Perhatikan: pesan yang diteruskan sudah dilampirkan.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************




SPONSORED LINKS
Philosophy beauty product Philosophy Philosophy beauty
Philosophy of Philosophy amazing grace Philosophy hope in a jar


YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---
Saya Hanya Ingin Menegaskan Satu Hal.
 
Dengan Segala Emosi, Dengan Segala Kesabaran Yang Masih Tersisa, Dengan Segala Harapan Yang Semakin Menipis, Satu yang Pasti:
"Negara Ini Harus Tetap Utuh. TOLAK RUU ANTI PORNOGRAFI"
----------------------------------------------------------------------------------------------
Friday, March 03, 2006
The Hands That Rock The Republic
The Balinese people have raised the hands that will rock the republic into a haunting realization of finding this great nation being held hostage by a self-righteous element bent on jailing our mind.
Tangan-tangan masyarakat Bali akan mengguncang dan menyadarkan republik ini bahwa negara tercinta sedang disandera kelompok hipokrit yang ingin memenjarakan pikiran kita.
=========
 
The United Voice of Bali
Over 1,000 people attended the Cultural Rally. Various traditional performing arts (the noisy Kecak, the sensuous Joged Bumbung etc), modern punk and reggae bands (Superman Is Dead, Lolot, Postman, Nanoe Biroe etc) , fashion shows, drag queen show and aerobic dances created a colorful, yet unified voice of defiance against the anti pornography bill.

Lebih dari 1000 orang menghadiri Aksi Budaya ini. Berbagai kesenian tradisional (Kecak yang riuh, Joged Bumbung yang sensual dsb), band-band punk dan reggae modern (Superman Is Dead, Lolot, Postman, Nanoe Biroe dsb), peragaan busana, pertunjukkan waria serta senam erobik menciptakan sebuah suara perlawanan terhadap RUU APP. Suara perlawanan yang meski penuh warna-warni namun teguh setia pada satu ide:perlawanan.

At the same time, dozens of the island's scholars, religious figures, community leaders voiced the similar defiance before 14 members of the House of Representatives's Special Commitee on Anti Pornography Bill. In the meeting held at the Bali Governor Office, across the street from the Cultural Rally main stage, the unified voice of the island's elites "enlightened" the puritan legislators on the real magnitude of the opposition.

Pada saat yang bersamaan, puluhan cendekiawan, pemimpin keagamaan dan tokoh masyarakat Bali menyatakan penolakan yang sama di depan 14 anggota Pansus RUU APP. Dalam sebuah pertemuan yang dilakukan di kantor Gubernur Bali, sepenyeberangan jalan dari panggung utama Aksi Budaya, suara penolakan yang teguh dan satu dari kelompok elit Bali "menyadarkan" para anggota dewan yang puritan itu tentang betapa besarnya perlawanan yang sedang mereka hadapi.

The Cultural Rally is the fruit of collaboration between various elements in Bali society. The Sandhi Murti Foundation and the Komponen Rakyat Bali, the initial locus of the defiance movement and the Cultural Rally, wish to thank those organizations and individuals, who had given themselves to the cause and had made possible the birth of the Unified Voice of Bali.

Aksi Budaya ini merupakan hasil kerjasama dari sejumlah elemen masyarakat Bali. yayasan Sandhi Murti Indonesia serta Komponen Rakyat Bali, yang menjadi simpul awal dari gerakan perlawanan serta Aksi Budaya ini, ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada berbagai organisasi serta individu, yang telah membaktikan dirinya pada perjuangan ini serta yang telah berjasa dalam lahirnya Suara Bali yang Satu.
=======================
 
Thursday, March 02, 2006
DEFIANCE!!!!
PERLAWANAN!!!!

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Would you call this pornography?
Apakah anda akan menyebut ini Pornografi?

Today, March 3, we shows our defiance to the anti pornography bill by staging a vivacious cultural rally at Puputan Margarana Square in Renon.

Hari ini, 3 Maret, kami tunjukkan perlawanan kami terhadap RUU APP dengan menyelenggarakan aksi budaya yang riuh rendah di Lapangan Puputan Margarana, Renon.

Various traditional performing arts, including the Joged Bumbung dancer pictured on the photo, demonstrated one single important fact:...

Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional, termasuk penari Joged Bumbung di foto sebelah, telah mendemonstrasikan satu fakta penting:...

...that sensuality and sexuality have always been an integral element of our cultural heritage.
...bahwa sensualitas dan seksualitas telah selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya kami.

...that sensuality and sexuality have never been viewed through a banal and superficial perspective.
...bahwa sensualitas dan seksualitas tidak pernah dipandang melalui pola pikir yang dangkal dan rendah.

...that the Balinese has always respected sensuality and sexuality, both in arts and religious teachings, as a sacred metaphor of the Divine's power of creation and sustenance of the universe.
...bahwa orang Bali selalu menghormati sensualitas dan seksualitas, baik di dalam kesenian maupun ajaran relijius, sebagai metafora sakral dari kekuatan Tuhan dalam penciptaan dan pemeliharaan semesta.

...that Goddes Durgha is always portrayed with full, bare breasts to underline her unlimited compassion in "breast-feeding", in nurturing the whole universe.
...bahwa Dewi Durgha selalu digambarkan dengan payudara yang penuh dan telanjang untuk menekankan rasa welas asih Sang Dewi yang tak terbatas dalam "menyusui", memelihara seluruh semesta.

Look at the dancer's bare, wrinkled breasts...
Pandanglah payudara sang penari yang telanjang, yang keriput....

...and remember, the love she has given through the breasts, the hardships she has endured, to give life to her children and grandchildren.
...dan ingatlah, cinta yang telah diberikannya melalui payudara itu, keseusahan hidup yang telah ditanggungnya, untuk memberi hidup pada anak dan cucunya.

We will fight the bill, any bill, that degrade our cultural heritage and does not have any respect to our mothers and sisters.
Kami akan lawan setiap undang-undang yang merendahkan budaya kami serta yang tidak memiliki rasa hormat kepada para ibu dan saudari perempuan kami.

Marlowe and Jun
===========
 
 



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nathanael - TN XII / 01 3073
+62 817 6322 783
 
This is my simple religion. There is no need for temples; no need for complicated philosophy. Our own brain, our own heart is our temple; the philosophy is kindness.
Dalai Lama
 
visit my blog: http://nathan3073.blogspot.com (For Friends, For God, and For My Country)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--- End Message ---

Kirim email ke