Baru baca mas koko, haduh serem ya ceritanya =(

Sent from my iPod

On 2 Sep 2013, at 21:41, "Bhaskara Aji" <[email protected]> wrote:

> HISAB HARTA
> 
> Alkisah seorang Konglomerat telah menulis satu surat wasiat : "Barang siapa 
> yang dapat menjagaku di dalam kubur setelah Aku mati nanti akan kuwarisi 
> separuh dari harta peninggalanku". Lalu ditanyakanlah hal itu pada 
> anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. Namun 
> anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjagamu wahai ayah karena 
> pada masa itu ayahpun sudah menjadi mayat". Selang keesokan harinya 
> dipanggillah semua adik-adiknya dan beliau berkata, “Wahai adik-adikku 
> sekalian sanggupkah kamu menjaga aku setelah aku mati nanti selama 40 hari 
> bersamaku di dalam kubur? nanti aku akan memberi setengah daripada hartaku 
> kepada di antara kamu yang sanggup bersamaku. Dan adik-adiknya pun menjawab, 
> “Wahai abangku, adakah engkau sudah gila mana mungkin ada manusia yg sanggup 
> bersama mayat selama itu di dalam tanah.” Lalu dengan sedih Konglomerat 
> tersebut memanggil ajudannya untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke 
> seantero negeri.
> 
> Akhirnya sampai jugalah pada hari di mana konglomerat tersebut kembali ke 
> Rahmatullah. Kuburnya telah dihias dg megah laksana sebuah peristirahatan 
> termewah yg pernah ada dg semua perlengkapannya. Pada waktu yang hampir 
> bersamaan seorang Tukang kayu yang sangat miskin telah mendengar akan wasiat 
> tersebut lalu diberitahu kepada isterinya apakah dia perlu mengambil 
> kesempatan ini untuk menjadi kaya. Isterinya berkata, “Wahai suamiku, apalah 
> artinya menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerjamu ketika 
> menebang kayu di dalam hutan dan bertemu dg harimau dan hantu penunggu hutan. 
> Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah konglomerat 
> tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris konglomerat tersebut akan 
> kesanggupannya. Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat, Si 
> Tukang kayu itu pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama kapaknya.
> 
> Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman tsb, 
> maka datanglah Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut. Si Tukang 
> kayu menyadari siapa yang datang maka Ia segera agak menjauhkan diri dari 
> mayat konglomerat tersebut. Terbetik di fikirannya bahwa sudah tiba saatnya 
> Sang konglomerat tersebut akan diinterogasi oleh Mungkar dan Nakir. Tetapi yg 
> terjadi malah sebaliknya, Mungkar dan Nakir malah menuju ke arahnya dan 
> bertanya "Apa yang kau buat di sini" ?. Aku menemani mayat ini selama 40 hari 
> untuk mendapatkan setengah harta wasiatnya" jawab si Tukang kayu. "Apa harta 
> yang ada pada kau sekarang"? lanjut Mungkar-Nakir. "Aku cuma memiliki 
> sebatang kapak ini saja untuk mencari rezeki" timpal si tukang kayu. Kemudian 
> Mugkar-Nakir beritanya lagi "Dari mana kau dapat kapak ini" ?. "Aku 
> membelinya" balas si tukang kayu. Lalu pergilah Mungkar dan Nakir di hari 
> pertama dari dalam kubur tersebut. Hari kedua Mereka datang lagi dan bertanya 
> "apa yang kau buat dengan kapak ini"?. "Aku menebang pohon untuk dijadikan 
> kayu bakar untuk dijual" sergah tukang kayu. Di hari ketiga di tanya lagi 
> "Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?. "pohon itu adanya di hutan 
> belantara jadi ngak ada yg punya" timpalnya. "Apa Kau yakin" lanjut 
> malaikat.Kemudian Mereka menghilang dan datang lagi di hari ke empat. 
> Kemudian Mereka bertanya lagi "Adakah kau potong pohon tersebut dengan kapak 
> ini dg ukurannya dan beratnya yg sama untuk dijual?. "Aku potong dikira-kira 
> saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata" tegas tukang kayu. Begitu terus 
> yg dilakukan malaikat Mungkar Nakir datang dan pergi sampai tak terasa 
> sekarang 39 hari sudah dan yg ditanyakan masih berkisar dg kapak tersebut.
> 
> Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu 
> dengan Tukang kayu tersebut. Berkata Mungkar dan Nakir "hari ini aku akan 
> kembali bertanya soal kapak ini". Belum sempat Mungkar dan Nakir bertanya, si 
> Tukang kayu tersebut malahan dg segera melarikan diri ke atas dan membuka 
> pintu kubur tersebut. Ternyata di luar sdh banyak orang yg menantikan 
> kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut. Namun si Tukang kayu tersebut 
> dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan mereka semua dan sambil berkata 
> ambillah semua bagian harta wasiat tersebut oleh kalian karena aku sudah 
> tidak menginginkannya lagi.
> 
> Sesampai di rumahnya lalu si isteri berkata wahai suami ku, di manakah 
> setengah harta peninggalan konglomerat tersebut. Maka si Tukang kayu menjawab 
> "Aku tidak menginginkannya lagi, di dunia ini harta yg kumiliki padahal cuma 
> semata kapak ini, tapi malaikat Mungkar dan Nakir sampai 40 hari yg mereka 
> tanyakan dan persoalkan masihlah saja di seputar kapak ini. Bagaimana jadinya 
> kalau hartaku begitu banyak...entah berapa lamanya dan bagaimana Aku 
> menjawabnya"
> 
> Sahabat Rasulullah saw yg paling kaya ialah Abdul Rahman bin Auf ra. Beliau 
> dikatakan adalah sahabat yang paling terakhir masuk surga karena lamanya masa 
> yg digunakan untuk menghisab beliau, seperti dari riwayat Aisyah ra yg pernah 
> mendengar Rasullullah SAW bersabda "Kulihat Abdurrahman bin’Auf masuk surga 
> dengan perlahan-lahan (merangkak)!” (HR Bukhari)
> 
> Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, "Tidak akan 
> bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 
> perkara yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana 
> dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya & kemana dibelanjakannya 
> & ilmunya sejauh mana diamalkan?" (HR. Turmudzi)
> 
> ====
> Kaya tidak masalah tapi yang menjadi masalah dari mana harta kita dan untuk 
> apa digunakan.
> Mari sama-sama kita mencari rezeki yang halal dan baik serta digunakan dalam 
> jalan kebaikan.
> ====
> Silahkan BAGIKAN/SHARE agar lebih banyak yang berhati-hati dalam mencari 
> harta dan membelanjakan hartanya.
> -- 
>  
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "FORMATUR FGMI" dari 
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke formatur_fgmi+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
  • [fgmi] Hisab Harta Bhaskara Aji
    • [fgmi] Re: [formatur_fgmi] Hisab Harta Maulida Balgis Arbinesya

Kirim email ke