Selagi masih ada tanggapan, saya akan upayakan untuk respon� ibarat sebuah disertasi saya akan pertahankan tesis saya melalui uji kelayakan , apa tahan uji ato engak..
Apa ada kemungkinan kita Indonesia bisa jadi sebuah pusat pencerahan peradaban baru??? �Apa ini ilusi? Mimpi tak terealisasi? Atau sebatas Angin sorga ditengah hantaman gelombang pasang surut yg berobah jadi tsunami ekonomi, politik, sosial dan budaya? Jawaban itu tergantung kita bangsa ini, terletak di manusia-manusianya� Itulah maka saya berargumen, ini negara bisa maju bukan lagi oleh sistemnya tapi orang-orang atau personel yg menggerakkan sistem. Ditataran ideal memang sistem berperan bagi sebuah renaissance, apa yg dikatakan Habermans si filosof Politik Ada benarnya, yaitu sistem dan pelaku politik saling tunjang. Sistem yg Demokratis emang adalah sebuah keniscayaan, ngak bisa enggak sebab sudah amat banyak orang-orang yg melek dan paham hak politiknya dan ndak mungkin lagi dijalankan sistem otoriter, termasuk disini pendapat pemikir kontemporer sep Ernest renann, John L Esposito, Francis Fukuyama dll .. tetapi di praksis lapangan yg jadi persoalan adalah gimana pelaku memanfaatkan sistem yg sudah terbentuk, berhasil or sebaliknya fail ,gagal total ??? Lalu apa sebab kegagalan? Saya melihat yg ngak becus itu adalah the subjek� kalau sebuah sistem udah jelas akan bergerak ke arah destruktif, kenapa mesti diteruskan? Apa sistem sekarang yg Liberalist Democration adalah hal yg tepat bagi orang-orang kita? Kenapa ngak bisa baca situasi kalau liberalisasi ngak mangkus bagi perkembangan kedepan� Kok orangnya ngak bisa lihat bahwa liberalisme ngak sesuai dgn nilai keIndonesiaan yg spirituil, kebersamaan dan gotong royong� Hasilnya apa dari Demokrasi Liberal? Yaitu ketiadaan pegangan nilai dan kegamangan sebab liberal berdasar sekuler individualis hedonist jauh dari nilai spirituil dan material selaku arah kiblat.. ini saja udah jelas berbenturan keras dgn basic instink orang Indonesia yg kedepankan rasa dan jiwa � itulah maka ketidak jelasan nilai ini berimbas pada gerak kedepan yg cenderung anarkis akibat sistem yg liberalis rasa berwujud � UNJUK RASA� yg artinya rasa ketidak puasan dan kemarahan yg diunjukkan kedepan bukan olah pikir apalagi olah persepsi.. hasilnya anarkisme dan �amuk massa �selaku unjuk diri atas apa yg terasa di jiwa .. Liberalisme ala Indonesia baru sebatas kebebasan melepaskan yg terasa dan malahan UU mensyahkan selaku bagian dari Human Right dan kebebasan berekspresi juga bersuara� Implikasi kedepan apa? Yaitu gampangnya bangsa -bangsa kampiun Liberalis sekuler mengontrol kita, sebab dalam khaos selalu memberi peluang bagi lembaga Internasional untuk masuk dan ikut mengatur � Itulah maka IMF, World bank , Paris Club dll dgn dimotori America dan Inggris gampang menjadikan kita selaku objek dari mereka.. Akibat ketidak tahuan mengelola negara dan berujung pada intervensi negara-negara Liberal , gampanglah bagi mereka memasukkan paham dan mazhab Liberal termasuk Liberalisasi Ekonomi dan mata uang, Demokrasi liberal dan gaya hidup liberal bebas tanpa batas , Pers Bebas dan LSM liberal selaku agen-agen kapitalist Liberal termasuk sistem keagamaan liberal model JIL dan Kebebasan Individu berbuat apapun ( pornografi, Homo, aborsi, pakaian terbuka dll)� Dgn logika saja, kita ngak akan bisa menyusul kemajuan materi bangsa yg juara Liberal dalm G 7 , termasuk seandainya kita menelan mentah- mentah semua sistem mereka.. Sebabnya Indonesia barulah � ANAK BAWANG LIBERAL� yg sedang merangkak dibanding kampiun Liberal Sekuler yg berlari cepat mengembangkan