pada diskusi tentang hati (chakra jantung) dan otak (chakra2 kepala) ini, ada baiknya membaca buku karangan J. Donald Walter, seorang murid yogiwan Parahamsa Yogananda, yang berjudul "Intuition for Starters - Intuisi bagi pemula".
in Light and Love, Goenawan S. ----- Original Message ----- From: "fankuang_tzu" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, April 14, 2005 8:31 PM Subject: [filsafat] Fwd: Re: [archigeotec] Berpikir memakai LIVER?, JANTUNG? (was: Berpikir itu universal...) > > > --- In [EMAIL PROTECTED], Herru Arttan <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > --- Ferry Wardiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wah sekarang anda makin "jauh" saja...............! > > Saya jadi lebih tidak paham lagi berpikir memakai > > hati. > > Hati maksudnya liver (dalam pengetian bahasa > > Indonesia) ataukah jantung (dalam pengertian bahasa > > Inggris)?. > > Coba jelaskan secara rinci bagaimana berpikir > > memakai hati. > > Setahu saya hati (liver) bukan untuk berpikir. > > Demikian pula "heart" (jantung). > ______________________________________________________ > RE : > Kata-kata ini yang perlu anda renungkan : > > " Patah-hati, sakit hati, rendah hati, > suara hati, bisikan hati, tinggi hati" dst.... > > Penjelasan sudah dijelaskan pada posting yang > lalu. Cuma saya tambahkan untuk rekan-rekan > lainnya. > > Dalam diri setiap orang ada : > > Cahaya Batin , Suara hati , Daya ( prana ) > Konsep Tao menyebutnya Shen-Chi-Ching. > Sheng menguasai pikiran pusat Pineal , Chi > menguasai emosi dengan pusat jantung, Ching > perut dengan pusat organ sex. > > Salam diskusi > HR. > ______________________________________________________ > > > > Mestinya kalo ada yang "baru" seperti ini, seperti > > berpikir memakai liver atau jantung ini, anda > > jelaskan dulu sejelas jelasnya. Kalau yang wajar dan > > umum dan semua orang tahu kan berpikir memakai OTAK. > > Neuron neuron otak yang bekerja. > > > Tapi anda katakan berpikir memakai otak malah > > membuat stres dan salah? Bagaimana ini? > ____________________________________________________ > > RE : Semua penyakit boleh dikatakan berasal dari > pikiran, mengapa ? karena pikiran tidak > terkendali, sehingga muncul gejala pertama > stress dan gangguan lainnya. Pikiran yang > menggunakan otak. > > Beda dengan anak kecil, mereka belum dapat > berpikir apa-apa jadi masih menggunakan > hati untuk memperoleh suatu keinginan, dan > apa bila tidak dapat, paling paling nangis. > Tapi kalau menggunakan otak, maka otak akan > berpikir, kalau tidak dapat, berarti harus > dicuri dll. Bukankah ini akan menimbulkan > masalah baru. Nah kalau kita mau kembali > menggunakan hati untuk berpikir seperti anak > itu, maka otak yang merencanakan untuk mencuri > akan ada suara hati yang berbisik, 'Jangan" > > Salam diskusi > > HR. > ______________________________________________________ > > > > > Lalu anda menyebut sebuah istilah: "tuhan". Ini lagi > > merupakan istilah yang tidak semua orang sama > > mendefinisikan, mengartikan dan memahaminya. Karena > > itu perlu anda jelaskan dulu apa yang anda maksud > > dengan istilah "tuhan". Jangan lupa, Budhisme tidak > > mempunyai konsep tentang tuhan. Jangan lupa, > > agnostik lain selain Budhisme juga merasa "tidak > > tahu" tentang tuhan. Atheis juga malah secara > > langsung tidak menyetujui konsep tuhan. > > Singkatnya tidak semua orang mempunyai kepercayaan > > yang sama dengan kepercayaan anda. Dalam diskusi > > yang terjadi dikalangan yang beragam seperti di > > milis ini tidak selayaknya anda mengsumsikan semua > > sepengertian, sepemaknaan dan sekepercayaan dengan > > anda. Maka dari itu jelaskan dulu APA yang dimaksud > > dengan istilah "tuhan". > ______________________________________________________ > > RE : Tuhan dapat dipandang berdasarkan > sila pertama dalam Pancasila dengan demikian > ada persamaan persepsi dalam perbedaan. > > Tuhan suatu Realitas Tunggal dan Tertinggi > kedudukannya di alam semesta ini. Mengapa ada > Tuhan ? Karena manusia menyadari kelema > hannya, maka manusia merasa ada 'sesuatu yang > melebihi kemampuan dan kekuatan manusia' yang > dinamakan Tuhan. Dalam hal nama tidak > dimasalahkan karena tiap bangsa, suku > memberikan nama yang berbeda sesuai dengan > banasa mereka, tapi Esensinya tetap sama. > > Salam diskusi > HR > ______________________________________________________ > > > > Kalau begini terus lama lama kacau diskusi ini. > > Masing masing ngomong dengan bahasa yang tidak > > dimengerti oleh lawan bicaranya. Bagi yang tidak > > mengerti bahasa lawan bicaranya, komunikasi percuma > > dan tidak mungkin, karena yang terdengar dan > > trtangkap bukan arti kata melainkan bunyi bunyian > > belaka. > > > > Ferry Wardiman > > > > > > Herru wrote: > > > > > _____________________________________________________ > > RE : Berpikir dengan hati harus dilatih, karena > > berpikir dengan otak itu sudah biasa. > > Karena > > berpikir dengan otak, timbulah stress dll. > > Pikiran meloncat kesana-kemari. Pikiran > > bisa menjadi salah ( Khilap ). > > > > Ketika kita masih kecil, kita berpikir > > dengan > > hati, kebiasaan ini hilang ketika kita > > sudah > > banyak tahu ini dan itu, kita mulai > > menggunakan > > pikiran, dan akibatnya kita mengalami > > berbagai > > peristiwa yang disebut nasip. Kita menjadi > > stress atau depresi, kita menjadi sedih dan > > > > gembira silih berganti, munculah apa yang > > disebut penderitaan. Fanatisme, manipulasi > > munafik dll. > > > > Untuk berpikir menggunakan hati, anda harus > > memperlambatkan pemikiran. Satu-satunya > > cara > > memperlambat pemikiran adalah melalui > > meditasi > > Saat memperlambat pemikiran dalam > > bermeditasi, > > anda mulai memisahkan secara molekul kedua > > muatan alam semesta- Yin dan Yang ( > > elektron > > dan proton. Saat melambatkannya, kedua > > kekuatan > > berlawanan ini memisah. saat mereka saling > > memi > > sah maka munculah kekosongan. Dengan penuh > > kesadaran, menara pengamat ( pikiran ) > > masuk > > ke dalam kekosongan ini. Saat berhubungan > > dengan kekosongan, ia berhubungan dengan > > kehampaan, yang tidak terbatas ( universal > > ) > > Ia kemudian akan berkomunikasi bolak balik, > > Saat anda mengembangkan komunikasi, SUARA > > DALAM HATI akan mulai mengarahkan anda, > > anda > > berkomunikasi dengan Tuhan. > > > > Kini ia tidak berbicara dengan kata-kata, > > ini > > sebuah perasaan. Jadi menara pengamatan > > pikiran ) akan menyerap perasaaan, suara > > dalam > > diri yang mengarah anda. Ini disebut > > berpikir > > dengan hati ( bukan istilah saja ). > > > > Memerlukan bertahun-tahun untuk agar dapat > > melatih kembali pikiran kita yang pernah > > kita > > miliki semasa kecil untuk merasakan dan > > hati > > kita untuk memikirkan. > > > > Namun sekali memulai perjalanan ini maka > > sesuatu yang ajaib terjadi. Saat anda > > melambatkan pikiran, > > > > Anda menjadi terbiasa dan memusatkan ke > > dalam > > diri anda sendiri. Anda mulai berhubungan > > dengan > > TUHAN. Anda akan menemukan kedamaian dan > > ketenangan dalam diri anda. > > > > Ada alsan mengapa pikiran lebih banyak > > berpikir > > dari pada mengamati ? Pada umumnya kita > > belajar > > membaca dari kiri ke kanan, dari titik ke > > titik > > sehingga kita berpikir dari satu titik ke > > titik > > lainnya. Ini pemikiran yang linier / lurus. > > > > Karena kita terus berpikir menggunakan > > pikiran > > maka kita berada dalam kekacauan ( > > kesalahan > > berpikir )Kita secara fungsional tersesat. > > Satu- > > satunya cara agar dapat berpikir secara > > logika > > adalah suara hati atau berpikir dengan hati > > yang > > berada di luar ruang dan waktu, kita tidak > > ter > > ikat dengan pikiran yang meloncat ke sana > > dan > > kemari. Tekanan-tekanan pada pikiran. > > > > Untuk berpikir menggunakan hati, tempatkan > > diri > > anda di luar cara berpikir linier atau > > berpikir > > ke atas ( Vertikal ) . Masuklan ke dalam > > " omniscient' yang berada dimana mana. > > > > Meditasi memang berasal dari timur yang > > sekarang > > banyak diminati orang barat yang berpikir > > linier. Ini merupakan cara menciptakan > > keseimbangan menurut Feng Shui. > > > > Salam diskusi > > Herru > > > > > ______________________________________________________ > > > > > Siapa yang berpikir dia bisa saja melakukan > > > kesalahan berpikir. > > > Mengatakan tidak pernah melakukan kesalahan > > berpikir > > > adalah kesombongan. > > > > > > Kategorisasi barat timur untuk manusia, apalagi > > soal > > > yang manusiawi seperti "berpikir" itu adalah > > > ketidak-manusiawian (inhumanity). Menyalahi > > > kemanusiaan. > > > Ujungnya seperti banyak pengikut agama yang > > merasa > > > agama masing masing paling benar. > > > Kalau keyakinan itu disimpan untuk diri masing > > > masing tidak menjadi masalah, tapi kalau digelar > > di > > > milis itu perlu diingatkan. > > > > > > Karena akan berujung pada fanatisme - fanatisme > > > timur, fanatisme barat. Semua fanatisme adalah > > > degradasi (penurunan mutu) dari kemanusiaan. > > Karena > > > berujung pada penderitaan. > > > > > > Ferry Wardiman > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail - More reliable, more storage, less spam > http://mail.yahoo.com > --- End forwarded message --- > > > > > > > > ****************************************************** > Milis Filsafat > Posting : [email protected] > Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ > Website : http://filsafatkita.f2g.net/ > Berhenti : [EMAIL PROTECTED] > ****************************************************** > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
