Basuki Agus Suparno (39) 

Artikel ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi inspirasi hidup dan semangat 
untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Ternyata ada mantan loper koran yang 
meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Komunikasi! SANGAT LUAR BIASA! Bagaimana 
dengan Anda? Baca juga ya daftar negara akses internet paling cepat di dunia 
2010.

Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Indonesia, yang dipimpin Prof Dr Ilya 
Revianti Sudjono Sunarwinadi, Kamis (14/1/2010) di kampus FISIP UI, Depok, 
menarik perhatian banyak kalangan intelektual. Seorang yang dikenal dulunya 
sebagai loper koran, Basuki Agus Suparno (39), berhasil meraih gelar doktor 
dalam bidang Ilmu Komunikasi.

"Setelah mempertimbangkan disertasi berjudul Kontestasi Makna dan Dramatisme 
(Studi Komunikasi Politik tentang Reformasi di Indonesia) dan jawaban yang 
diberikan saat sidang, Basuki Agus Suparno lulus dengan nilai sangat 
memuaskan," kata Ilya Revianti Sudjono Sunarwinadi setelah berapat selama 15 
menit dan sidang selama 2 jam.

Promotor Prof M Alwi Dahlan, PhD mengatakan, Basuki Agus Suparno adalah doktor 
ke-42 lulusan program Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia.

"Yang membedakannya dari lulusan doktor yang lain, Basuki adalah tamatan 
pertama yang memulai karier komunikasi dari bawah, yakni dari loper koran. Juga 
dari keluarga besar, anak ke delapan dari sembilan bersaudara," katanya.

Alwi yang menguji Basuki ketika masuk program S-3 di UI, seperti tak percaya 
dengan semangat belajar Basuki, yang juga pernah menjadi pengasong di gerbong 
kereta api.

Basuki Agus Suparno dalam disertasinya mengkaji tentang kontestasi makna 
reformasi dalam drama politik pada tahun 1997 sampai 1998 di Indonesia dan 
bagaimana aktor-aktor politik berkomunikasi tentang reformasi dalam drama 
politik itu.

Tiga dari lima hasil penelitian, yaitu, pertama, situasi pencalonan presiden 
untuk masa bakti 1998-2003 yang memperlihatkan adanya kompetisi dan saling 
bersaing antara mereka yang menginginkan Presiden Soeharto tidak dicalonkan dan 
yang mencalonkan kembali.

Kedua, aksi dan demonstrasi mahasiswa yang memperlihatkan persaingan antara 
mereka yang menghentikan gerakan dan yang berkeinginan memperluas gerakan, 
serta tingkat partisipasi guna menjatuhkan Presiden Soeharto. Ketiga, kerusuhan 
massa yang memperlihatkan persaingan pemikiran antara yang melihat sebagai 
akibat kesenjangan sosial dan pembangkangan sipil.

"Hasilnya, Presiden Soeharto menyatakan berhenti, rezim Orde Baru diganti, dwi 
fungsi ABRI dicabut, amandemen UUD 1945," kata Basuki. 

sumber  kompas. artikel motiviasi inspirasi hidup dan pendidikan

Attachment: 4215932086-tukang-koran-itu-jadi-doktor-komunikasi-ui.jpg?x=213&y=160&sig=A1AVnGhQAHxs.w1REbslYQ--
Description: Binary data

Kirim email ke