Saya tetap kukuh dgn perspektif awal saya bahwa kita
kurang, kurang dan kurang ( double kurang )dalam segi
keahlian ( ekonomi, politk, sosial, budaya, sains,
research, eksplorasi)seperti olah pikir terstruktur
dan tersistem yg dianut oleh para filsuf sehingga arah
kebijakan para birokrat pemerintahan selalu salah
kaprah dan kacau-balau.. artinya kita sebagian besar
bangsa ini tidak dilatih berfikir runtun, rumit,
integral tapi terpola sehingga yg dihasilkan adalah
manusia-manusia ABS( asal bapak senang) dan ya..ya..ya
..( ngihhh pak) sebagai akibat sistem kebapakan (
paternalistik) dan lebih pada tokoh panutan
Kharismatis dibanding kemandirian pemikiran..
Hasilnya bisa ditebak, kebijakan ,UU dan Kepres dan
Kebijakan Birokrat cenderung singkat( temporer) dan
tidak berjangkauan jauh ke depan ( jangka panjang)
baik dlm misi dan visi. Sedang freedom thinker(Pemikir
merdeka ) kurang berperan dalam hal ini .Yang
dihasilkan adalah kebijakan top down( atasan ke
bawahan) dibanding bottom up( rakyat atau bawahan ke
atasan ) dgn tujuan laten yaitu mempertahankan
otoritas dan kekuasaan. Ada benarnya sistem Politik
otoriter selaku salah satu kesalahan fatal bagi
perkembangan pemikiran..
tapi perlu saya tekankan yg menggagas pemikiran
kearah kesetaraan hak Politik untuk bersuara adalah
para Filsuf Politik semacam John Locke( aliran
filsafat Empirik), Rosseau ( filosof Rasionalist
positifisme ) dan Plato filsuf Yunani, selaku pemikir
Politik dalam " Republika" .
Saya makin meyakini hal ini disebabkan oleh ketidak
mampuan kita-bangsa ini untuk bisa berfikir filosofis
dalam bidang Politik termasuk bidang Ekonomi dimana
kita di brain wash dgn rumus-rumus ekonomi Liberali
Kapitalism gagasan filosof Ekonomi Adam Smith dalam
"Filsafat Moral" nya, juga John Locke Filosof
Politik dan Ekonomi dgn gagasan Industrialisasi
Inggris.
kita gagal mengembangkan ciri khas sendiri dalam
sektor Ekonomi Makro juga Mikro�. Hasilnya bisa diduga
yaitu terkaman kapitalis atas dunia ke 3 dgn gagasan
seram yaitu liberalisasi global dan kapitalisme . Hal
ini tersebab kita tidak punya rumusan antitesa atas
kapitalisme yang artinya lemahnya pemikiran-pemikiran
filosofis dibidang Ekonomi demi terciptanya iklim
ekonomi yg kondusif dalam menghadang laju para
kapital.
Sedang di bidang Budaya keagamaan tidak berbeda jauh,
terkaman liberalism style lebih tajam dibanding budaya
adiluhung negeri sendiri.. Disaat negara Barat sedang
sibuk dgn Enlightment( pencerahan akal budi rasional)
kita umat timur lebih condong pada Enlightening (
pencerahan spirituil).. Ditandai dgn menjamurnya
tarekat dan aliran-aliran kebathinan dgn harapan
mengungguli para ahli mesin-mesin modern..
Dapat saya pastikan yaitu para ahli doa dan zikir
telah diakal-akali dan dimanipulasi oleh para ahli
pikir sekuler( duniawiyah)�. Sehingga kesimpulan saya
dgn banyaknya tokoh keagamaan berbuat yg terbaik bagi
perbaikan moral, hasilnya tetap akan minus dan
kebobrokan moral masih akan terpampang dihadapan kita�
Tidakkah kita melihat tokoh Religius semacam AA
Gymnastiar, Arifin Idham, Zainuddin MZ, termasuk
pemikir Nurcholish Madjid dan Syafii maarif juga
Amien Rais, termasuk disini pemikir-pemikir Kristian
semacam Frans Magnis Suseno dan Mudji Sutrisno
ditambah menjamurnya pondok pesantren , nyatanya moral
bangsa tidak kunjung membaik, bahkan telah muncul apa
yg dinamakan kemunafikan religius( orang beriman yg
munafik)�. Apa sebab??? Masihkah pencerahan spirituil
lebih diutamakan dibanding pencerahan akal rasio???
Sebab utama adalah lemahnya pola pikir filosofis dari
para ahli-ahli keagamaan sehingga tidak muncul
gagasan-gagasan keagamaan yg ampuh dalam menghadang
laju sekuler, ironisnya Nurcholish Madjid seorang
Filosof Muslim mendukung sekulerisme( agama terpisah
dari Negara) dgn pengikut dari Jaringan Islam Liberal
selaku agent of chance kearah sekuler liberal� Benar
pernyataan Cak Nur bahwa kita kekurangan pemikir
mikroskopik( pemikir ahli disegala bidang) sedang
Gagasan besar makro sudah dirumuskan oleh Nurcholish
yaitu Islam Inklusif( Islam yg meluas kemana-mana)�
sebuah kontradiktif dgn gagasan sekulerisme dia
terdahulu !
Dibidang sosial keadaan jelas-jelas rawan ,
Kriminalitas,gizi buruk, kelaparan , macet, tata kota
sembrawut semua menyumbang bagi pemicu ketegangan
bathin.. Ahli sosiologi, ahli antropologi sudah
lumayan berlimpah . Hasilnya kita tetap dipandang
terkebelakang dgn Indeks Pembangunan manusia Indonesia
tetap diposisi 100 keatas dari sekitar 130 negara ,
sebabnya apa???
Saya memastikan ini adalah bukti dari lemahnya
metode-metode filsafatist dalam mengantisipasi laju
modernitas.. sosiologi yg tidak dilatar belakangi oleh
kemampuan oleh pikir tinggi dgn metode-metode filsafat
terbukti tidak membawa kearah kemajuan . Sedang motode
sosiologi import dari barat yg sekuler tidak cukup
ampuh bagi kondisi kebangsaan kita� maka kita perlu
rumusan-rumusan sosial baru bagi membangun kehidupan
sosial kita kedepan dan itu hanya bisa diciptakan dgn
metode-metode berfikir filsafat ..
Kita juga bukan kurang ulet, kita tidak kurang para
pekerja keras juga eksekutif, kita telah ditempa sejak
era culture stellsel Van Den Bosch dgn tanam paksa
untuk bekerja hingga mati � Kita hanya kurang mampu
berfikir rumit tapi runtun� Sekolah kita sejak era VOC
lebih diarahkan pada pendidikan bagi tenaga
kepegawaian Hindia Belanda, tapi mereka tidak
mengajarkan satu hal yaitu segi epistemologi dari
Ilmu. mereka tidak bersedia memberitahu kita tata cara
atau metode mencari dan mengembangkan Iptek( research
and development)
Mereka para penjajah menyimpan filsafat berfikir dgn
segala metodenya untuk melemahkan daya pikir
kita�tujuannya jelas agar kita patuh pada penjajah,
tidak melawan dan tidak macam-macam� Sistem pendidikan
ini masih dianut hingga sekarang dan hasilnya adalah
manusia-manusia bermental pegawai dan biroktaris dgn
meja dan kursi selaku berhala yg dikejar-kejar�
Dan masihkan kita memandang para pemikir filsafat
adalah para pemimpi??? Sedang mereka para filosof
inilah yg meletakkan kebangunan kehidupan kita �Issac
Newton penemu hukum gravitasi, serat optik dan
kecepatan cahaya disamping seorang ilmuwan juga adalah
filosof dgn gagasan filsafat alam � Adam Smith adalah
ahli filsafat Moral , Ilmuwan semacam Alva Edison
adalah penganut filsafat aliran pragmatisme, dia
bermimpi ttg lampu pijar dan 1000 mimpi lainnya dan
diciptakan dgn metode-metode ilmiah pragmatisme(
kombinasi dari pertentangan)� Charles Darwin si kera
Evolusi terinspirasi oleh gagasan dialektis sintesis
Hegel si ahli filsafat sejarah. Gagasan Evolusi ini
mengilhami pemikir-pemikir dunia ttg gagasan evolusi
produk, inovasi terus menerus dgn slogan" tidak ada
yang abadi kecuali perobahan"� bahkan seorang Paus
Yohannes Paulus II almarhum adalah seorang ahli
filsafat .
Kita tentu kenal manusia utusan langit yg namanya
adalah Ibrahim AS atau Abraham. Dia inilah penggagas
utama dari filsafat monotheisme Yahudi, Kristen dan
Islam� Ketika dia mempertanyakan langit, matahari,
bulan, gunung dalam pencarian tth Eksistensi Tuhan,
sesungguhnya dia telah berfilsafat. Filsafat dimulai
dari pemikiran kritis sebagaimana Descartes berkata,
aku meragukan segala sesuatu sebelum ada
kepastian..Aku berfikir maka aku ada ( cogito ergo
sum)..
Maka saya menggelari Ibrahim selaku Bapak Filsuf
Universal .
Walau bukan dia yg memberi nama "filsafat "dialah yg
mengawali sikap kritis yaitu dgn mempertanyakan segala
sesuatu demi memperoleh hakekat kebenaran sejati..
Ibrahim inilah yg mengawali pelajaran ttg filsafat ..
Dan hadiah abadi Yang Kuasa atas dirinya adalah dgn
menyebut nama Ibrahim AS lima waktu sehari semalam
sesuai dgn waktu sholat umat Islam.. itulah yg
dinamakan sholawat nabi dalam Islam�
Dengan demikian Filsafat bukan produk asli dari barat
Eropa, tapi diawali di Timur Tengah oleh seorang
manusia bernama Ibrahim AS atau Abraham.. Dari
ajaran-ajaran Ibrahimlah berkembang pemikiran
filsafatist di timur tengah, sumeria, babylonia,
Assyiria juga Mesir dan Carthago yang sayangnya
kemudian hari berkembang kearah pemberhalaan spirit
alam.
Pelajaran filsafat ini diadopsi oleh orang-orang asia
kecil di semenanjung turki yg lalu merambah ke Eropa
dan tumbuh subur di Yunani dan Macedonia� Dari sinilah
muncul pola baku berfilsafat yaitu Logika
,Dialektika, Silogisme, Induksi dan Deduksi.. Di
Yunanilah metode-metode berfikir ini dinamakan
Philosophia ( kecintaan akan hikmah)�.Jadi kalau ada
argumen ttg Filsafat adalah produk Import , jelas
asumsi ini salah kaprah sama sekali. Filsafat diawali
oleh timur dgn Ibrahim selaku penggagas utama..
Sayang dimasa sekarang kebanyakan sarjana filsafat
lebih pada hafalan ttg output keluaran pemikiran para
filosof dunia, bukannya berfikir sendiri dan
mengeluarkan isi pemikiran otentik diri sendiri,
sehingga pengetahuan mereka ttg filsafat lebih berupa
pengetahuan ttg sejarah, asal usul dan tokoh beserta
keluaran pemikiran dibanding bagaimana cara
berfilsafat� Ini kelemahan para sarjana itu sehingga
mereka belum pantas disebut filsuf yg berfikir�.
Maka kebangkitan Timur atau renaissance harus dan
wajib dimulai dari pencerahan akal rasio bergandengan
dgn pencerahan rohani spiritualisme.. Pencerahan
rohani saja akan gagal total dalam menghadang laju
kapitalis bermazhab liberalisme..
Saya pastikan pencerahan sufistik ala Al Ghazali ,
zikir akbar bersama tokoh agama, doa
bersama,istighotsah qubro, pencerahan rohani cara
Anand Khrisna, termasuk pencerahan spirit Kristiani
segala aliran( Katolik, Protestant, methodhist,
Anglikan dll) akan gagal menghadapi tantangan era
postmo yg sekuler jauh dari nilai agama.. Paus
Yohannes paulus II dalam surat terakhirnya sebelum
wafat mengakui bahwa dunia sedang dicengkeram oleh
kekuatan setan Sekulerisme jauh dari nilai-nilai
agama..
Oleh karena itulah maka sebagaimana Hadish nabi
Muhammad SAW mengatakan 1 jam berfikir sebenar
berfikir bagi kemaslahatan umat jauh lebih berharga
dibanding 1 tahun berzikir bagi diri sendiri..
Sebagaimana Quran mengatakan Pikirkanlah apa yang ada
dilangit dan dibumi, tidakkah engkau memikirkan
ciptaanKU� Ini adalah pekerjaan ahli pikir bukan lagi
ahli zikir.
Selamat berfikir.
Sang
Penyantap Filsafat.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/