sistem kapital dan tekhnologi super canggih .Gimana Bangsa yg merangkak dan banyak hutang sekaligus dicengkram liberal bisa nyusul para Juara Kapitalist yg tunggang langgang lari kedepan, seperti kata si Anthony Gidden dalam a runaway world( dunia yg lari cepat)??? Ada benarnya sejak Orde Baru kita telah diperdaya paham Kapitalis Sekuler dan sekarang efek yg ditumbulkan makin meremukkan nilai-nilai asli bangsa� Percobaan Demokrasi terpimpin Soekarno yg cuman jago orasi telah gagal, berlanjut ke Demokrasi otoriter Militeristik cara Orde baru yg semu dan sekarang dgn percobaan baru yaitu Demokrasi Liberal yg menggirangkan hati negara Kapitalist dan bikin para liberal jingkrak-jingkrak syahwatnya � Keluar dari mulut buaya orator, masuk mulut tukang dor sekarang diterkam elang hitam bebas berkeliaran .. America telah mendidik murid-murid liberal Indonesia dan murid-murid setia inilah selaku agen-agen liberal yg sekarang menggerakkan lokomotif liberal Indonesia� lalu darimana lagi sumber pencerahan itu??? Gimana bisa cahaya peradaban baru lahir dari bumi kita kalau semuanya adalah produk Import termasuk sistem kenegaraan.. Orang kita ngak punya kepercayaan diri, ini masalahnya.. inferiority compleks atas barat masih bersemi hingga sekarang ,terlihat dari adopsi segala perangkat Politik dan ekonomi Barat termasuk tekhnologi� Kalau kita lihat kedalam diri Bangsa , PANCASILA itu buat apa?????? Buat pajangan atau sebatas symbol?? Atau sebatas pelajaran anak sekolah?.. Seorang Azyumardi Azra pernah berkata diperlukan upaya untuk rejevenue( pemaknaan kembali) nilai-nilai Pancasila atau Pancasila yg telah susah payah digagas akan mati suri.. Ini adalah produk original pemikir dan pendiri bangsa ini, kok disia-siakan??? Padahal dalam nilai Pancasila terdapat serba Ada ide, mulai dari theisme, Nasionalisme, Sosialism, Demokrasi, dan humanisme.. kenapa orang kita ngak bisa manfaatkan? Kita punya jati diri yaitu Pancasila tapi kita ngak percaya dan lebih yakin pada produk Import yg namanya Liberal kapitalist� Kapitalism system dalam penglihatan saya akan memunculkan para orang kaya ekonomi berwujud totaliter ekonomi dan berlanjut kearah penguasaan wilayah geografis Individu berpola neokolonialisme� artinya sebuah negara yg dicengkram kapitalis akan dikuasai orang-orang maha kaya raya asing yg bukan penduduk asli dan dia bisa membeli suara demi kepentingan-kepentingan politik dan ekonominya� bahaya ngak ????? Artinya penjajahan model baru akan terpampang dimasa mendatang, dan orang kita tidak berdaya menghadapi kekuatan ekonomi asing sedang Negara tidak berdaya mencegah � Liberalisasi perdagangan dan jasa akan mengarah kearah penguasaan tanah air negara koloni, sebab mereka para kapitalis dgn kekayaan dapat membeli apapun ( tanah, gedung, pulau, perusahaan, Lembaga keuangan, asset negara dst) dgn hukum liberal yg berlaku. Dan otomatis pengangguran akan makin hebat, sebab kapitalisme membawa masuk mesin otomatis dan robot canggih yg nirmanusia (tidak butuh manusia) selaku upaya efisiensi sistem produksi kapital dgn tujuan menekan ongkos produksi.. Dan manusia yg butuh kerja makin membludak baik oleh pertumbuhan penduduk juga oleh tergantikannya peran manusia oleh mesin dan ujungnya berlanjut kepada ketidak puasan kinerja pemerintah, lalu anarkis dan kriminalitas naik dan chaos berkelanjutan bak lingkaran setan� kapitalis lebih butuh mesin dan modal dibanding tenaga manusia� SAYA PASTIKAN DGN SISTEM LIBERAL , BANGSA INI AKAN MAKIN MERATAPI NASIBNYA� Maka upaya mencari alternatif atas sistem Liberal Kapitalisme adalah hal yg mendesak dan urgen sekali, dan pancasila menyediakan asaz-asaznya secara konsep, tinggal bangsa ini yg perlu menjadikan azas itu tindakan operational yg konkret dan tersistem.. Manusia- manusia Indonesia yg tercerahkan oleh filsafat Pancasila , merekalah yg membawa renaissance dan cahaya peradaban baru model Indonesia.. Dan hal konkret yg mendesak adalah sistem Ekonomi bermazhab Pancasila dan sistematika berfikir pancasialis� Dibidang Politik perlu kembali kearah musyawarah untuk mufakat, bukan sistem foting yg cenderung penguasaan yg banyak atas yg sedikit, sesungguhnya fox populi bukan foz dei, suara banyak orang belum tentu suara Tuhan, bahkan suara minoritas bisa jadi adalah suara kebenaran.. Kebenaran yg dihasilkan sistem 50% + 1 adalah kebenaran relativ yg fluktuatif( bisa naik dan turun) atau kebenaran mayoritas, bukan kebenaran universal apalagi kebenaran langit� Disegi Ekonomi , yg tepat adalah sistem financial bagi hasil dan ekonomi Mikro sosialism dgn pola Usaha Kecil Menengah yg menyerap banyak tenaga kerja dan tentu ada kontrol dari pemerintah sebagaimana UUD pasal 33, segala isi bumi Indonesia adalah kepunyaan penduduk asli Indonesia, sedang Investor adalah selaku mitra modal semata bukan kepemilikan� ini bisa panjang kalo dilebarkan.. Dan sistem berfikir yg tepat bagi bangsa ini menurut saya adalah Meta Rasional atau supra rasional yg berpola semi intuitif.. artinya dalam kesadaran spirituil kita mengolah realitas dan memformulasikannya menurut cara rasional yg tersistem dgn output keluaran hasil pemikiran adalah gagasan dan ide yg terdapat unsur monotheisme Ketuhanan dalam segala sisi kehidupan� artinya segala aktivitas, segala materi yg tercipta, segala ilmu yg disusun dan segala tekhnologi mengacu pada nilai-nilai Ketuhanan sesuai sila 1 � Rasional murni mengarah kepada materialisme tanpa etik, tanpa moral� empirisme mengacu pada pragmatis hidup yg halal segalanya, eksistensialisme bisa berujung atheisme dan liberalis hidup, intuitif murni bisa berujung dogma dan mistik tak berdasar� memang kita pelu hati-hati dlm menerapkan metode-metode filsafat fikir� sebuah metode fikir bisa membawa kearah paradigma tertentu yg bisa menyimpang.. contoh Niesche yg sukses jadi orang saraf dan gila sebab upayanya membunuh Tuhan dalam jiwanya.. Tetapi tanpa filsafat , dgn jalan bagaimana kita bisa menjawab segala misteri alam termasuk juga dlm mencari apa sebetulnya yg dimaui oleh Pancasila selaku bahan mentah pencerahan.. Meta fisis Rasional atau Supra Rasional ini dikembangkan oleh Nabi Ibrahim, Aristoteles lalu plotinos dan filosof muslim semacam Ibn Rusyid dan Ibnu Sina dan berlanjut ke Emmanuel Kant ( fenomenologis), sedang di Indonesia yaitu Muh Hatta dan Nurcholish Madjid� Kita butuh pemikir-pemikir orisinil Indonesia untuk memperluas Pancasila yg karya asli bangsa atau pilihan lain bangsa ini hanyalah para tukang-tukang ekor yg sibuk menjiplak sistem import tanpa punya jati diri otentik.. Semakin mampu kita mengembangkan Pancasila, semakin terbuka peluang kearah renaissance cara Indonesia dan kala itulah kita bisa menjadi pusat peradaban baru.. Sang Peyakin Pancasila From: "teewoel_2004" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun May 1, 2005 2:47 pm Subject: Re: Adakah Kemungkinan Indonesia Bisa jadi Super Power Dunia? teewoel_2004 "Sang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ... kuncinya ada di rakyat, bukan di pemerintahan lagi.... bukan sistem yg dipertanyakan, tapi potensi rakyat untuk berkembang yg rendah sekali... ========= Ada 2 tanggapan: 1. Anda mendasarkan thesis anda dari ajaran filsafat siapa ini, kok spt ajaran