Sdr, Dedi,
 
Agama sudah sangat melemahkan manusia ketimbang pada masa purba dulu...
Contoh, hutan ditembang dan dirusak, air sungai di cemari..kemudian timbul bencana dan malapetaka...lalu mereka mengatakan :Cobaan dari Tuhan"...mereka kemudia mohon ampun dan melakukan takbir akbar dls....agar diberi kekuatan dan dibebaskan dari cobaan.....tapi perlakukan manusia tetap menebang dan merusak hutan...kemudian minta ampun lagi dengan Allah.........wah apakah ini bukan destruktifikasi agama terhadap perilaku hidup manusia.
 
Filsafat Yin Yang, memakain hukum lima unsur misalnya,
Siklus Hidup digambarkan oleh Tuhan sbb, Air menumbuhkan Kayu, Kayu membesarkan Api, api dst.......Nah kalau Kayu ( hutan ) dirusak keseimbangan Yin dan Yang terganggu, maka akan timbul banjir ,,,,, ini jelas harus disadari manusia melalui Filsafat Yin Yang. Kesalah agama adalah dalam evolusinya sudah lari dari esensinya, mereka memberikan janji semua akan dibantu Allah atau Tuhan dari bencana apapun meskipun karena perbuatan mereka, nah janji dalam agama ini yang menjadi andalah mereka untuk berbuat semaunya.
 
Bencana alam itu dipandang dari kacamata manusia, namun dari sudut pandang alam itu adalah Alam melakukan evolusi dalam Penyeimbangan Yin dan Yang Kembali, pada masa bumi berevolusi , anda katakan belum ada agama,,,,,,ini adalah proses evolusi alam yang kita sebut bencana alam................................Ketika manusia merusak alam, alam secara otomatis menyeimbangkan dirinya kembali, seberapa kuat reaksinya , tergantung berapa besar kerusakan,,,,seperti lapisan ozon,,,,,ini membawa bencana angin dan topan....dan ini kelihatan sebagai bencana bagi manusia........Siapa suruh.......
 
FK.

Dedi Gojali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam nimbrung,

Rekan FK, saya setuju 100% dengan pandangan anda bahwa
manusia telah sedemikian jauh tercerabut dari akarnya
dalam hubungan manusia dengan alam. Akan tetapi, itu
bukan satu-satunya faktor terjadinya bencana alam.

Dan jika boleh saya mengutarakan pendapat, rasanya
tidak adil jika kejadian bencana alam hanya dibebankan
kepada kesalahan agama. Bukankah pihak yang patut
dipersalahkan dalam krisis ekologi yang terjadi dewasa
ini justru lebih tepat ditujukan kepada sains - dan
dalam beberapa hal filsafat turut berperan? Bukankah
pemahaman mekanistik Newtonian lebih tepat dipandang
sebagai penyebab itu semua?

Mungkin anda ingin menekankan kepada pemahaman manusia
sebagai wujud penciptaan tertinggi dari Tuhan yang
ditugaskan menguasai bumi, sebagaimana tertera di
dalam kitab suci agama2 Samawi. Akan tetapi, bagi saya
pribadi, pernyataan manusia sebagai "makhluk sempurna"
di muka bumi, tidak serta merta berarti manusia
sebagai "penguasa", sebagaimana dikemukakan oleh
Francis Bacon.

Jika kita memakai pendekatan linguistik, jelas bahwa
terma "makhluk tertinggi" merupakan bahasa yang
dipergunakan untuk dan oleh manusia. Artinya,
sebenarnya hewan-hewan pun 'mungkin' memiliki
pemahaman bahwa mereka adalah makhluk tertinggi di
muka bumi ini.

Nah, berkaitan dengan pandangan anda, saya pikir akan
lebih bijak jika kita tidak hanya mempertanyakan agama
di dalam konteks krisis ekologi, akan tetapi justru
mungkin keseluruhan pandangan dunia kita yang harus
kita pertanyakan.

Sebagai tambahan, saya 100% setuju bahwa untuk
beberapa masalah bencana alam, rasanya tidak perlu
kita menjadi orang yang paling mengerti pikiran Tuhan
(seperti contoh bencana tsunami Aceh yang anda
kemukakan). Namun, saya pikir filsafat Yin Yang (saya
juga sangat menyukai filsafat ini, dan menjadi salah
satu bahasan dalam skripsi saya) juga tidak mampu
menjelaskan bencana alam. Mungkin saya yang kurang
paham mengenai filsafat Yin Yang ini. Saya harus akui
dan tekankan mengenai hal ini.

Sedikit pertanyaan saja, rekan FK, bagaimana anda
menjelaskan bencana alam yang terjadi di Pompeii
dahulu kala? Dimana sebagaimana kita ketahui agama
belum ada pada saat itu, dan rasanya sains pada saat
itu pun belum sampai pada taraf mengkhawatirkan
seperti sekarang ini.

Salam,
Ardha Ranadireksa


--- fankuang_tzu <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

> Sejak 6000 tahun yang silam Filsafat Yin Yang sudah
> menerangi
> kehidupan manusia. Pasang surut perjalanan Filsafat
> Yin Yang membuat
> belakang ini Filsafat Yin Yang mulai dilirik
> kembali. Sejarah bangsa
> timur pada masa silam pernah mengalami jaman
> keemasannya dimana pada
> masa itu filsafat-filsafat sejati lahir sebagai
> buktinya dan menjadi
> landasan kehidupan masyarakatnya.( simak lebih
> detail di
> [EMAIL PROTECTED])
>
> Dalam berbagai diskusi diberbagai media atau tempat,
> manusia tidak
> henti-hentinya menganjurkan ini dan itu untuk
> menciptakan perdamaian
> dan kesejahteraan... Namun sebanyak yang dianjurkan
> dan diserukan,
> sebanyak itu pula kegagalan yang nampak. Mengapa
> terjadi demikian ?
> Karena kita masih mengandalkan cara dogmatisme dan
> politisme.
>
> Manusia sekarang ini bukan lagi bermusuhan dengan
> sesama manusia,
> tetapi sudah bermusuhan dengan alam. Bencana alam
> belakang ini sudah
> sangat mengancam kelangsungan hidup manusia di
> mana-mana. Mengapa
> terjadi demikian ? Karena manusia sudah meninggalkan
> Filsafat yang
> berharga bagi hidupnya. Manusia terlalu mengandalkan
> agama hanya untuk
> meminta dan meminta pertolongan Tuhan/Allah. Namun
> alam tetap tidak
> mengenal kasih.
>
> Sementara persoalan dan konflik agama belum pernah
> terselesaikan oleh
> manusia melalui agama. Kini manusia harus dihadapi
> oleh konflik dengan
> alam. Bencana silih berdatangan, Contoh di Aceh.....
> Negeri Serambi
> Mekah yang dilupakan Allah. Timbul penafsiran...itu
> adalah peringatan
> dari Allah, teguran Allah
> ..bla...bla...bla........namun sayangannya,
> semua dalil itu nampaknya tidak menyentuh akar
> persoalan.
>
> Filsafat Yin Yang sangat terlalu sederhana, hanya
> terdiri dari dua
> kata jika dibandingkan dengan kitab-kitab suci yang
> tebal-tebal. Namun
> pendalamannya tiada batas dan bersifat universal.
> Nenek moyang bangsa
> timur pada masa lampau tidak saja terbukti hidup
> damai dan sejahtera
> dengan sesama manusia, tetapi juga dengan alam..oleh
> karena itu
> Filsafat Yin Yang ada sebagai landasan dan fondasi
> kehidupan mereka.
> Inilah bukti sejahara Filsafat pernah memberikan
> kedamaian dan
> kesejahteraan manusia............tidak demikian
> dengan agama yang
> konon belum pernah terjadi kedamaian dimukan bumi
> sejak dicetuskan.
>
> Salam renung
> FK.
>
>
>
>
>
>





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

******************************************************
Milis Filsafat
Posting : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/




Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy book Philosophy grace


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke