Menurutku kesadaran mereka adalah kesadaran meluas yang tak terkendali, peranan otak masih belum terkontrol. Pergerakan mereka adalah intuitif, tak ada sensor untuk mengingat yang ada hanyalah mencapai apa yang dikendalikanNya.
Untuk anak sebersih itu tak tertempel kadar materialistik di sana, yang ada alam ruchani, tak ada untungnya untuk mengingat kehidupan dunia ini, sehingga "aku"-nya dia akan sama sekali kehilangan kesempatan untuk sadar dan merada ada di dunia ini. Karena titah dia adalah titah Ilahi. Perilakunya masih mengikuti intuisi. Seperti layaknya anak kura-kura yang terlahir dan tahu bagaimana cara hidup, cara berenang dan lain-lain. Ada yang menuntun...itu Yang Meliputi. Salam, Dj At 03:42 PM 10/17/05, you wrote: >Saya sering bertanya-tanya dan merenung sejak saya menghantarkan adik sepupu >saya ke tempat peristirahatannya yang terakhir pada tahun 1988 lalu. Adik >sepupu saya meninggal karena demam berdarah, dia berusia 8 tahun waktu itu. > >Yang membuat saya merenung adalah, ketika saya berada di pemakaman, di area >pemakaman anak-anak, saya melihat banyak batu nisan yang bertuliskan nama >dan tanggal kelahiran serta tanggal kematiannya. Ada yang meninggal dengan >usia setahun, ada yang mencapai usia 3 tahun. Ada juga yang berusia hanya >dua bulan dan ada juga yang sempat hidup hanya dalam waktu beberapa hari >saja. > >Saya lantas berpikir....om Descartes pernah bilang, cogito ergo sum... saya >berpikir maka saya ada... dan saya mencoba mengingat-ingat ketika saya masih >berusia setahun, sudahkah saya sadar bahwa saya ada? Ah, saya tidak punya >ingatan apapun di masa itu, bahkan sampai sekitar saya berusia 5 tahun. >Pengalaman terlama yang teringat adalah ketika saya berusia 5 tahun, saat >kelas satu SD dan itupun cuma sepotong-sepotong. Saya tidak ingat sama >sekali bahwa saya pernah sekolah di taman kanak-kanak. Saya tidak ingat >rumah yang saya tinggali ketika saya masih berusia 2 tahun. Saya benar-benar >tidak sadar di saat-saat itu. Namun, benarkah saya tidak sadar? Tentu saja >tidak. Anak saya ketika berusia setahun bisa merespon dan bergembira >bersama. Dia menangis ketika lapar. Tanda bahwa dia hidup dan dia sadar. > >Yang menjadi pemikiran saya, kalau saya sama sekali tidak punya ingatan >ketika saya masih berusia setahun, lalu seandainya di usia setahun itu saya >mati, apakah saya akan sadar bahwa saya ini pernah hidup? Ataukah rasa "aku" >ini akan tetap muncul entah dalam wujud siapa dalam kelahiran yang lain? > >Itu yang sampai saat ini belum saya dapatkan jawabannya. Saya hanya bisa >melihat batu-batu nisan yang sudah kusam dan tertutup rumput. Di sana >terbaring seorang bayi yang baru berumur 5 hari. Apakah dia merasa bahwa dia >pernah hidup di bumi ini? Lalu, kalau seandainya tidak, apakah "aku"-nya dia >akan sama sekali kehilangan kesempatan untuk sadar dan merada ada di dunia >ini? > >Salam, >nur agustinus > > > > >****************************************************** >Milis Filsafat >Posting : [email protected] >Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ >Website : http://filsafatkita.f2g.net/ >Berhenti : [EMAIL PROTECTED] >****************************************************** > >Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
