JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mulai melepas satu-persatu 
kepemilikan sahamnya karena terlilit utang. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 
merupakan anak usaha yang dilepas perlahan, selanjutnya PT Energi Mega Persada 
Tbk (ENRG).

Berapa dan apa saja serta berapa besar utang yang memasungnya. Berikut daftar 
pinjaman perseroan yang telah dan masih berjalan, hingga 13 Oktober 2008.

1. Sejak April 2008, dengan besar pinjaman USD1,086 miliar, sumber pinjaman 
Oddickson Finance, suku bunga 8,5 persen per tahun jatuh tempo April 2009, 
status pinjaman telah dilunasi USD118,7 juta.

2. Sejak Juli-Oktober 2008, dengan besar pinjaman Rp189 miliar, sumber pinjaman 
Recapital Securities, suku bunga 16,5 sampai 20,75 persen per tahun persen per 
tahun jatuh tempo Oktober 2008 sampai September 2009, status pinjaman telah 
dilunasi Rp45 miliar dan Payment Default Rp134,9 miliar.

3. Sejak Juli 2008, dengan besar pinjaman USD150 juta, sumber pinjaman JP 
Morgan, suku bunga LIBOR plus 6,5 persen per tahun, jatuh tempo Juli 2010, 
status pinjaman telah dibayar USD78 juta.

4. Sejak Juli 2008, dengan besar pinjaman USD150 juta, sumber pinjaman ICICI, 
suku bunga LIBOR plus 4,75 persen per tahun jatuh tempo Juli 2010, status 
pinjaman telah dibayar USD45,5 juta.

5. Sejak Juli 2008, dengan besar pinjaman Rp15 miliar, sumber pinjaman PT 
Sucorinvest Gani, suku bunga 15,5 persen per tahun jatuh tempo Oktober 2008, 
status pinjaman telah dilunasi.

6. Sejak Juli-Agustus 2008, dengan besar pinjaman Rp231,81 miliar, sumber 
pinjaman PNM Investment Management, suku bunga 13,25-14,25 persen per tahun 
jatuh tempo Januari-Februari 2009, status pinjaman masih berjalan.

7. Sejak Agustus 2008, dengan besar pinjaman Rp10 miliar, sumber pinjaman 
Aldira, suku bunga 15,25 persen per tahun, jatuh tempo November 2009, status 
pinjaman Payment default.

8. Sejak September 2008, dengan besar pinjaman Rp35 miliar, sumber pinjaman 
Sarijaya Securities, suku bunga 19-20 persen per tahun, jatuh tempo Desember 
2008, status pinjaman masih berjalan.

9. Sejak September 2008, dengan besar pinjaman Rp50 miliar, sumber pinjaman 
Mandiri Sekuritas, suku bunga 20 persen per tahun, jatuh tempo Desember 2008, 
status pinjaman masih berjalan.

10. Sejak September 2008, dengan besar pinjaman Rp30 miliar, sumber pinjaman 
Dinar Securities, suku bunga 20,25 persen per tahun, jatuh tempo Desember 2008, 
status pinjaman masih berjalan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali dalam 
paparan publik insidentil, di Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta, Senin 
(17/11/2008).

"Sampai saat ini, pinjaman kepada Recapital sebesar Rp134,9 miliar dan Aldira 
sebesar Rp10 miliar sama-sama payment default," ujarnya, 

Menurut Yuanita untuk pinjaman ke Recapital yang telah dicicil baru sebesar 
Rp45 miliar. Sisanya Rp134,9 miliar itu gagal bayar karena penurunan harga 
saham UNSP dan BUMI yang begitu tajam, sehingga menyentuh batas bawah dalam 
perjanjian dengan Recapital.

Sampai saat ini, BNBR telah menggadaikan 11,450 juta saham UNSP senilai Rp10 
miliar ke PT Aldira pada Agustus 2008. Pinjaman ini jatuh tempo pada November 
2008.

"Pinjaman ini juga payment default karena penurunan harga saham akibat krisis 
global yang terjadi," tutupnya.(rhs) (mbs)

sumber : okezone

Kirim email ke