Ngomong2 perihal Gajahmada...
Konon menurut salah satu Profesor sejarah dari salah satu Universitas terkemuka di tanah air (saya ngak ingat namanya) yang dimuat di Koran Kompas (Edisi, dan tgl lupa juga - yang pasti sudah lewat satu dasa warsa) Wajah atau patung Gajahmada yang beredar di masyarakat adalah tidak benar, karena acuan gambar wajah Gajahmada yang beredar berdasarkan tembikar peninggalan-2 Jaman Maja Pahit, repro-2 yang beradar pada saat itu yang banyak ditemukan disinyalir hanya "celengan" (Tempat menabung yang terbuat dari keramik/tanah liat), yang nge"pop" pada jamannya.
Kalau kupikir-pikir benar juga rasanya, masa Gajah Mada wajahnya bulet-bulet begitu..., sudah itu pipinya itu lho "tembem"... pantesnya Gajahmada itu yaa- kayak SBY.. gitu?
Apalagi Menurut cerita/legenda Bali , Gadjah mada itu tidak mempunyai ibu dan bapa, melainkan terpancar dari dalam buah kelapa sebagai penjelmaan Sang Hiang Narajana ke atas dunia.
Duh semakin nestapa aja nasib Mbah Gajah Mada... kalau dia wajahnya bulet-bulet ya pantes wong Mouldingnya buah kelapa...
Apa nggak bisa diterawang sama pemburu hantu ... biar dilukis wajah Gajah Mada .. yang lebih manusiawi... ?? Bisa aja lho seperti So Hok Gie berwajah Nicolas Saputra...ya nggak?
Salam,
Dj
At 07:50 PM 7/27/05, you wrote:
Seri Pahlawan (1) : Gadjah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara
Pengarang : Mr. Muhammad Yamin
Penerbit : Balai Pustaka
Tjetakan Kelima 1953
======================
Sinopsis :
Dialiran sungai Berantas yang mengalir dengan derasnya menuju kearah selatan dataran Malang dan dikaki pengunungan Kawi-Ardjuna yang yang indah-permai itu, maka disanalah agaknya seroang Indonesia berdarah rakyat dilahirkan pada permulaan abad ke 14. Ahli sejarah tidak daapt menyusun hari lahirnya dengan pasti, ibu bapak dan keluarganya tidak mendapat perhatian kenang-kenangan riwayat, begitu juga nama desa tempat dilahirkan dilupakan saja oleh penulis keropak zaman dahulu.
Asal-usul Gadjah Mada semuanya dilupakan dengan lalim oleh sejarah.
Barangkali keadaan itu selaras pla dengan perbawa dan nasih Gadjah Mada. Dia tidak bertopang kepada darah keturunan, dan namanya terpaku dalam lembaran emas sejarah karena tujuan hidup yang tinggi dan maju kedepan atas tenaga usaha sendiri.
Dia kelahiran rakyat jelata, dan rakyat murba acapkali dilangkahi saja oleh sejarah yang berpihak ekpada yang dianggapnya menarik perhatian.
Menurut kepercayaan orang Bali, seperti tertulis dalam kitab Usana Djawa,
maka Gadjah Mada itu dilahirkan dipulau Bali Agung, dan pada suatu ketika berpindah ke Madjapahit.
Menurut cerita Bali itu, maka Gadjah mada tidak mempunyai ibu dan bapa, melainkan terpancar dari dalam buah kelapa sebagai penjelmaan Sang Hiang Narajana ke atas dunia.
Jikalau sekiranya cerita ini benar, maka Gadjah Mada berasa dari tanah pulau Bali seperti Perabu Airlangga (990-1042),
Yang mendirikan kerajaan Darmawangsa setelah keraton dibakar dan negara diruntuhkan oleh kekuasaan Wuraweri Sriwijaya dalam tahun 1007 M.
Tetapi karena disekelilingi kota Malang-Singasari sejak dahulu banyak didapati tanda-tanda memperingati nama Gadjah Mada, dan oleh karena dalam tahun 1321 dia telah berusia cukup untuk menjadi patih disuatu daerah, maka keluarlah persangkaan yang memberi alasan,
bahwa dia agkanya kelahiran aliran sungai Berantas, dilahirkan kira-kira dalam tahun 1300.
Sebagai pemuda dia tidak mempunyai hidup yang mewah-bahagia, melainkan dibesarkan sebagai anak desa yang bersatu dalam kemelaratan sehari-hari dengan alam yang kaya raya.
Dari pemuda rakyat yang lebih tua mendengar bagaimana runtuhnya kerajaan Singasari dengan pembakaran keraton dan pembunuhan bangsawan pada tempat yang letaknya dekat disebelah utara.
Keadaan negara turun dan negara naik itu mengisi kepada dan dada pemuda Gadjah Mada yang mempunyai panggilan hidup yang luar biasa. Suruhan suci lahirlah kedalam dadanya.
Pemuda yang bercita-cita itu lalu menjadi ahli negara yang maha tangkas, djiwa dan raga, waktu dan seluruh tenaga diserahkan untuk membesarkan negara yang baru terbentuk.
Didalam tangannya negara itu menjadi berjiwa dan bersemangat dan naik ketingkat keluhuran diatas dasar persatuan yang hidup dalam tangan pemimpin besar yang berasal dari anak desa itu.
Dalam perpustakaan, maka Gadjah Mada kenamaan juga dengan memakai nama lain, seperti Empu Mada, Jaya Mada, atau Dwirada MAda, menurut agama namanya : Lembu Muksa, sebagai penjelmaan Mahadewa Wisnu.
Gajah Mada artinya Gajah yang galak tangkas, penuh dengan kegiatan.
Lebih dari pada empat puluh tahun Gadjah Mada berjuang dan bekerja segenap waktu untuk persatuan dan kepentingan negara.
Kitab pararaton memberi rencana tentang perjalanan rancangan hidup Gajah Mada menurut garis-garis besar.
Lekaslah dia mendapat perhatian pegawai tinggi, karena bertindak sebagai pemuda yang penuh cita-cita membantu kerajaan dan jiwa kepala negara (1328).
Dialah yang mempersatukan kepulauan Nusantara dengan sumpah nusantara atau sumpah palapa.
Dalam tahun 1364 Gadjah Mada meninggal dunia tidak ketahuan dimana badannya tersimpan dalam pangkuan bumi. Kata setengah orang dia meninggal di Majapahit.
kata setengah orang lagi dia menenggelamkan diri kedalam lautan Indonesia.
Dialah seorang besar Indonesia, yang tidak diketahui tempat lahir dan tempat matinya.
Walaupun demikian nama dan perjuangannya tinggal hidup selama-lamanya dalam hati sanubari rakyat sesudahnya dan mendapat ingatan mulia dalam sejarah kebangsaan.
Perjuangan yang lamanya empat puluh tahun itu akan mendapat penerangan dalam karangan yang tuan baca ini.
Tulisan ini akan menurutkan jejak2 yang dapat diselidiki di atas jalan yang dirintis pemimpin kebangsaan itu di atas lebih persatuan menuju kebesaran nusa, bangsa dan negara.
Bagian I : Hidup Yang Penuh Perjuangan Untuk Melaksanakan Persatuan Tumpah Darah dan Negara
Bagian II : Turun naiknya negara Majapahit sejak dari lahir sampai runtuhnya dengan Gajah mada dipuncak kebesaran (1292-1365)
Bagian III : Gajah Mada melangkah dengan kebijaksanaan dan tumpahan darah ke dalam usaha negara (1319-1331)
Bagian IV : Gajah Mada menjadi patih Mangkubumi Majapahit dan perdana menteri Negara (1331)
Bagian V : Kedudukan Gajah Mada dalam Pusat Pemerintahan Negara
Bagian VI : Perhubungan antara Aditiwarman dengan Gajah Mada dan orang besar sekeliling mereka (1325-1344)
Bagian VII : Panglima Gajah Mada Menyerang Pulau Bali, Sumbawa dan Bone (1343)
Bagian VIII: Gajah Mada mengabdi dengan mengangkat Sumpah kepada persatuan Nusantara dan menghubungkan negara-negara Asia.
Bagian IX : Riwayat Sunda yang berisi kegagalan tindakan Gajah Mada (1357)
Bagian X : Gajah Mada meninggal dunia dipuncak kemegahan
Bagian XI : Keruntuhan negara Majapahit sesudah Gajah Mada meninggal dunia (1365-1521)
Selamat mencari dan membaca buku-buku lama... :)
Wassalam
-i2n-
21 Jum.Akhir 1426 H
Tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan,
dan tugas paling sulit dalam hidup adalah....belajar untuk sabar.
(Annemarie Schimmel)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
- [EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "filsafat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