filsafat baru :))? Cuma demi majunya arah diskusi kita mari kita lihat dari ajaran Habermas yg menganjurkan pentingnya "rational communication" - antara rakyat dan pemerintah dan sebaliknya. Merujuk kepada filsafat Habermas itu suatu bangsa akan maju (dlm hal ini bisa menggali potensi, sejahtera dsb) harus mememuhi beberapa syarat. Intinya harus ada Public Sphere yg luas, dimana suara rakyat memang betul-betul didengarkan oleh pemerintah, dan sebaliknya program-policy pemerintah bisa direspons oleh rakyat. Agar public sphere itu terwujud secara ideal ada 2 syarat: 1.1. Hak-hak dasar warganegara memang dijamin. 1.2. Ada suatu liberal-culture yg artinya tidak ada penindasan atau penggunaan kekerasan dlm komunikasi rakyat-pemerintah dan rakyat-rakyat. Nah dalam konteks hak-hak dasar negara itu kita melihat bahwa sistem juga harus menunjang terjadinya suatu proses revolusi/perubahan secara cepat. Nyatanya sbg contoh: undang-undang perlindungan saksi saja alotnya setengah mati utk bisa disahkan. Ini salah satu hak dasar warganegara yg tidak dijamin. Untuk ini memang DPR dan Pemerintah harus di demo besar-besaran. Karena dibalik alotnya penjaminan hak-hak saksi ada masalah besar yg lain. Potensi alam, potensi yg menjamin kemajuan bangsa selalu kemudian disandera oleh sang penguasa krn semua perilaku yang tidak nasionalis entah dari para jenderal, para politikus, para birokrat, para pengusaha dan oknum-oknum lain; tidak pernah bisa dibongkar setuntas-tuntasnya. Akibatnya ya lalu muncul ungkapan sinis dari rekan-rekan dari milis ini: "kok mau aksi-aksian menjadi bangsa super power, super mie aja deh". Masih ada hak-hak dasar warganegara lain yg belum dijamin, yang harus direbut/perjuangkan: hak-hak para buruh, hak-hak para TKW utk dilindungi dan mendapat kompensasi setelah diperkosa orang-orang Arab dst. (Liberal Culture: kita bicarakan pada kesempatan lain). *** Sang: Clean Government tidak cukup untuk membikin bangsa jadi maju... walau ini salah satu syarat kemajuan, tapi bukan disini persoalan utama, juga nasionalisme akan kuat jika rakyat diberdayakan, bukan ditekan.... ====== teewoel: Seperti sdh saya tulis, keberhasilan terwujudnya Clean Government akan memberi gairah rakyat utk berproduksi, utt kreatif berusaha, utk bersemangat utk berprestasi. Clean Government boleh dibilang adalah suatu ungkapan nasionalisme kental yg sangat dibutuhkan saat ini. Begitu ada jenderal-jenderal (pensiun atau aktif) bisa dihukum krn terbukti korupsi atau melanggar hak hak azasi manusia, maka seluruh rakyat Indonesia terangkat di level internasional sbg komunitas politik yang beradab. Begitu otak pembunuh Munir tertangkap (bukan rakyat kroco2 spt para pramugrari itu), maka gairah nasionalisme bangsa berkobar, krn terbukti bukan hanya sang penguasa pemilik bangsa ini yg bisa membuat hukumnya sendiri. Tapi ada kontrak-kontrak sosial yg memang disepakati secara jujur dan disiplin. Kalau Clean Government terwujud: orang-orang yg menjadi ahli geologi dan perminyakan bersemangat pulang/mengolah alam demi bangsa dan keluarga. Para ahli indonesia yg lari keluar negeri akan dengan senang pulang ke tanah air (sambil tetap berbinis di luar negeri).Investor akan berlomba menanam modal di Indonesia yg memang ideal utk pasar dan ideal utk tinggal jika tidak amburadul spt sekarang. *** Sang: Tujuannya adalah perobahan kearah pembaruan hidup, tapi ini jadi persoalan jika sistem pendidikan yg sekarang tetap stagnan sep sekarang yg cenderung sistem nongkrong dikelas... sebab yg akan dihasilkan adalah manusia yg terbengong-bengong melihat kemajuan tanpa tahu mesti apa