> Pertama rasa mempengaruhi manusia, tetapi semestinya manusia yang mempengaruhi rasa.., jadi rasa itu harus dikendalikan...jangan diperbudak olehnya. Salam, Dj
# Tidak segampang itu. Lihatlah di Fear factor. Semua peserta tahu bahwa rasa takut berada dalam kolam penuh ular adalah ilusi. Faktanya, ndak semua orang bisa mengarasi `rasa' takut itu. demikianpun segala macem rasa, entah itu rasa jijik, rasa curiga, rasa percaya, dll, dll, ndak selalu bisa dikendaliken. Secara teoretis kita bisa menghitung bahwa jika kita menikung pada radius tikungan sekian, kecepatan sekian, koefisien traksi sekian, ban ndak gundul, ndak ada pasir, dst, maka dengan memiringken motor sekian derajat kita bisa menikung dengan aman. Dalam praktek, banyak yang takut menikung dengan miring. Termangsuk saya ;-( Sesudah berkali2 barulah berani ;-) Dus, perasaan kita sering ditipu ilusi. Sama halnya dengan panca indra, sering tertipu. Gunung yang nampak biru & mulus sesudah didekati ternyata mbur adul. Bagian yang menyebabken rasa takut ada didalam otak dan namanya amygdala. (http://en.wikipedia.org/wiki/Amygdala ). Located in the brain's medial temporal lobe, the almond-shaped amygdala (in Latin, corpus amygdaloideum) is believed to play a key role in the emotions. It forms part of the limbic system. In humans and other animals, it is linked to both fear responses and pleasure. Dalam sebuah penelitian yang ditayangken BBC dan di VCD-ken dalam Human mind seseorang dikerangkeng dilaut dan diserang ikan hiu. Orang itu tahu bahwa hiu itu ndak bisa mencederainya tetapi ndak bisa melepasken diri dari rasa takut. Pada percobaan lain selosin yuri dimintak menentuken yang mana yang bisa dipercaya yang mana yang tidak bisa dipercaya diantara 5 `tertuduh'. Para yuri tak dibekali data2 tertuduh, ndak ada daftar riwayat hidup, ndak ada data2 bilogis, wawancara, ktp, dll. Yang mereka punya hanyalah sebuah sosok dan seraut wajah. jika punya data, umumnya nalar yang bekerja melakuken analisa. Karena tiadanya nalar terpaksalah mereka menggunaken `rasa'. Para yuri kemudian menentuken si A adalah orang yang paling bisa dipercaya dan D paling ndak bisa dipercaya. Ternyata kesimpulan yuri SALAH. Kelimanya adalah propesional2 yang 100% bisa dipercaya. Singkatnya, rasa atau perasaan atau feeling, dll, ndak selalu benar. BISA SALAH. Sebagaimana panca indra bisa salah. sebagaimana nalar bisa salah. Coba hitung 23.54 + 246098 x 3967429 : 45292387 + akar 2963865 = ? Dalam 10 detik tanpa kalkulator. Peluang anda salah besar sekale. Kedua, mempengaruhi rasa juga ndak gampang. Nah, menurut banyak pakar, ada yang cenderung menggunaken rasa ada pula yang lebih banyak menggunaken nalar. Biar begitu, dalam hal ketiadaan data sehingga nalar sulit bekerja, siapapun akan otomatis menggunaken rasa untuk menilai/menyimpulken/memutusken. Juga dalam hal waktu yang sangat sempit sedemikian rupa sehingga nalar ndak bisa bekerja optimal. Untuk lebih afdolnya silahken sewa/beli BBC : the human mind. Selamet nonton Salam Kibroto ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
