*Bacaan Ringan Di Siang Hari*

---------- Forwarded message ----------
From: dady hendarmin
Date: 2013/7/2
Subject: [M-73 ITB] Re: Sosrokartono, Manusia Jenius di Era Pejajahan
To: ETTI


**




  *Dari:* djarot s
***Dikirim:* Minggu, 30 Juni 2013 19:05
*Judul:* Re: Sosrokartono, Manusia Jenius di Era Pejajahan


 RMP Sosrokartono di Eropa juga terkenal sbg pakar metafisika.
Dalam laku lampah prihatinnya sering berhari-hari tidak memakan makanan
apapun selain hanya beberapa buah cabe saja.

Dss
------------------------------
*From: * A Atmawinata
*Subject: *[M-73 ITB] Re: Sosrokartono, Manusia Jenius di Era Pejajahan


http://forum.viva.co.id/sejarah/889637-sosrokartono-manusia-jenius-di-era-penajahan.html

**
*Sosrokartono, Manusia Jenius di Era Pejajahan*
**
**
Dedongkot-kotel || Selama ini kita hanya mengenal R.A. Kartini sebagai
pemikir ulung yang membuka gerbang kesetaraan wanita di dunia kaum lelaki.
Rupanya pahlawan yang 'harum namanya' ini memiliki seorang kakak yang
jenius, seorang wartawan yang poliglot dan berkarir cemerlang di tanah
Eropa.

[image:
http://1.bp.blogspot.com/-02WUQFLfyOE/UYSp5fyz22I/AAAAAAAACzI/nMbH5aBX4Hk/s1600/sosrokartono.JPG]

Mungkin, tanpa peran sang kakak, Sosrokartono, boleh jadi nama R.A. Kartini
tidak akan pernah 'harum' dan menjadi pahlawan emansipasi wanita di
Indonesia.

*Lahir di Mayong dengan nama Raden Mas Panji Sosrokartono pada hari Rabu
Pahing tanggal 10 April 1877 M. Beliau adalah putera R.M. Adipati Ario
Sosroningrat, bupati Jepara.
*
Sejak kecil Sosrokartono sudah mempunyai keistimewaan, beliau cerdas dan
mempunyai kemampuan membaca masa depan. *Kakak dari ibu kita Kartini* ini,
setelah tamat dari Eropesche Lagere School di Jepara, melanjutkan
pendidikannya ke H.B.S. di Semarang. Pada tahun 1898 Sosrokartono lalu
meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda.

Sosro awalnya masuk di sekolah Teknik Tinggi di Leiden. Tetapi merasa tidak
cocok, sehingga pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur. Beliau
merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri
Belanda, yang pada urutannya disusul oleh putera-putera Indonesia lainnya.
Dengan menggenggam gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari Perguruan
Tinggi Leiden, Sosro akhirnya melanglang buana ke seluruh Eropa,
menjelajahi pelbagai pekerjaan.


*Karir Eropa dimulai*

Pada tahun *1917,* koran Amerika *The New York Herald Tribune,* di Kota
Wina, ibu kota Austria, membuka lowongan kerja untuk posisi wartawan perang
untuk meliput Perang Dunia I. Salah satu tes adalah menyingkat-padatkan
sebuah berita dalam bahasa* Perancis* yang panjangnya satu kolom menjadi
berita yang terdiri atas kurang lebih 30 kata, dan harus ditulis dalam 4
bahasa yaitu* Inggris, Spanyol, Rusia dan Perancis *sendiri.

Drs Raden Mas Panji Sosrokartono, putra Bumiputra yang ikut melamar,
berhasil memeras berita itu menjadi 27 kata, sedangkan para pelamar lainnya
rata-rata lebih dari 30 kata. Persyaratan lainnya juga bisa dipenuhi oleh
RMP Sosrokartono sehingga akhirnya ia terpilih sebagai wartawan perang
surat kabar bergengsi Amerika, The New York Herald Tribune.