dgn pengetahuannya yg didapat disekolah.... jadi yg utama adalah renaissance dibidang sistem pengajaran, baru berlanjut ke arah renaissance manusia Indonesia.... dgn ditopang oleh clean government dan jiwa nasionalisme yg berkobar-kobar... =========== teewoel: Renaissance dalam bidang pengajaran saya setuju-setuju saja. Untuk itu tentu saja kurikulum pendidikan harus bagus atau memenuhi syarat utk mencapai tujuan: mendampingi, membantu mencerahkan anak-anak didik agar mampu mengobservasi kenyataan secara ilmiah dan menarik kesimpulan-kesimpulan ilmiah. Yang namanya research-research sederhana itu sebenarnya bisa dilakukan sejak SD, begitupun melatih anak-anak rajin membaca buku. *** Singkat kata kalau Indonesia mau menjadi Bangsa Super Tempe, Super Mie, dan dihargai sebagai bangsa yg beradab, maju, demokratis, cerdas, maka tidak bisa tidak harus melakukan tiga hal revolusioner secara simultan, tidak bisa dipisah-pisah. (Revolusi, revolusioner, bukan berarti harus saling membunuh). Revolusi intelektualitas, Revolusi Politik, Revolusi Ekonomi. Tentu saja sebenarnya bersamaan dengan itu juga akan muncul Revolusi Kebudayaan, Revolusi Sosial dll. **** Sang: atau pilihannya adalah kita akan jadi para hamba sahaya dari orang- orang kapitalsit yg sebentar lagi dalam AFTA akan menyerbu pasar Indonesia dan menjadikan mereka para asing selaku majikan-majikan yg akan mendikte semua aktivitas kita, sekaligus merampok perut bumi sep masa penjajahan dulu.... ==== teewoel: Lho kapitalis itu menguasai Indonesia bukan hanya sebentar lagi, tapi sudah menguasai Indonesia sejak jaman Mbah Suharto dulu. Pada waktu Freeport dibuka, pada waktu Caltex explorasi, pada waktu perusahaan-perusahaan multinasional masuk ke indonesia, ya rakyat indonesia sudah menjadi hamba-hamba kapitalis. Masih lumayan kapitalis Amerika misalnya, bila kita bisa mendeteksi dan melaporkan secara rinci berdasar fakta praktek korupsi mereka, langsung pemerintah Amerika akan menutup usaha perusahaan itu di Indonesia. Yang paling berat adalah menghadapi para kapitalis birokrat di Indonesia, yang mencopet atau memalak para kapitalis asing itu. Karena kabir-kabir bangsa dewek itu punya kekuatan membunuh rakyat yg melawan, punya uang utk memenjarakan dsb. **** sang: kapitalisme bermodalkan mesin dan uang banyak untuk membayar orang- orang kita dgn tujuan menundukkan orang-orang kita juga.. ingat devide et impera.. sistem pecah belah yg bertujuan menguasai geografis Indonesia setapak demi setapak... saya melihat ini akan terjadi dimasa sepan, kecuali kita merobah sistem pendidikan yg amburadul bin dogol... ==== teewoel: ooh ternyata anda juga sudah melihat hal itu, namun yg saya sampaikan, kapitalis itu sudah sejak dulu menjajah indonesia. *** sang: Maka untuk mengkounter itu perlu orang-orang yg tercerahkan... yaitu dgn jalan pencerahan akal budi untuk membuka kreativitas dan inovasi bangsa.. dgn jalan ini yaitu penanaman metodologi filsafatis diyakini bisa memunculkan orang-orang yg kritis, terbuka dan mampu memahami keadaan.... ====teewoel: saya setuju-setuju saja, perlu mendorong rakyat utk berkreasi, inovasi, dll. Satu hal yang belum digali adalah pencerahan lewat proses budaya/seni. Jepang sebelum maju spt sekarang ini, dulu penah mempunyai tokoh komik yang sangat populer yg merangsang para pembacanya dari anak-anak sampai orang dewasa utk bekerja keras, inovatif dsb. Nah untuk ini para seniman,kartunis,novelis, sastrawan,pelukis, penari , poets, saya tunggu komen-komennya. Salam renaissance setelah tidur panjang: *** teewoel __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
