Salam dari anggota baru.
Saya mungkin terlambat bergabung dengan mailist yang
mencerdaskan ini.
Saya baru membaca 4 surat-elektronik (surat-e; ada
juga yang sebut pos-el...pos-elektronik gitu loh..)
dan diskusinya sangat menggugah.
Yang menjadi beban pikiran saya sejak lama adalah
perkara keterkaitan antara bahasa dan kerja. Kalau
filsafat bahasa kita tau gimana ceritanya, begitu juga
filsafat kerja. Kalangan marxis yang sangat intens
(seurious..) bicara soal ini. Tapi bukan itu yang
mengganggu benak saya. Yang lebih mengganggu benak
saya adalah adakah hubungan antara konsep kebahasaan
(langue kata filosof prancis Saussure atau competence
kata Chomsky) dalam hal ini verba dengan
semangat/mentalitas kerja?
Kita tahu kalau dalam bahasa2 Eropa dan Semitik konsep
waktu melekat dalam verba mereka. Dan kita bisa
melihat bagaimana etos kerja mereka serta penghargaan
mereka pada waktu.
Dan...bahasa Indonesia atau Melayu, saya bangga
dianugrahi bahasa itu, tidak melekatkan konsep waktu
dalam verbanya. Dan...kita bisa melihat bagaimana etos
kerja bangsa kita bila dikaitkan dengan
waktu..polilemanya (kalo cuma dua kan di-lema nah yang
menjadi lema kita banyak sekali jadi poli-lema; banyak
lema masalah yang kita hadapi...he he betul gak sih?)
kita berada dalam budaya seperti itu.
Mungkin ada pengecualian pada tukang roti yang mencari
rezeki sejak sesudah waktu subuh....
Mohon bantu saya mengurai soal satu ini.
Makasih ya..+ kalo terdapat (alih-alih 'ada' he..he..)
kekeliruan mohon diluruskan.
Sukses untuk ruang maya filsafat semoga jadi wahana
pencerdasan kehidupan bangsa. Amin.
Salam
Ardianto
> > Mau rezeki? Tetap teriak "Rottiiiii.." eh bekerja
gitu lho ..
> >
> > Salam,
> > Dj
> > > Pernah saya ngobrol dengannya, dari saya awal
tinggal sampai
> sekarang
> > > tidak ada yang berubah, masih juga menjual roti
pak, kata saya.
> Dia
> > > katakan seorang ayah harus berkorban untuk
keluarganya, jika
saya
> tidak
> > > melakukan ini tentunya anak-anak saya tidak akan
bisa menjadi
> sarjana.
> > >
> > >Pengorbanan itu nilai teratas yang ada pada
tukang roti itu
> sehingga
> > >memancar diwajah tukang roti biar sudah tua
nampak selalu
berseri
> jika
> > >bertemu dengan para pembelinya.
> > >
> > > Namun beberapa hari ini teriakkan tukang roti
itu tidak
> terdengar, saya
> > > tanya istri saya, dek..tukang roti kok nggak
pernah
kedengarannya
> > > beberapa pagi ini ya? Iya mas, katanya sih
sakit. Sampai pada
> suatu hari
> > > saya mendengarkan bahwa dia telah tiada. Rasa
kehilangan
> menghinggapi
> > > diri, terbayang wajahnya yang sederhana.
Pengorbanan dan
> keihlasan adalah
> > > dua kata yang melekat pada tukang roti itu.
Sayapun kehilangan
> teriakkan
> > > di pagi hari tukang roti.
> > >
> > >
> > >
> > >Wassalam,
> > >
> > >Agussyafii
____________________________________________________
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
http://football.fantasysports.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/