Supaya pekerjaannya lancar, dia juga diberi pangkat Mayor oleh Panglima
Perang Amerika Serikat. RMP Sosrokartono seorang *poliglot, ahli banyak
bahasa.* Ia *menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa suku di tanah
Nusantara.*Sebelum ia menjadi wartawan the New York Herald Tribune, ia
bekerja sebagai penerjemah di Wina. Di Wina ia terkenal dengan julukan si
jenius dari Timur.

Dia juga bekerja sebagai wartawan beberapa surat kabar dan majalah di
Eropa. Di dalam buku 'Memoir' Drs Muhammad Hatta diceritakan kalau RMP
Sosrokartono mendapat gaji 1250 Dollar dari surat kabar Amerika. Dengan
gaji sebesar itu ia dapat hidup mewah di Eropa.

Sosro juga kerap mengirimi buku dan buletin kepada adiknya Kartini. Buku
kiriman Sosro ini lah yang kelak menjadi pencerahan bagi Kartini untuk
mendobrak tradisi dan melahirkan emansipasi wanita di Nusantara.

Sebelum Perang Dunia I berakhir, pada bulan November 1918, RMP Sosrokartono
terpilih oleh blok Sekutu menjadi penerjemah tunggal, karena ia
satu-satunya pelamar yang memenuhi syarat-syarat mereka yaitu ahli bahasa
dan budaya di Eropa dan juga bukan bangsa Eropa.


*Artikel yang menggemparkan dunia*

Dalam 'Memoir' tulisan Drs Muhammad Hatta ditulis kalau RMP Sosrokartono
juga menguasai bahasa Basque, menjadi penerjemah pasukan Sekutu kala
melewati daerah suku Basque. Suku Basque adalah salah satu suku yang hidup
di Spanyol. Ketika Perang Dunia I menjelang akhir, diadakan perundingan
perdamaian rahasia antara pihak yang bertikai.

Pihak-pihak yang berunding naik kereta api yang kemudian berhenti di hutan
Compaigne di Perancis Selatan. Di dalam kereta api, pihak yang bertikai
melakukan perundingan perdamaian rahasia. Di sekitar tempat perundingan
telah dijaga ketat oleh tentara dan tidak sembarangan orang apalagi
wartawan boleh mendekati tempat perundingan dalam radius 1 km. Semua hasil
perundingan perdamaian rahasia tidak boleh disiarkan, dikenakan embargo
sampai perundingan yang resmi berlangsung.

[image:
http://1.bp.blogspot.com/-ZRrujG9MZFQ/UYM9NRF7H3I/AAAAAAAAQCU/E7y5ua_Jf-0/s400/sosrokartono-compagnie-france.jpg]

Dalam Sejarah Dunia, Perundingan Perdamaian Perang Dunia ke I yang resmi
berlangsung di kota Versailles, di Perancis. Ketika banyak wartawan yang
mencium adanya 'perundingan perdamaian rahasia' masih sibuk mencari
informasi, koran Amerika The New York Herald Tribune ternyata telah
berhasil memuat hasil perundingan rahasia tersebut.

Penulisnya 'anonim', hanya menggunakan kode pengenal 'Bintang Tiga'. Kode
tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I dikenal sebagai kode dari
wartawan perang RMP Sosrokartono. Konon tulisan itu menggemparkan Amerika
dan juga Eropa.

Tahun 1919 didirikan Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atas prakarsa
Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson. Dari tahun 1919 sampai 1921, RMP
Sosrokartono, anak Bumiputra, mampu menjabat sebagai Kepala penerjemah
untuk semua bahasa yang digunakan di Liga Bangsa-Bangsa.

Bahkan dia berhasil mengalahkan poliglot-poliglot dari Eropa dan Amerika
sehingga meraih jabatan tersebut. Liga Bangsa-Bangsa kemudian berubah nama
menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Organization) pada tahun
1921.


*Menyembuhkan penyakit dengan mukjizat*
Tahun 1919 RMP Sosrokartono juga diangkat menjadi Atase Kebudayaan di
Kedutaan Besar Perancis di Belanda. Sampai suatu ketika terdengar berita
tentang sakitnya seorang anak berumur lebih kurang 12 tahun. Anak itu
adalah anak dari kenalannya yang menderita sakit keras, yang tak kunjung
sembuh **** sudah diobati oleh beberapa dokter.

Dengan dorongan hati yang penuh dengan cinta kasih dan hasrat yang besar
untuk meringankan penderitaan orang lain, saat itu juga beliau menjenguk
anak kenalannya yang sakit parah itu. Sesampainya di sana, beliau langsung
meletakkan tangannya di atas dahi anak itu dan terjadilah sebuah keajaiban.
Tiba-tiba si bocah yang sakit itu mulai membaik dengan hitungan detik, dan
hari itu juga ia pun sembuh.

Kejadian itu membuat orang-orang yang tengah hadir di sana terheran-heran,
termasuk juga dokter-dokter yang telah gagal menyembuhkan penyakit anak
itu. Setelah itu, ada seorang ahli Psychiatrie dan Hypnose yang menjelaskan
bahwa sebenarnya Drs. R.M.P. Sosrokartono mempunyai daya pesoonalijke
magneetisme yang besar sekali yang tak disadari olehnya.

Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya beliau merenungkan dirinya dan
memutuskan menghentikan pekerjaannya di Jenewa dan pergi ke Paris untuk
belajar Psychometrie dan Psychotecniek di sebuah perguruan tinggi di kota
itu. Akan tetapi, karena beliau adalah lulusan Bahasa dan Sastra, maka di
sana beliau hanya diterima sebagai toehoorder saja, sebab di Perguruan
Tinggi tersebut secara khusus hanya disediakan untuk mahasiswa-mahasiswa
lulusan medisch dokter.


*Pulang ke tanah air*
Beliau kecewa, karena di sana beliau hanya dapat mengikuti mata kuliah yang
sangat terbatas, tidak sesuai dengan harapan beliau. Di sela-sela hati yang
digendam kecewa, datanglah ilham untuk kembali saja ke Tanah Air-nya.

RMP Sosrokartono akhirnya pulang ke tanah air tahun 1925 dan menetap di
Bandung. Ia ingin mendirikan sekolah sebagaimana dicita-citakan mendiang
adiknya, Kartini. Ia juga ingin mendirikan perpustakaan.

[image:
http://1.bp.blogspot.com/-L-7gzSfRHcQ/UYM9NAScPEI/AAAAAAAAQCQ/Nu9XlBCoDnA/s400/sosrokartono-buku.jpg]

Untuk menghimpun modal, pada mulanya ia melamar menjadi koresponden The New
York Herald untuk Hindia Belanda, tapi koran itu sudah berganti pemilik dan
merger dengan koran lain.

Namun, dalam suratnya kepada Nyonya Abendanon, Sosrokartono menyatakan
kekecewaannya. Sesampai di Jawa, ia telah dicap sebagai komunis oleh
pemerintah jajahan. “Itu merupakan bentuk fitnah yang sangat keji yang saya
rasakan, namun tidak berdaya terhadapnya,” tulisnya.

“Tapi kepada Anda, Nyonya yang mulia, saya bersumpah atas kubur ayah saya
dan Kartini, bahwa saya sama sekali tak pernah menganut paham komunis, dulu
tidak, sekarang pun tidak. Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada
bekerja untuk pendidikan mental sesama bangsa saya, dalam artian yang telah
dimaksudkan oleh Kartini,” ucap Sosrokartono.

