Perang,
kalau saya jadi penduduk Sipadan dan
Ligitan -yang sekarang sudah jadi
bagian Malaysia-, saya akan bersyukur
karena pasti saya diperhatikan,
tidak seperti waktu dulu semaca menjadi
bagian Indonesia yang
ditelantarkan, atau bahkan seberlumnya
Masyarakat Indonesia mayoritas
tidak pernah mengenal dan tahu nama kedua
pulau itu.
apapun alasannya, saya tidak setuju terjadi konprontasi senjata
antara
Indonesia dan Malaysia,
yang untuk siapa sih...yang jelas biyayanya sangat
besar.....................
saya ucapkan beribu-ribu trimakasih kepada
Malaysia yang telah berhasil
menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa
Indonesia. coba kalau tidak ada,
pasti biasa-biasa saja. sekali lagi
trimakasih Malaysia, atau semakin
sering saja biar nasionalisme bangsa
Indonesia selalu tumbuh.
kenapa saya berterimakasih kepada
Malaysia?
menumbuhkan rasa nasionalisme -kebangsaan-
itu mahal sekali biyayanya,
minimal harus menitipkan kurikulum
pelajaran PPKN dan Pancasila ke setiap
jenjang pendidikan yang ada, atau
penyuluhan P4. coba hitung berapa besar
biyaya, dan nampaknya sia2. tidak ada
pelajaran yang paling membosankan
selain Pancasila, kewiraan dan sejenisnya.
So., dengan tanpa biyaya
tiba-tiba rasa kebangsaan bangsa Indonesia
tumbuh subur bagaikan jamur.
Iklan gratis
bukan?
hasan
m
(mantan guru
ppkn yang kecewa dgn ppkn)