On 4/26/05, Methos <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: "Quantum Maverick" <[EMAIL PROTECTED]> -CUT- > > Jadi, pemikiran saya atas pertanyaan pembuka thread ini: > > "Alqur'an harus diletakkan di atas meja bedah filsafat" > > M : > kalo semua harus melalui akal/rasional, harusnya gak ada istilah percaya > gak > percaya, yang ada terbukti atau tidak terbukti. > kalo udah terbukti apa lalu timbul percaya? untuk apa? :QM: bukan 'percaya' ato 'ga percaya' tapi lebih tepatnya 'pikir' atau 'tidak pikir', setelah itu mau 'percaya' ato 'ngga percaya' ya terserah. Realitas selalu ada kok.
Pembuktiannya bisa melalui jalur subjektif atau objektif. Pengalaman pribadi nabi-nabi yang entah bisa dikomunikasikan atau tidak mungkin bisa dijadikan pegangan bagi mereka bahwa mereka mendapat wahyu Tuhan. Contoh pengalaman objektif yang paling mudah adalah pengamatan empiris. kalo udah terbukti lalu timbul percaya? ngga selalu. Untuk apa? untuk menaikkan tingkat kepercayaan terhadap sesuatu. with warmest regards, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
