Saat ini, tidak sedikit wanita yang masih melajang di usia matang. Padahal mereka tergolong wanita cantik dan cerdas. Menurut Allan dan Barbara Pease, dalam bukunya Why Men Can Only Do One Thing at a Time and Women Never Stop Talking, ada beberapa kesalahan wanita matang, sehingga kehidupan cinta mereka sering gagal. Apa saja?
Kriteria terlalu tinggi Sering tanpa disadari, bertambahnya usia diiringi dengan kemapanan berkarier, menyebabkan wanita terlalu banyak mengajukan syarat dalam memburu pria idamannya. Pokoknya, ingin dapat semua mulai dari wajah tampan, kepribadian penyayang, pergaulan luas, pendidikan tinggi, karier bagus hingga kondisi finansial yang mapan. Saran: Tidak ada orang yang sempurna. Dalam hal ini adalah calon suami. Sebaiknya, jangan terlalu berharap mendapatkan pria idaman yang sempurna. Pilihlah pria yang membuat Anda merasa aman dan nyaman. Dengan begitu, Anda juga bisa menerima kekurangannya. Penampilan sempurna Begitu melangkah keluar pintu rumah, selalu menjaga tampilan dirinya berkilau sempurna. Bahkan sikap dan tutur bahasa diusahakan tampil tanpa cela. Ibaratnya, wanita ini seperti selalu tampil sempurna. Secara fisik, penampilan seperti enak dipandang mata. Tapi, hati-hati, lho, sikap seperti itu ternyata tak jarang membuat pria alergi dan malas mendekati. Saran: Pria dengan ego yang dimilikinya, mempunyai kebutuhan juga untuk 'terlihat' di samping wanita yang menjadi pasangan. Tapi, kalau yang berjalan di sisinya itu terlalu 'oke', bisa-bisa ia malah minder. Sehingga, pria itu merasa dirinya kurang berarti, dan akhirnya memilih untuk mundur. Jangan terlalu memaksakan diri untuk selalu tampil sempurna. Sesekali boleh, dong, menampilkan sisi penampilan Anda yang apa adanya. Memiliki banyak teman pria Pria juga takut serius dengan wanita yang koleksi teman prianya segudang. Hari Senin jalan dengan A, hari Selasa dengan B, eh, akhir pekan dengan si C atau D. Wanita yang hobi bergonta-ganti teman pria dibaca pria sebagai wanita yang menunjukkan perilaku tidak ingin membina hubungan jangka panjang. Saran: Boleh saja sih, punya banyak teman pria, tapi usahakan jangan terlalu sering tampil berdua. Cobalah untuk mengajak teman wanita atau pergi berombongan. Nah, jika Anda kebetulan pergi dengan pria yang Anda sukai, lihatkan itikad serius. Jangan ketika sedang kencan dengannya, Anda malah asyik tebar pesona. Sibuk ber-SMS atau menunjukkan perilaku seperti sana-sini oke. Gelagat yang dibaca pria untuk wanita seperti ini, wanita ini masih ingin main-main dan belum mau berkomitmen Hobi berpikiran negatif Jangan terus-terusan berkata 'tidak akan ada pria yang mencintai saya' atau 'ujung-ujungnya, saya tetap akan sendirian juga'. Awalnya mungkin Anda hanya bercanda menyorakkan keputusasaan, tapi lama-kelamaan, Anda terbentuk untuk mempercayai perasaan negatif tersebut. Gawatnya lagi, pikiran negatif tersebut akan mempengaruhi hubungan Anda dengan orang-orang sekitar. Bagaimana Anda berharap suatu hubungan akan bertahan, jika antipati sudah terbentuk? Saran: Mulailah dengan mencintai diri dan hidup Anda sendiri. Terbitkan pikiran, positif, yakni saya, manusia yang baik dan pantas untuk dicintai. Banyak hal menjanjikan dari diri saya, untuk membangun suatu kehidupan cinta yang romantis. Otomatis, pikiran negatif pun terhapus. Anda pun menjadi lebih ceria dan bersyukur akan kehidupan yang Anda miliki. Pria mana sih yang tidak ingin mendekati wanita yang ceria dan bersemangat akan hidupnya? sumber : mathub2003

