--- In [EMAIL PROTECTED], fankuang tzu <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

Dalam legenda mengisahkan, dengan bersemdi akhirnya Fu Xi memperoleh 
wahyu dan menemukan Delapan Trigram PA KUA. Meditasi sudah dikenal 
di dunia kuno Tiongkok dan telah melahirkan berbagai ilmu 
pengetahuan terutama Filsafat I Ching yang sampai hari ini masih 
dapat dipelajari.

KESADARAN MAGIS
 
PA KUA merupakan bukti kesadaran magis yang mendahului peradaban 
lainnya di dunia. Pada peralihan primat australopithecus menuju 
hominid sampai akhirnya manusia purbakala pertama   homo habilis, 
rudolfensis 2.4 juta tahun yang lampau belum  sadar akan 
kebebasannya, belum dapat membedakan diri dari kosmos dan alam 
sekelilingnya. Manusia merasa sebagai bagian dari alam semesta, ia 
menyatu dengan alam semesta , belum terbina rasa " Aku". Ia laksana 
bayi yang belum punya kebebasan dan kesadaran. Pada masa ini 
pengembangan diri manusia lebih bersifat meditatif.

Dalam kesadaran mistis  manusia purba mulai insyaf akan kesatuannya 
dengan alam. Mereka mulai mempergunakan kebebasan untuk mempengaruhi 
alam dengan ilmu dan upacara-upacara keagamaan untuk mendapat 
perlindungan diri dan kekuatan gaib. PA KUA telah melahirkan tradisi 
keagamaan primitif Tiongkok kuno bahwa ada sesuatu Yang Maha Kuasa 
di jagad raya ini.
 
Kemudian dalam kesadaran mistis ini, Fu Hsi  menggenal gerakan-
gerakan jiwa manusia. Pengalamannya itu, khususnya terhadap yang 
gelap dan misterius diungkapkan dalam mitos-mitos PA KUA, yaitu 
konsep-konsep yang secara simbolis dan emosional menerangkan makna 
hidup, sengsara dan kematian, seksualitas dan eros, asal-usul dan 
arti yang terdapat dalam FILSAFAT dan adat budaya bangsa Tionghoa. 
 
KEBUDAYAAN MITIS
 
Mitos-mitos PA KUA mempunyai latar belakang sejarah atau merupakan 
suatu kejadian historis yang menjadi mitos karena sangat mengesankan 
bagi kehidupan manusia, menerangkan suatu kerahasiaan hidup  secara 
emosional sehingga kenyataan historis lalu tidak dipentingkan lagi, 
tidak ditanyakan, apakah bentuk-bentuk begitu terjadi. Ada tambahan 
cerita yang tidak historis. Kesadaran mitis ini tentunya dekat 
dengan paham animisme, yaitu kepercayaan adanya jiwa, roh-roh yang 
mendiami, menghidup alam yang kemudian melahirkan kebudayaan mitis.
 
FILSAFAT PRIMORDIAL

Akulturasi kesadaran mistis dan kebudayaan mitis ini akhirnya 
terjadi loncatan yang sangat mempengaruhi sejarah manusia, yaitu 
perkembangan  kesadaran rasional atau filsafat di Tiongkok yang 
dimulai masa Huang Tie sampai zaman Lao Tze pucak keemasan 
filsafat,  kemudian menyusul di India dan Yunani yang baru dimulai 
sekitar abad ke 5 SM. 
 
 

Paham komplementer ini dikenal dalam filsafat kuno Tionghoa. TAO, 
azas inti kosmos, bergerak antara dua pola Yang dan Yin , yang 
saling melengkapi, seperti langit dan bumi, api dan air, keras dan 
lembut, kering dan lembab, siang dan malam, panas dan dingin dst. 
 
Seperti kesadaran magis, kebudayaan mitis pun mengalami kemerosotan 
setelah munculnya konsep pemahaman adanya dewa-dewi atau Tuhan-tuhan 
yang membingungkan dan bahkan dalam kesadaran magis-mistis 
terkandung pula dimensi politik. Maksudnya, kekuasaan Ilahi 
diperkirakan mendiami para raja, pemimpin bangsa dan suku, dan 
bahkan raja, kaisar sampai dipertuhankan. 
 
Perkembangan magis-mitis sangat terasa sampai sekarang dalam 
kehidupan anak-anak. Mereka menggemari kisah, dongeng yang 
menampilkan arketip-arketip seperti pahlawan, setan, Tuhan Murka, 
tukang sihir, Ibu Agung, raksasa, gajah dan ular. Pemahaman PAKUA 
semakin menjauh dari inti pemahaman yang hakiki dan secara perlahan-
lahan  telah diganti dengan berbagai cerita dalam legenda dan 
mitologi sekitar 200 SM.
 
Kesadaran meditatif  yang berlangsung sejak Huang Tie sampai Lao Tzu 
yang menonjolkan rasio ( akal budi dan pikiran ) terhadap alam, 
hukum azas pertentangan, dan dualisme antara ron dan materi dalam PA 
KUA I CHING.
 
ALLAH DALAM PAKUA
 
Trigram PA KUA - ICHING yang pertama adalah QIAN yang bermakna 
Langit atau Surga yang beraspek "Maskulin" ( Yang ) . Dalam 
kepercayaan ajaran Kristen mereka menyebutnya "Bapa" yang bertahta 
di surga. Allah ini merupakan Realitas tertinggi yang beraspek Yang 
dan dipersonalifikasikan sebagai seorang Laki-laki ). 

Sementara kaum Muslim lebih menekankan Reralitas Tertinggi ini pada 
aspek Ibu atau Feminim ( Yin ) -- Rohim. Batasan 
penjangkauan "Realitas Tertinggi" dalam monoteisme bangsa Timur 
Tengah  ini jelas sekali hanya direfleksikan sebagai  Trigram Qian ( 
Yang ) dan Kun ( Yin )  oleh bangsa Tionghoa Purbakala dalam  PA 
KUA .
 
Bangsa Tionghoa memahami Realitas Tertinggi ( Allah ) ini lebih jauh 
dan sakral dari bangsa dan kepercayaan manapun dengan prinsip Thai 
Ci ( TUHAN YANG ESA  ) , yaitu THAI CI yang merefleksikan " KESATUAN 
YANG ESA " yang merupakan asal mula yang akhirnya melahirkan dua 
aspek Yin dan Yang dan ( Qian dan Kun ) tersebut .  
 
" Mustahil mengenal Tuhan tanpa berhubungan dengan TAO , dan tak ada 
Tao tanpa hubungan dengan Yin dan Yang yang melahirkan sepuluh ribu 
hal " --- End forwarded message ---


[bersambung]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke