--- In [email protected], "azzawajalla" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> The End Of Filsafat
> 
> "di zaman modern ini kelaparan semakin
> merajela---kita tidak bisa ngomong
> karena sungguh lapar" (C.I.S Ibnasian A.S )
> 
> Saat sekarang benar-benar saat kematian bagi filsafat. Sekarang 
> kesadaran manusai tidak lagi berada pada nalar. Manusia sekarang 
> tidak menapaki daya pesona nalar, ia lebih suka menjelajah bersama 
> dunia maya, ruang hampa. Maka salah satu gaya-nya adalah 
> mengatakan "ya" dalam hidup ini. Namun kemudian apa yang di-"ya"-
kan 
> sama sekali tidak menjawab semua problem kehidupan. Dahulu filsafat 
> lahir dari rahim keingintahuan segala masalah, sekarang filsafat 
> berurusan dengan segala pengetahuan yang ada. Sementara pengetahuan 
> yang ada yang tersedia bagi umat manusia tidaklah membuat nyaman, 
> apalagi indah. Dan saat ini pula filsafat 
tidak "sanggup" "menjawab"-
> nya--benarkah dengan demikian filsafat berarti mati ?
> 
> Anggapan lain mangemukakan bahwa sangat krisis melanda sebuah 
negeri 
> dengan berbasiskan ekonomi, lalu apa yang akan disumbangkan 
filsafat 
> pada dunia realitas. Setiap ilmu tentulah "problem solving". Pada 
> titik inilah kematian menjemput filsafat dari kegagahannya. Karl 
> Marx pernah mengemukakan pengertian cukup mendasar kepada kita 
bahwa 
> filsafat saatnya "mengubah dunia" bukan hanya "mendefinisikan 
dunia" 
> semata. Dari dasar pikiran Marx ini kita boleh beranggapan bahwa 
> dunia (tentu dalam pikiran Karl Marx) tidak senantiasa membutuhkan 
> ide tapi terkadang materi. Demikian Marx sebagai filosof 
> materialistik mengkritik para filosof. Apakah dengan demikian 
> filsafat berarti menuju kematian ?
> 
> Bagaimana cermatan teman-teman ? 
> Terima kasih Azja Wajalla.
>




Dan akan sulit dibayangkan filsafat akan mati.Bukankah zaman sekarang 
orang-orang barat menggemari spiritualisme? bukankah secara materi 
mereka cukup. sering terdengar bukan orang kaya sering melakukan hal-
hal yang aneh.
sekarang teori Marx sedang detemukan dengan sebuah teori baru
yaitu bahwa dunia tak selamanya membutuhkan materi tetapi kadang 
butuh ide. Ilmu pengetahuan kadang tidak bisa menjadi problem 
solving. karena sebuah filsafat dapat mendasari suatu riset dan 
menjelaskan sesuatu secara berbeda sebagai contoh adalah harun yahya 
yang melawan tori evolusi.




 








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke