sumber 
http://www.detikinet.com/read/2009/05/11/133018/1129478/398/teh-botol-sosro-jadi-korban-e-mail-tipuan

Jakarta - Analis antivirus dan keamanan komputer menemukan penyebaran e-mail 
tipuan yang menjadikan Teh Botol Sosro sebagai korbannya. Minuman ringan 
populer itu disebut-sebut beracun. 

E-mail kabar bohong alias hoax itu diduga menyebar sejak awal Mei 2009. 
Penyebarannya pun menjadi ramai akibat pengguna internet yang 'baik hati'. 

Menurut Alfons Tanujaya, analis antivirus dan keamanan komputer dari Vaksincom, 
dalam keterangan yang dikutip detikINET, Senin (11/5/2009), pengguna internet  
banyak yang ikut menyebarkan kabar bohong tersebut lewat email. "Alih-alih 
membantu orang, si pengirim email inilah yang sebenarnya teracuni oleh berita 
bohong karena tidak melakukan crosscheck terlebih dahulu sebelum mengirimkan 
email," ujarnya. 

Berikut adalah analisa Alfons terhadap kabar bohong yang telah menyebar itu: 
  a.. Pembuat hoax ini cukup piawai, karena ia langsung menyentuh ketakutan 
orang tua masa kini, dimana yang menjadi korban adalah anak kecil yang rewel. 
Siapa yang tidak khawatir kalau anaknya sakit?
  b.. Hidroxilic acid atau dihidrogen monoksida. Mungkin nama 'seram' berbau 
kimia ini yang meyakinkan mayoritas orang awam percaya dan memutuskan untuk 
mem-forward email ini. Dimana sering terjadi orang meninggal karena keracunan 
Karbon Monoksida (CO) di dalam mobil yang diparkir dan tetap dinyalakan 
mesinnya. Tetapi perlu anda ketahui bahwa dihidrogen monoksida adalah dua (di) 
hidrogen, satu (mono) oksida ditulis dengan nama H2O yang artinya air. 
  c.. Pembuat hoax berusaha mendapatkan pengesahan dari sumber terpercaya 
seperti "Universitas terkenal di Amerika". Universitas yang mana ?
  d.. Hoax ini menakuti korbannya dengan kalimat "Sedetik saja gejala kelebihan 
ini terlambat ditangani, nyawa pasien melayang," jawab Dr. Priyadi Handoko, 
ahli kesehatan dari IKDN. Padahal siapa Dr. Priyadi Handoko dan apa itu IKDN 
tidak dapat ditemukan dan tidak dapat memberikan konfirmasi.
  e.. Lalu tidak lupa pembuat hoax ini 'menghimbau' penerima berita untuk 
meneruskan informasi ini dengan kalimat "Please spread the words. Sebarkan 
berita ini kepada orang-orang yang kamu sayangi, sebelum semuanya terlambat! 
Perangi hydroxylic acid!"

Alfons pun menuturkan poin-poin yang membuktikan bahwa kabar racun dalam Teh 
Botol Sosro itu memang kabar bohong: 
  a.. http://en.wikipedia.org/wiki/Dihydrogen_monoxide_hoax yang menjelaskan 
bahwa DHMO atau Dihydrogen Monoxide adalah H2O atau air. Ide hoax menggunakan 
istilah DHMO ini pertama kali digunakan oleh Eric Lechner dan Matthew Kaufman 
di tahun 1990, dirubah sedikit oleh Craig Jackson di tahun 1994 dan menjadi 
populer karena Nathan Zohner (14 tahun) di tahun 1997 yang menggalang petisi 
untuk memboikot DHMO. Lalu oleh seorang praktisi periklanan Indonesia CCI 
(Creative circle Indonesia), Hariadi dimodifikasi menjadi hoax Teh Botol 
Beracun. (April 2009).
  b.. Situs Hariadi yang menjelaskan kronologi pengiriman hoax yang sebenarnya 
merupakan konsep periklanan untuk komunitas tertutup, tetapi celakanya malah 
disebarkan keluar oleh orang yang "baik hati" (untuk tidak mengatakan 
"keterlaluan"). 
  c.. Situs Teh Botol Sosro yang langsung mengklarifikasikan ketidakbenaran 
hoax ini. 

Namun, menurut Alfons, Vaksincom masih memantau adanya penyebaran email kabar 
bohong ini di berbagai tempat meskipun sudah ada klarifikasi dari berbagai 
pihak.  Selain lewat email, Vaksincom juga menemukan penyebaran kabar bohong 
ini melalui blog.

Kirim email ke