenek : oh... yah... yah..., boleh... boleh... boleh. > > Saking enaknya kacang mede tersebut, sampai habis satu > toples. > Ibu Mira: wah, maaf nek, kacang medenya sampai habis nih... > Nenek : Oh, nggak apa-apa koq, nenek juga nggak bisa > makan, maklum gigi nenek udah nggak kuat, Nenek kan sering > dikirimin sama cucu nenek coklat silver queen, nenek hanya > mampu jilatin coklatnya aja, dan kacang medenya yah itu...
to friends.

