Benang merah mudah dicari di tukang jahit yang biasanya didepan/diatas 
kiosnya bertuliskan "tailor", tapi "Benang Merah" di filsafat tidak bakal 
ada titik temunya, apa lagi kalau benangnya kusut. Masing-masing filsuf di 
benaknya memiliki definisi sendiri-sendiri.  Jadi biarkan benang itu 
bertaburan, berarak, sampai akhirnya anda menemukan jarumnya. Jarum itulah 
yang anda tarik untuk disulam menjadi baju kebijakan. Apabila sudah selesai 
kenakan baju itu, jangan lantas anda urai-urai. Itu pamali, kurang 
kerjaan-namanya, ah itu kata nenek saya lho yaa...

Salam,
Dj

At 03:28 PM 11/15/05, you wrote:
>Sampai sekian jauh kita mengikuti benturan-benturan
>ide yang saya pikir semakin saling menjauh dari titik
>temu, bahkan segaris lurus bak rel kereta api-pun
>tampaknya mustahil, saya ingin dalam kemustahilan ini
>dapatkah kita menarik suatu "benang merah".
>
>Eh bisa ndak ya,.....apakah benang merah itu perlu
>kita cari ..?
>
>Dilanjut saja deh....
>
>silakan,
>
>--- verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> > Agama diturunkan oleh Allah kepada manusia dengan
> > tujuan untuk membimbing
> > mereka memperoleh kebahagiaan tertinggi dengan jalan
> > menciptakan
> > keseimbangan, baik pada tingkat individu maupun
> > sosial. hal ini mengandung
> > arti bahwa substansi manusia, yand diciptakan oleh
> > Dzat Yang Maha Sempurna,
> > harus mampu mengetahui cara mengaktualisasikan
> > seluruh kemampuannya.
> >
> > Berkaitan dengan kebahagiaan ini, Mulla Shadra
> > menyatakan tergantung pada
> > kesempurnaan jiwa dalam proses intelektual,
> > pengetahuan dianggap sebagai
> > proses menuju kesempurnaan. Menurutnya substansi
> > wujud di dunia mengalami
> > transformasi terus menerus dan menempatkan manusia
> > sebagai pusat pemain
> > dunia yang menghubungkan seluruh skala wujud.
> >
> > Berkaitan dengan keadilan, tidak dapat dipisahkan
> > dengan konsep
> > keseimbangan yang memiliki fondasi yang sama.
> > Menurut Mulla Shadra ke dua
> > konsep itu dikaitkan dengan puncak kesempurnaan jiwa
> > manusia dan
> > persoalan-persoalan etika di dalam filsafat, tasawuf
> > dan syariah.
> >
> > Salam,
> > Verri Dj
> >
> >
> > At 09:12 PM 11/11/05, you wrote:
> > >Dibenak orang2 yang memohon pada tuhan membayangkan
> > tuhan sebagai pribadi.
> > >Orang- yang menyadari tuhan = hukum keseimbangan
> > alam tidak akan memohon
> > >pada tuhan, tetapi yang bersangkutan akan berusaha
> > memahami proses hukum
> > >keseimbangan alam bagaimana mencapai tujuannya.
> > >Contoh : Si A memahami kalau mau mendapatkan hasil
> > panen berlimpah harus
> > >memanfaatkan hukum tuhan / hukum keseimbangan alam
> > yaitu pake bibit
> > >unggul, dipupuk sesuai ketentuan , irigasi sesuai,
> > musim tanam yang tepat,
> > >melindungi sawahnya dari hama dll. Si B hanya
> > memohon pada tuhan sawahnya
> > >diberikan hasil penen berlimpah.
> > >Si A atau si B yang akan mendapatkan hasil panen
> > berlimpah ?
> > >
> > >Methos <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >----- Original Message -----
> > >From: "kare Yo" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > > Ajaran dari Roh yang diturunkan dalam bentuk
> > Penerangan sempurna / Wahyu
> > > > memang bukan dan tidak pernah dari Tuhan, karena
> > Tuhan bukan pribadi.
> > > > Roh tingkatan ini memang memiliki keahlian
> > dibidang ilmu kemasyarakatan
> > > > jauh diatas kemampuan manusia, sehingga segala
> > pedoman hidupnya
> > > > menjelaskan proses yang akan dialami manusia
> > sesuai Hukum Tuhan = hukum
> > > > keseimbangan alam semesta.
> > >
> > >M :
> > >jadi dalam agama-agama, wahyu bukan dari Tuhan.
> > >karena ndak berpribadi, artinya Tuhan ndak pernah
> > memberi perintah/anjuran.
> > >kalo gitu, ya bisa aja Tuhan = hukum keseimbangan
> > alam.
> > >tapi kalo gitu, buat apa orang-orang
> > sembahyang/memohon kepada hukum
> > >keseimbangan alam?
> > >
> > >
> >
> >******************************************************
> > >Milis Filsafat
> > >Posting     : [email protected]
> > >Arsip milis :
>
>__________________________________________________
>Apakah Anda Yahoo!?
>Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap 
>spam
>http://id.mail.yahoo.com
>
>
>
>
>
>******************************************************
>Milis Filsafat
>Posting     : [email protected]
>Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
>Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
>Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
>******************************************************
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke