Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--- Begin Message ---

Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
--- Begin Message ---
Catatan Harian Seorang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung 
dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai 
pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan 
melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat 
perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking , 
penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah 
karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang 
berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya 
ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai 
uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati 
baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak 
dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan 
menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat 
duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, 
menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat 
duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, 
dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut 
apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam 
pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan 
menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan 
minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya 
dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman 
teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia 
mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus 
minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam 
uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya 
minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan 
menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir 
jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi 
menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati 
bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat 
meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan 
ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang 
meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra 
sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di 
Peking . anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk 
tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal 
dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak 
menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua 
tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan 
menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya 
karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras 
dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, 
ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan 
karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, 
katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya 
tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan 
karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan 
hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu 
membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau 
makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat 
pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada 
kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. 
Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia 
ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata 
seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan 
terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan 
kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan 
kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia 
hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan 
miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya 
terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa 
menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang 
terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, 
sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan 
seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima 
kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang 
paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak 
pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini 
kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat 
baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. 
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia 
mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh 
seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan 
terbang.
Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya 
jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah 
menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami 
dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan 
minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai 
menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang 
berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak 
tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, 
perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang 
sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari 
penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri 
apa yang kita dapat. 

--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke