--- In [EMAIL PROTECTED], Herru Arttan <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

--- Ferry Wardiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebelumnya saya pernah mengatakan bahwa istilah
> :berpikir dengan hati" itu maksudnya adalah
> "merasakan". Anda malah mengatakan bahwa itu adalah
> arti sesungguhnya. Coba lihat, saya kutip kembali
> posting anda yang dulu:
> 
> --- Ferry Wardiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Berpikir itu berlaku umum bagi manusia
> (universal).
> > Siapapun tak perduli barat maupun timur, utara
> mupun
> > selatan.
> > "Berpikir dengan hati" itu cuma istilah lain untuk
> > "merasakan". Berpikir tetap memakai otak. Pakai
> > neuron.
>
______________________________________________________
>   RE : Berpikir dengan hati harus dilatih, karena 
>        berpikir dengan otak itu sudah biasa. Karena
>        berpikir dengan otak, timbulah stress dll.
>        Pikiran meloncat kesana-kemari. Pikiran
>        bisa menjadi salah ( Khilap ).....dst
> 
> Sekarang anda menyebut ungkapan lain semacam: 
> Patah-hati, sakit hati, rendah hati,suara hati,
> bisikan hati, tinggi hati
> Jadi jelas bukan, itu bukan arti sebenarnya??? Itu
> cuma ARTI KIASAN. 
> Patah hati bukan berarti livernya patah bukan?,
> Suara hati bukan berarti hatinya bisa ngomong atau
> menyanyi bukan?
> Tahukah anda dalam bahasa Indonesia, ungkapan
> semacam itu disebut ARTI KIASAN? alias BUKAN ARTI
> SEBENARNYA?
> Kalau anda masih bersikukuh mengatakan "berpikir
> dengan hati" itu adalah arti sebenarnya, bukan arti
> kiasan, sedangkan anda tidak mau menjelaskan 
> bagaimana hal itu bisa terjadi, maka berarti anda
> tidak bisa berdiskusi dengan baik. Anda adalah
> moderator pada milis yang saya coba untuk ikuti,
> tetapi ternyata alih alih bisa mengatur lalu lintas
> diskusi yang sehat, ini malahan moderatornya sendiri
> tidak bisa berdiskusi dengan baik. Saya protes keras
> untuk ini.
> Saya tunggu pernyataan klarifikasi anda tentang
> istilah "berpikir dengan hati ini".
> 
RE : Berpikir dengan hati, andan katakan kiasan atau 
     bukan itu dapat dipahamai orang yang membaca
     ( tidak linier ). Mungkin karena selalu 
     menggunakan otak, jadi selalu timbul "Kesalahan 
     Berpikir" tadi.

     Yang menjadi tekanan dalam hal ini 'hati' ( Shin
     Li ), nah karena Berpikir dengan awal 'ber' itu
     adalah menunjukan suatu 'aktifitas' atau 
     perbuatan maka perlu  dilatih agar terlatih.

     Saya kira persoalan Hati ini mudah diselasaikan
     bukan.
> 
     Salam diskusi
    _________________________________________________

> Tentang tuhan....
> 
> Anda mengutip lagi, sekarang pancasila yang anda
> kutip. Relevansinya apa? Apa urusannya dengan
> pancasila?
> 
  RE : Hanya mempermudah penyatuan persepsi, karena
       di Indonesia menganut plurarisme.
 _____________________________________________________
> Kepercayaan anda yang mengatakan  
> >Tuhan suatu Realitas Tunggal dan Tertinggi
> kedudukannya di alam semesta ini...
> tidak berlaku umum.
> Kepercayaan anda yang mengatakan bahwa ada instansi
> lain selain alam semesta (tempat kedudukannya tuhan)
> jelas tidak berlaku umum.

   RE : Sejak zaman purba, Paganisme, sampai mono
        theisme, Kedudukan Tuhan atau Dewa, Yahwe
        Allah, Thien, Shang Tie, Elohim dll.
        
        Dengan mencakup pengertian di atas, maka
        menurut kata CG. Jung : " Terasa ada suatu
        inteligensi yang melebihi segala sesuatu
        , sesuatu latar belakang transenden, suatu
        pengetahuan mutlak, menurut Einstein : " Suatu
        inteligensi begitu agung sehingga pikiran
        sistematis manusia hanya merupakan pantulan
        lemah daripada-Nya"

        Tuhan dalam kedudukan non-personalifikasi
        adalah seperti maksud dua ilmuwan di atas,
        umum dan universal.

        Tuhan dalam pengertian ini, TIDAK ADA !
        Karena itu tidak perlu dibicarakan, Yang
        dapat dibicarakan adalah pantulan lemah
        dari pada -NYA. Maka tersebutlah Sepuluh
        Ribu Hal ( Lao Tzu )
        
        Tapi, Tuhan dalam Personalifikasi tentu
        tidak umum atau sama sesuai kepercayaan.
        Sekarang tinggal anda terjebak dalam
        pemahaman Tuhan yang bagaimana ? Ok....

        Maka anda mengaitkan dengan Kepercayaan
        atau Ketidak percayaan sehingga timbulah
        " Kesalahan Berpikir" atau perdebatan yang
        sia-sia. Jadi jelas Tuhan yang anda maksud
        kan adalah yang kedua.

        Salam diskusi
        Herru
 ____________________________________________________
> 
> Sekedar anda ketahui, ada sebagian orang yang
> berpandangan, tuhan tidak berkedudukan (tidak dialam
> semesta juga).
> Sekedar anda ketahui juga, ada sebagian orang
> berpendapat, tuhan identik dengan alam semesta.
> Anda juga harus tahu, ada yang berpandangan tuhan
> itu tidak ada. Bahakan ada yang tidak mengenal
> konsep tuhan.
> Jadi, itu semua soal kepercayaan dan keyakinan yang
> bersifat pribadi masing masing. 
> Soal kepercayaan, sama seperti kepercayaan anda,
> tidak pada tempatnya dijadikan dasar diskusi untuk
> membahas sesuatu yang bersifat umum.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     RE :
>         Kata-kata ini yang perlu anda renungkan :
> 
>         " Patah-hati, sakit hati, rendah hati,
>           suara hati, bisikan hati, tinggi hati"
> dst....
> 
>               HR.
> 
> 
>     RE : Tuhan  dapat dipandang berdasarkan
>          sila pertama dalam Pancasila dengan
> demikian
>          ada persamaan persepsi dalam perbedaan.
> 
>          Tuhan suatu Realitas Tunggal dan Tertinggi
>          kedudukannya di alam semesta ini. Mengapa
> ada 
>          Tuhan ?  Karena  manusia menyadari kelema 
>          hannya, maka manusia merasa ada 'sesuatu 
> yang 
>          melebihi kemampuan dan kekuatan manusia'
> yang 
>          dinamakan Tuhan. Dalam hal nama tidak 
>          dimasalahkan karena tiap bangsa, suku 
>          memberikan nama yang berbeda sesuai dengan 
>          banasa mereka, tapi Esensinya tetap sama.
> 
>          Salam diskusi
>          HR
> 


__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam
http://mail.yahoo.com
--- End forwarded message ---









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke