Belajar sambil Geowisata Gratis di Sungai Cipamingkis.

Belajar dan Berwisata ke endapan laut di Sungai Cipamingkis adalah cara kami 
memulai akhir pekan. Bersama 4 instruktur dan 25 peserta dari 10 universitas 
yang berbeda kami jejakkan Jakarta menuju Bogor dari Sekertariat IAGI 
beriringan dengan terbitnya matahari dilepas oleh Pak Rovicky Dwi Putrohari. 
Kami sampai di lokasi sekitar pukul 8, lega acara dimulai tepat waktu. Sabtu 
itu, 20 September 2014, kami dipandu terik kemarau yang rumornya tidak putus 
keringnya selama sebulan, hingga belakangan acara ditutup dengan hujan deras. 
Overview regional dibuka oleh Pak Andang Bachtiar sambil mengenalkan kondisi 
geologi sekitar berkisar struktur yang berkembang dan Formasi Cibulakan yang 
diendapkan pada fase post-rift.

Setelah geologi umum daerah Sungai Cipamingkis selesai dijabarkan lalu Mas Andi 
Krisyunianto, Mas Maradona Mansyur dan Mas Purnama Suandhi mengambil alih untuk 
membimbing peserta melakukan deskripsi singkapan. Ternyata hari itu berbarengan 
jadwal mengajar Pak Andang untuk mahasiswa S2 Geofisika UI. Beliau merangkap 
dan berbagi tugas dengan rekan2. Berbekal pengetahuan dasar2 geologi peserta 
mulai mendeskripsi batuan yang tersingkap di badan sungai yang juga kering 
karena kemarau.

Pengamatan dimulai dari jauh untuk melihat dimensi, geometri dan penyebaran 
batuan. Keberadaan perselingan batupasir – batulempung dengan dominan 
batulempung membuat kita berhati – hati saat melangkah karena licinnya saat 
lempung bercampur dengan air. Lalu kami mendekat ke singkapan untuk melihat 
lebih detil. Kami berjalan memotong pelamparan batuan untuk mengetahui pola 
perselingan batuan tersebut. Warna kelabu dan kuning muda meyakinkan kami bahwa 
endapan ini bukan endapan darat yang biasanya kemerahan teroksidasi. Banyak 
kenampakan konkresi, fosil jejak binatang juga struktur sedimen yang bersama – 
sama kami bahas. Bertukar ilmu menjadi seru karena beda institusi tapi satu 
komunitas geosain. Dan akhirnya stop site pertama ditutup oleh rangkuman dari 
Andang Bachtiar

Terik siang kami terobati sesekali oleh semilir angin sejuk. Tanpa terasa tiba 
waktu Dzuhur dan stop site kedua sudah menunggu kami setelah istirahat, sholat 
juga makan siang. Masih di sungai yang sama tapi kami harus memutar karena 
tidak mungkin kami telusuri badan sungai yang terkadang dalam airnya. Jarak 
antar keduanya kira – kira 4 kilometer. Dengan pola yang serupa dengan cara 
kami mengobservasi stop site pertama, singkapan di stop site kedua pun siap 
kami jamahi. Tapi itu tak berlangsung lama sampai hujan deras mengguyur kami. 
Serentak kami naik dari sungai dan mencari tempat berteduh. Bangunan setengah 
jadi menjadi destinasi kami. Setelah hanya rintik yang tersisa kami balik ke 
sungai untuk mengabadikan momen bersama. Terima kasih sebesar – besarnya untuk 
semua pihak pendukung dan terkait. Acara serupa akan kami gelar di Pertemuan 
Ilmiah Tahunan HAGI 2014 di Solo pertengahan Oktober mendatang.

Diorganisir: IAGI dan GDA Consulting
Dokumentasi: Terrative

Film dan foto: 
http://terrative.wordpress.com/2014/09/25/geowisata-gratis-di-sungai-cipamingkis/

Terimakasih kepada semua pihak yang menyeponsori dan membantu kelancaran acara 
ini.

Salam
PANITIA FIELDTRIP POST CONVENTION PIT IAGI

Kirim email ke