Jakarta - Indonesia setidaknya membutuhkan 46.000 tenaga akuntan sebagai 
pengelola keuangan negara baik di tingkatan pusat maupun daerah. BPKP pun akan 
membangun Pusat Peningkatan Kompetensi Pengelola Keuangan Negara untuk 
menyiapkan akuntan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala BPKP Didi Widayadi usai melakukan penandatangannan 
kerjasama dengan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Muhayat di Gedung BPKP Jalan 
Hayam Wuruk, Jakarta, Senin (17/11/2008).

"Hal tersebut dilakukan untuk mencukupi kebutuhan SDM Pengelola Keuangan Negara 
yang saat ini membutuhkan sekitar 46.000 tenaga SDM berlatar belakang 
akuntansi," katanya.

Sebagai contoh, Pemprov DKI Jakarta yang memiliki 52 pengguna anggaran (PA), 
4.200 unit pengelola barang(UPB), 722 kuasa pengguna anggaran (KPA), setidaknya 
diperlukan sekitar 5000 tenaga di bidang akuntansi. "Namun saat ini Pemprov DKI 
Jakarta baru memiliki 22 tenaga akuntan," jelasnya.

Sasaran dari kegiatan tersebut meliputi seluruh aparat pengelola keuangan 
negara seperti pengguna anggaran, bendaharawan, Panitia Pengadaan Barang dan 
Jasa, serta Aparat Pengawas lntern Pemerintah (APIP), baik pada instansi 
Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN dan BUMD.

Menurut Didi, dengan adanya pusat kompetensi ini bisa mempercepat penerapan 
prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas atas pengelolaan keuangan negara 
dan daerah.

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/17/111440/1038063/4/negara-butuh-46000-tenaga-akuntan

yeah right!!
kita tunggu aja aksi pemerintah.....
im ready to serve you....ahak..ahak

Kirim email ke