dari seorang sahabat,  alangkah indahnya perbedaan



Pendeta Naik Haji
Desember 4th, 2006 
http://wb13.wordpress.com/2006/12/04/pendeta-naik-haji/
Pendeta Naik Haji....masak sih ? kok bisa sih ? Yang bener aja ?.....

Seorang pendeta dan seorang haji (Haji Muhammad Isa), sudah lama banget 
bersohibat erat.  Gini ceritanya nih...Pada suatu hari yang cerah mereka berdua 
pergi bersama-sama ke-suatu tempat, sebut saja tempat itu sebagai Daerah Tujuan 
Wisata (DTW), daerah turis buang-buang duit. Disana mereka mau Nge-date atau 
apa gitu..barangkali. Gue lupa gak sempat tanya-tanya-in mau apa mereka kesana. 
Mau ini kek mau itu kek, bukan urusan gue.  It's not my business. 
Lagian....Emang Gue Pikirin. 

Dalam perjalanan menuju kesana ke-DTW, mereka berdua dengan terpaksa harus 
menyeberangi sebuah sungai yang cukup deras arus-nya dan cukup dalam and dingin 
pula. Tetapi karena pendeta itu enggak bisa berenang maka tentu saja dia enggak 
sungkan-sungkan untuk minta tolong agar pak haji sa-habat-nya itu mau 
menggendong-nya. Tentu saja pak haji ini gak tega dan gak mungkin mau nolak. 
Wong mereka berdua Good Friend kok. 

 Sebelum mulai menyebrangi sungai, kedua-nya terlihat komat-kamit, sambil 
menunduk-kan kepala-nya, hening syahdu sejenak, mereka berdua membaca doa 
bareng-bareng tetapi sesuai dengan kepercayaan masing-masing tentu-nya. 

 Ketika sedang menyeberangi sungai, dari atas gendongan-nya sang-pendeta itu 
berkata pada Pak Haji.

 " Nah, ini baru cerita, ada pendeta naik haji "  

Mereka berdua ketawa-tawa he-he-he bahagia banget deh.

 Ketika dalam perjalanan pulang, mereka berdua harus menyeberangi sungai yang 
sama, sungai yang itu - itu lagi. Seperti sebelum-nya, pendeta itu minta 
di-gendong lagi, rupanya beliau ketagihan pingin naik haji lagi. Naik haji itu 
ter-nyata memang enak ya, begitu pikir pendeta itu serius banget. 

 " Ji elo gendongin gue lagi dong ya..." Tanya pendeta

 " Oke.... Off course.... ga apa-apa ta, dengan Senang hati... .." 

sambil senyum-senyum tanda orang yang sudah ma'rifat seperti Haji Muhammad Isa 
ini. 

 Di-tengah-tengah sungai itu tiba-tiba gak tau kenapa pak haji itu melepaskan 
gendongan-nya dan pendeta itu tentu saja kecebur sungai. Jebur..... 
glagep-glagep..Lho kok bisa jadi begitu ya ?. 

Wah jangan2.... SARA nih.

 Sang Pendeta mau enggak mau harus berusaha keras banget untuk belajar berenang 
sendiri, supaya kagak ke-lelep, supaya kagak tenggelam, supaya ka-gak mati 
sia-sia selagi hidup. 

Eh tau-tau si-Pendeta itu menggerak-gerakan kakinya - water trapen - beliau 
kagak tenggelam, beliau akhirnya bisa belajar berenang sendiri dan cenge-ngesan 
kesenengan. Kayak anak kecil, ABG, padahal udah dewasa. Udah bangkotan. 

Kemudian Pak Haji berkata sambil ketawa-tawa, 

"Nah, ini baru ceritanya ada haji membaptis pendeta." 

He-he-he.

Mereka berdua ketawa lagi, dan ketawa bersama. Bersama kita bisa ketawa. 
Sekarang keduanya terlihat berenang-renang ketepian sungai. 

Untuk melepas lelah keduanya duduk leyeh leyeh lantas berbaring diatas 
re-rumput-an hijau yang terbentang luas disana sembari memandang jauh ke-ufuk 
langit biru. Pada saat itu suasana dan pemandangan-nya sungguh sungguh sangat 
indah., apalagi, tanpa disadari mereka berdua bersama-sama menyanyi-kan lagu 
dangdut rohani kesayangan pak Haji dan juga pak Pendeta. 

 Pandanglah kesana pandang ke-ufuk langit biru. Pandanglah kesana kedalam lubuk 
bathin-mu. Kenalilah siapa sebenarnya dirimu, kelak akan kau kenali TUHAN-mu. 

Salam.....




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima email ini karena Antum anggota dari milis "myQuran - Komunitas 
Muslim Indonesia". 
Untuk mengirim postingan, kirim ke : [EMAIL PROTECTED] 
Untuk berhenti dari anggita milis  ke : [EMAIL PROTECTED] 
Lainnya silahkan lihat di : http://groups.google.com/group/myquran 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---





Kirim email ke