-----Original Message-----
From: ivan dian [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, May 04, 2005 7:07 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [filsafat] Mengenali atau Membatasi Tuhanpak hasan saya sangat apresiasi pada anda.saya ingin mengatakan bahwa tuhan sebenarnya dapat dikenal, tapi akal manusia yang membatasinya. sama seperti mata dia dapat melihat hal-hal yang dekat,tapi tidak dapat melihat hal-hal yang jauh. begitu juga dengan akal. coba anda mengambarkan sebuah meja. anda tidak akan dapat mengambarkan meja secara keseluruhan. tapi hanya sebagian dari meja itu. begitu juga akal dengan tuhan.kalau anda mengatakan bahwa akal dapat mengenal pada keesaan-Nya. bagi saya anda terlalu doktrinal. bagaimana anda mengetahui bahwa tuhan itu esa. jelas anda terinspirasi dengan al-qur'an atau dapat dikatakan bahwa anda telah dipengaruhi oleh al-quran jadi menurut saya andapun memakai cara mistik.bagimana anda mengetahui bahwa tuhan itu esa. apakah melalui akal anda, saya pikir tidak.apakah dengan membatasi tuhan itu membuat tuhan sendiri tidak sempurna. logika ini terlalu naif buat saya. karena manusia mengambarkan tuhan semampunya. dan tuhan tidak berubah menurut gambaran manusia yang bersangkutan.apa yang membuat tuhan tidak sempurna?. bukan karena pikiran manusiakan? sesungguhnya manusia yang tidak sempurna dengan pemikiranya, adapun tuhan tetap sempurna sampai tidak terbatas.
hasan mawardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mengenali atau Membatasi Tuhan
Adakah akal manusia yang terbatas ini sanggup menjangkau Tuhan Yang Maha Tidak Terbatas?
Pengenalan kita terhadap Tuhan sebenarnya terbagi pada dua; mengenal bahwa Ia ada dan Esa, dan mengenal segala kesempurnaan-Nya; ilmu-Kuya, kuasa-Nya, kasaih sayang-Nya, dll.
Untuk pengenalan pertama, akal dapat melakukanya secara langsung. Artinya, kalau hanya sekedar menetapkan bahwa Tuhan itu ada dan Ia Maha Esa akal yang terbatas ini masing bisa melakukannya. Namun bukan berarti telah sanggup membatasi dan menjangkau-Nya.
Mengenal secara langsung kesempurnaan-Nya atau sejauh mana kesempurnaan-Nya -menurut saya- tidaklah mungkin bagi akal, sebab demikian itu berarti telah membatasi kesempurnaan Tuhan itu sendiri. Kesempurnaan-Nya menjadi tidak sempurna lagi sesuai dengan keterbatasan akal itu sendiri. Namun secara tidak langsung akal dapat mengenalinya.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Saudara Ivan,
Bagaimana anda bisa mengetahui Tuhan itu esa atau bukan
?
vic
