bagaimana mungkin Tuhan Yang Maha Mutlak, Suci dan Tidak terbatas dapat dijangkau oleh manusia yang terbatas. bahkan kalau Anda berani mensifati-Nya -sepeerti saya tadi- berarti kita telah membatasinya dengan batasan-batasan yang kita "hadiahkan" kepada-Nya.
tapi adakan larangan bagi kita membatasi-Nya? saya rasa kita bahkan harus membatasi-Nya sesuai dengan kafasitas kemampuan kita menjangkau-Nya, justru karena kita sadar betul bahwa kita adalah terbatas sementara Ia adalah tidak terbatas.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
[EMAIL PROTECTED]