Kartono kemudian menggalang dukungan dari kelompok pergerakan di Indonesia.
Ia menemui Ki Hajar Dewantara. Bapak pendidikan itu lalu mempersilakan
Kartono membangun perpustakaan di gedung Taman Siswa Bandung. Ia pun
diangkat menjadi kepala Sekolah Menengah Nasional di kota ini.

Pada saat yang bersamaan, ia menyaksikan orang-orang kelaparan dan diserang
berbagai macam penyakit. Kartono pun kemudian menjalankan laku puasa
bertahun-tahun untuk merasakan apa yang juga diderita saudara-saudaranya.
Ia juga menjadikan Darussalam sebagai rumah pengobatan.

Separuh badan Sosrokartono lumpuh sejak 1942. Kartono mangkat pada 1952,
tanpa meninggalkan istri dan anak. Ia dimakamkan di Sedo Mukti, Desa
Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.


Kata-kata insprasi dari Sosrokartono (terdapat pada nisan)
1. Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji. (Kaya tanpa Harta / Kaya Hati ;
Sakti tanpa Ilmu)
2. Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap keadaan yang telah terjadi)
3. Suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat jahat, tidak perlu takut)
4. Langgeng tan ana susah tan ana bungah (tetap tenang, tidak kenal duka
maupun suka)
5. Anteng manteng sugeng jeneng (diam sungguh-sungguh, maka akan selamat
sentosa).
****





  __._,_.___
  Reply via web
post<http://groups.yahoo.com/group/ETTI-for-ALL/post;_ylc=X3oDMTJwYzUxcmw0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzg0ODg5NzUyBGdycHNwSWQDMTcwNTAzODA2NARtc2dJZAM5NDgEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMzcyNzM2NjE3?act=reply&messageNum=948>
 Reply
to sender
<[email protected]?subject=Re%3A%20Trs%3A%20%5BEXHUFFCO%5D%20Re%3A%20%5BM-73%20ITB%5D%20Re%3A%20Sosrokartono%2C%20Manusia%20Jenius%20di%20Era%20Pejajahan>
 Reply
to group
<[email protected]?subject=Re%3A%20Trs%3A%20%5BEXHUFFCO%5D%20Re%3A%20%5BM-73%20ITB%5D%20Re%3A%20Sosrokartono%2C%20Manusia%20Jenius%20di%20Era%20Pejajahan>
 Start
a New 
Topic<http://groups.yahoo.com/group/ETTI-for-ALL/post;_ylc=X3oDMTJmZ3B1anNqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzg0ODg5NzUyBGdycHNwSWQDMTcwNTAzODA2NARzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEzNzI3MzY2MTc->
 Messages
in this 
topic<http://groups.yahoo.com/group/ETTI-for-ALL/message/948;_ylc=X3oDMTMza200dTliBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzg0ODg5NzUyBGdycHNwSWQDMTcwNTAzODA2NARtc2dJZAM5NDgEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMzcyNzM2NjE3BHRwY0lkAzk0OA-->(1)
Recent Activity:


 Visit Your 
Group<http://groups.yahoo.com/group/ETTI-for-ALL;_ylc=X3oDMTJmMmdvZDBlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzg0ODg5NzUyBGdycHNwSWQDMTcwNTAzODA2NARzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEzNzI3MzY2MTc->
 [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlMmEyb3BsBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzg0ODg5NzUyBGdycHNwSWQDMTcwNTAzODA2NARzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTM3MjczNjYxNw-->
Switch to: 
Text-Only<[email protected]?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>,
Daily 
Digest<[email protected]?subject=Email+Delivery:+Digest>•
Unsubscribe <[email protected]?subject=Unsubscribe>•
Terms
of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> • Send us Feedback
<[email protected]?subject=Feedback+on+the+redesigned+individual+mail+v1>
   .

__,_._,___



-- 
Rizqi Syawal
Geologist
PT Energi Tanjung Tiga
Personal Email :[email protected]
+6285641058211/ +6281314052333

Kirim email ke